TEMAN RANJANG SAHABAT IBUKU

TEMAN RANJANG SAHABAT IBUKU
Bab 14. Bertemu Mami Manda.


__ADS_3

Yudha mengajak Lani ke suatu tempat sepulang kuliah. Awalnya Lani ragu untuk menerima tawaran itu. Takut Jefri akan marah lagi.


"Kenapa kamu nggak mau ikut?" tanya Yudha penasaran.


"Aku belum izin dengan Ibuku, Yudha."


"Kalau begitu, kita pulang ke rumahmu dulu minta izin dengan ibumu," ucap Yudha.


Lani memandangi wajah Yudha dengan seksama. Bagaimana mungkin dia membawa Yudha bertemu ibunya. Pastilah wanita yang melahirkan dirinya itu tidak akan mengizinkan mereka pergi.


Lebih baik dia menghadapi Jefri. Paling hukuman yang dia terima selain tamparan, harus melayani pria paruh baya itu. Itu jauh lebih baik dari pada dia harus kehilangan kebebasan jika ibunya melarang Lani untuk kuliah.


"Aku hubungi ponsel ibu aja minta izin. Ayo kita berangkat," ucap Lani akhirnya.


"Kalau gitu biar aku yang hubungi ibu kamu minta izin bawa kamu jalan. Sini nomornya!" Yudha meminta nomor ponsel ibunya Lani. Wanita itu kaget dan hanya memandangi Yudha tanpa mau menjawab.


"Lani ... Lani, mana nomor ponselnya ibu kamu," ucap Yudha lagi sambil melambaikan tangan di depan wajah wanita itu.


"Eh, nggak perlu. Ayo kita berangkat," ucap Lani, menarik tangan Yudha menuju ke parkiran mobil.


Yudha mengendarai mobil dengan kecepatan sedang membelah jalanan ibu kota. Pria itu menyetir mobilnya menuju satu restoran yang berada di tepi pantai.


Lani takjub melihat pemandangan laut dengan air yang biru. Berlari mengejar ombak di tepi pantai. Yudha membiarkan wanita itu bermain air. Dia menuju satu ruangan dalam restoran. Ternyata Mami Manda menunggu di sana.

__ADS_1


"Maaf, Mi. Udah lama menunggu?" tanya Yudha dan mengecup kedua pipi Maminya.


"Nggak apa, Sayang. Mana teman kamu yang ingin dikenalkan dengan Mami?" tanya Mami.


"Ada di luar lagi bermain air. Mami mau keluar atau aku bawa dia ke sini?"


"Biar Mami keluar. Bosan juga sendirian di sini."


Mami dan Yudha berjalan keluar menuju belakang restoran. Lani yang tidak menyadari kehadiran Yudha dan mami-nya masih asyik bensin air dan mengumpulkan kulit kerang.


"Hhmmmm ...." Deheman Yudha mengusik Lani dan langsung memandangi asal suara. Lani tersenyum pada Yudha dan Mami.


Lani memandangi Mami dengan intens. Diusia yang tidak muda lagi kecantikan Mami masih terlihat. Bisa dipastikan jika wanita yang ada dihadapannya ini wanita berkelas atas. Penampilan dan barang yang digunakan bermerek ternama. Lani masih bertanya dalam hati siapa wanita yang bersama Yudha saat ini.


"Lani kenalkan ini Mami aku," ucap Yudha. Lani kaget mendengar Yudha yang mengatakan jika wanita yang bersama dirinya itu adalah ibunya.


"Lani, nama yang cantik seperti orangnya. Pantas Yudha selalu bersemangat jika menyebut dan menceritakan kamu," ucap Mami.


"Mami, jangan buat anaknya malulah," ucap Yudha.


"Kenapa harus malu? Lani emang pantas buat jadi bahan omongan. Anaknya cantik, murah senyum lagi. Pasti banyak pria yang menjadi saingan kamu!"


"Tante bisa aja. Tante yang lebih cantik. Pasti saat muda jauh lebih cantik lagi."

__ADS_1


"Jangan memuji Mami seperti itu. Bisa-bisa nanti Mami minta bertemu kamu terus hanya untuk mendengar pujian kamu."


"Jangan takut, Tante. Setiap hari aku akan menghubungi Tante hanya untuk mengatakan jika Tante adalah wanita paling cantik yang pernah aku temui. Pasti Om, Papi-nya Yudha sangat bangga memiliki istri secantik Tante," ucap Lani.


Mendengar kata Om yang berarti suami dan Papinya Yudha, wanita itu jadi terdiam. Senyumnya langsung memudar berganti suram. Begitu juga Yudha. Senyumnya langsung berganti dengan wajah masam dan kesal.


Lani menyadari jika ada yang salah dengan ucapannya. Kenapa anak dan ibu ini seperti tidak suka saat dia menyebut suaminya yang berarti Ayah dari Yudha.


"Maaf, Tante. Apa aku ada kata-kata atau ucapanku yang salah?" tanya Lani merasa sangat bersalah.


Mami Manda menggelengkan kepalanya dan kembali tersenyum. "Sebaiknya kita makan. Obrolannya kita lanjut di ruangan saja."


Mami mengajak Yudha dan Lani masuk ke dalam ruang VIP restoran itu. Lani masih saja bertanya-tanya pada dirinya sendiri, katanya yang mana yang tidak disukai Mami Manda dan Yudha sehingga wajah mereka berdua berubah.


...****************...


Selamat siang semuanya. Walau liburan, tetap baca karya novel mama, ya? Sambil menunggu novel ini update bisa mampir ke novel anak online mama dibawah ini.


Judul novel Finding Lost Daddy.


Nanas harus menerima bahwa dirinya hamil setelah tidak sadar melakukan hal terlarang dengan seorang Presdir yang dikabarkan seorang yang tidak pernah berkencan dengan wanita.


Takut dan Malu, Nanas akhirnya memilih pergi ke kota lain untuk melahirkan anaknya, sang anak yang diberi nama Andro itu tumbuh menjadi anak Genius.

__ADS_1


Dengan ketrampilan menggambarnya dia bisa membantu Nanas menjadi peranjang baju terkenal, namun satu misi Andro, dia ingin mencari ayahnya yang tidak pernah dia kenali, untuk membalaskan dendamnya.



__ADS_2