
Tanpa Lani tahu, diam-diam Jefri juga pergi ke dokter kandungan. Jika Lani pergi karena ingin memasang alat kontrasepsi sedangkan Jefri datang buat periksa kesuburannya.
Jika dulu dia tidak mau periksa karena takut dirinya mandul. Sekarang Jefri mau memeriksa kesehatan reproduksinya karena dia telah tahu kesalahan pada Manda.
Dua hari lagi sidang perceraiannya dengan Manda diputuskan. Jefri ingin segera menikahi Lani. Dia sudah membayangkan menggendong bayi dari darah dagingnya sendiri.
Jefri telah menjalani berbagai Tes. Pria itu yakin jika dirinya tidak mandul. Dengan langkah pasti Jefri berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju ruang praktek dokter kandungan.
Tes kesuburan pria penting dilakukan untuk memastikan tidak ada masalah pada reproduksi. Cek kesuburan pada pria ini meliputi pemeriksaan air mani maupun sel ****** yang terkandung, hingga antibodi pasien.
Setelah mendaftar dan namanya dipanggil, Jefri masuk ke ruangan dokter itu. Dokter mempersilakan Jefri duduk.
"Apa kabar, Pak Jefri?" tanya Dokter begitu Jefri duduk.
"Sehat, Dok. Bagaimana hasil dari pemeriksaan kesuburan saya, Dok. Saya bisa memiliki keturunan'kan?" tanya Jefri dengan semangat. Dia telah membayangkan akan menikahi Lani secepatnya dan memiliki bayi.
"Syukurlah jika Bapak sehat. Kami telah memeriksa hasil dari serangkaian tes yang Bapak Jefri lakukan. Bahkan kami telah melakukan dua kali penelitian. Dari hasil lab yang saya terima, sper*ma Bapak Jefri sangat buruk sehingga untuk memiliki keturunan sangat kecil," ucap Dokter.
Bagai di sambar petir, Jefri mendengar ucapan Dokter. Pria itu telah yakin jika dirinya tidak mandul dan subur. Yang bermasalah adalah Manda.
Mendengar kenyataan ini, Jefri seakan tidak percaya. Berarti selamanya dia tidak akan memiliki keturunan. Apakah Lani mau menikah dengan pria mandul? tanya Jefri dalam hatinya.
__ADS_1
"Bahkan sper*ma Bapak Jefri hampir tidak ada. Dalam ilmu kedokteran ini semua dikatakan Azoospermia. Azoospermia adalah suatu kondisi di mana tidak ada ****** yang ditemukan dalam air mani pada saat ejakulasi. Azoospermia merupakan kelainan ****** yang memengaruhi 1 dari 10 pria yang mengalami masalah kesuburan," ucap Dokter menjelaskan.
"Apa penyebabnya, Dok?" tanya Jefri dengan suara pelan.
"Bapak Jefri ini termasuk Azoospermia non-obstruktif, yang disebabkan akibat adanya masalah dalam produksi ******. Hal ini bisa disebabkan oleh tubuh yang tidak bisa memproduksi ******, gangguan hormon, atau fungsi testis yang tidak sempurna," ucap Dokter itu menjelaskan.
Jefri menarik napas panjang. Apa yang akan dia katakan pada Lani mengenai kenyataan ini. Apa sebaiknya semua ini dia tutupi dari Lani? pikir Jefri.
"Apa aku tidak akan bisa memiliki keturunan selamanya, Dok?" tanya Jefri.
"pria yang mengalami azoospermia (sper*ma kosong) saja tetap bisa memungkinkan untuk mengikuti proses bayi tabung. Hal ini dilakukan dengan cara aspirasi sper*ma, yaitu mengambil sel sper*ma secara langsung dari tes*tis untuk program bayi tabung."
Kembali Jefri menarik napas lega. Jika dia menikah dengan Lani, dia harus jujur agar bisa secepatnya melaksanakan bayi tabung karena usianya sudah tidak muda lagi. Otomatis itu akan bertambah sulit.
Jefri mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Sambil menyetir pikirannya ke Manda. Berarti semua juga bukan kesalahan Manda. Dia juga tidak bisa memberikan keturunan.
Jika saja hubungannya masih baik dengan Manda, dan Yudha masih menganggap dia ayah kandungnya pasti dia tidak akan sepusing ini. Masih ada Yudha yang akan menjaganya di hari tua.
Kemarin pengacaranya juga mengatakan jika harta gono gini dimenangkan Manda. Dia hanya mendapatkan satu cabang perusahaan.
Jefri tampak menarik napas lagi. Sudah berulang kali itu dia lakukan. Jefri takut jika dia jujur, Lani pasti tidak akan mau menikah tapi jika dia bohong, wanita itu pasti tidak akan mau melakukan bayi tabung.
__ADS_1
Jefri mengendarai mobilnya menuju apartemennya. Seminggu ini Lani telah tinggal berdua dengannya. Di bawah ancaman Jefri, Lani akhirnya mau tinggal seatap dengan pria itu.
Di apartemen, berulang kali Lani mencoba menghubungi Yudha namun tidak mau pria itu menjawabnya. Chat yang dikirim tidak ada satupun yang dibaca. Padahal Lani telah menggunakan nomor lain.
"Apa aku harus mendatangi rumahnya? Sekalian aku bertemu Mami Manda!" gumam Lani pada diri sendiri.
Lani mandi dan berdandan. Dia harus menjelaskan semuanya pada Yudha dan Mami Manda kenapa dia hingga detik ini masih bersama Jefri.
Itu semua dia lakukan karena Jefri yang mengancam dirinya dan keluarga. Setelah berdandan Lani mengambil tas-nya. Sebelum Jefri pulang, dia harus pergi. Jefri sudah sangat posesif. Selain ke kampus dia tidak boleh keluar rumah.
Baru saja Lani ingin membuka pintu, dia dikagetkan dengan kepulangan Jefri. Pria itu memperhatikan Lani dari ujung kepala hingga kaki. Tersenyum sinis.
"Mau kemana kamu? Masih ingin menemui Yudha? Atau kamu telah ada mangsa pria lain?" tanya Jefri ketus.
"Aku ada perlu, Om. Izinkan aku keluar."
Jefri menarik tangan Lani dengan keras dan melemparkan tubuhnya ke lantai. Sebelum pulang, tadi Jefri sempat minum. Pikirannya kacau sehingga menghabiskan banyak minuman keras di kantor.
Lani tersungkur di lantai. Jefri mendekati wanita itu dan menarik rambutnya.
"Jangan bermimpi akan mendapat pria baik-baik. Apa kau tidak sadar jika tubuhmu itu telah kotor dan menjijikkan." Setelah itu Jefri melepaskan tarikan di rambut Lani.
__ADS_1
Wanita itu meringis menahan sakit. Tarikan di rambutnya terasa menguliti kepalanya.
...****************...