
Doni sangat terkejut mendengar pengakuan Manda jika Jefri adalah suaminya. Sejak berpisah dari Manda, tidak pernah sekalipun Doni bertemu. Bukannya Doni melupakan Manda.
Terkadang ada rasa penyesalan meninggalkan Manda. Apa lagi Doni tahu saat itu istrinya sedang mengandung benih cinta mereka. Doni jadi teringat tentang kehamilan Manda. Bagaimana kabar anaknya itu? Laki-laki atau perempuankah anaknya itu?
"Aku tidak tahu jika Jefri itu suami kamu!" ucap Doni dengan lirih.
"Apakah jika kau mengetahui Jefri suamiku, akan melarang Lani menjadi simpanan Jefri?" tanya Manda dengan suara penuh penekanan.
Manda tahu bagaimana Doni dan Yana. Yang ada dipikiran mereka berdua hanya uang. Manda juga tahu jika Doni memilih meninggalkan dirinya karena keluarga Manda yang memberinya uang. Keluarga tidak terima Manda jika di Madu. Sehingga meminta Doni menceraikan Manda. Doni mau menerima karena diberi uang yang banyak dengan keluarga Manda.
"Aku pasti akan mempertimbangkan semuanya. Tidak akan mudah mengiznkan."
"Aku yakin kau akan membiarkan Lani berhubungan dengan Jefri karena diberi uang. Sama seperti saat kau ingin menceraikan aku. Kau rela meninggalkan kami setelah diberi uang. Dalam pikiranmu hanya ada uang dan uang. Kamu dan Yana sama saja. Pasangan serasi!"
Manda tampak mulai terbawa emosi. Yudha yang duduk di samping Mami, menggenggam tangannya.
"Jadi kamu tahu jika aku diberi uang dengan keluargamu?" tanya Doni.
"Tentu saja aku tahu. Kau tidak akan dengan mudah menceraikan aku jika tidak diberi segepok uang. Jika bukan karena itu kau pasti masih terus mengganggu dan menghantui hidupku. Aku tidak tahu apa salahku sehingga dikelilingi dua orang pria berengsek seperti kamu dan Jefri!"
__ADS_1
Manda makin tampak terbawa emosi. Dua kali menikah, dua kali gagal dan keduanya berpisah karena perselingkuhan. Apa kah dosanya terlalu banyak sehingga diberikan cobaan dengan dua orang pria seperti Doni dan Jefri.
"Maafkan aku, Manda. Kau mau percaya atau tidak, aku menyesal pernah meninggalkan kamu. Lagi pula di sini Lani tidak sepenuhnya bersalah. Dia melakukan semua itu karena terpaksa. Telah lama Lani ingin mengakhiri hubungannya dengan Jefri tapi pria itu selalu mengancam. Aku masuk penjara ini juga karena Jefri. Dia marah dan melaporkan aku setelah Lani meminta pisah."
Manda memang mendengar dari pengacaranya jika Doni masuk penjara atas laporan dari Jefri namun Manda tidak tahu pasti apa yang menjadi penyebab Jefri melaporkan dan memenjarakan Doni.
Doni mengatakan semuanya tentang penyebab dia masuk penjara. Juga tentang Lani yang sering di siksa Jefri jika anaknya itu minta hubungan mereka berakhir.
Lani juga sebenarnya telah lama ingin mengakhiri semua, tapi Doni dan Yana juga mengancam putrinya itu. Doni juga tidak lupa mengatakan jika dia telah di tipu Jefri. Pria iru memintanya menanda tangani sebuah surat yang ternyata isinya surat pernyataan jika semua uang yang dia berikan untuk Doni terhitung hutang.
Mendengar cerita Doni, Manda jadi tersenyum. Doni menjadi heran melihat Manda yang tertawa.
"Kenapa kamu tertawa. Kamu tidak percaya dengan apa yang aku katakan? Aku tidak berbohong. Jika Lani memang ingin memliki Jefri pasti dia telah menikah dengan pria Itu. Jefri sering mengajak Lani menikah tapi dia tidak mau karena tidak ingin mengganggu rumah tangganya Jefri."
"Kamu boleh menertawakan kebodohan diriku. Namun, apa pun yang kamu pikirkan, aku hanya ingin mengatakan jika Lani tidak seperti Yana. Dia melakukan semua hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup."
"Kebutuhan hidup atau gaya hidup?" tanya Manda dengan suara sinis.
"Terserah apa pun yang kamu katakan. Sebenarnya apa tujuanmu menemui aku. Apa hanya untuk mengatakan jika Lani anakku merebut suamimu lagi? Apa kamu pikir dengan mengatakan padaku semua akan berubah. Jefri akan kembali denganmu."
__ADS_1
"Aku tidak pernah mengharapkan dia kembali lagi. Sesuatu yang telah aku lepaskan tidak akan aku kejar lagi. Biarlah dia pergi jauh, menghilang."
"Terus untuk apa kamu menemui aku?" tanya Doni lagi.
Berat rasanya Manda mengatakan jika Yudha putranya dan Doni yang ingin bertemu. Manda telah menutup lembaran kelam dengan Doni jika dia tidak bertemu kembali dengan Yana.
"Bukan aku yang ingin bertemu denganmu. Tapi Yudha, anakku. Jika bukan karena dia yang ingin bertemu denganmu tidak sudi aku melihat wajahmu."
Doni memandangi wajah Yudha. Tampak keheranan dari raut mukanya. Dalam hatinya bertanya, siapa pemuda dihadapannya ini? Kenapa ingin bertemu?
"Aku tidak mengenalnya? Ada perlu apa kamu menemuiku?" tanya Doni.
Yudha menarik napasnya. Dari tadi dia telah menahan semua yang ingin dikatakan. Melihat dan mendengar obrolan Mami Manda dan Ayahnya Doni, sebenarnya dari tadi Yudha sudah ingin memaki. Namun, dia sadar sejahat dan sebejat adapun pria dihadapannya saat ini dia tetap ayahnya. Darah pria itu mengalir ditubuhnya.
"Aku juga tidak mengenal Bapak. Cuma aku ingin tahu, darah siapa yang mengalir di tubuh ini. Pria seperti apa yang telah menelantarkan aku sejak dari kandungan. Aku hanya ingin tahu bagaimana rupanya pria yang telah membuat aku terlahir hingga aku sebesar saat ini tidak ada keinginan darinya untuk melihat dan mengetahui keadaanku!" ucap Yudha dengan penuh penekanan.
Doni yang mendengar ucapan Yudha menjadi sangat kaget. Apakah pendengarannya tidak salah. Apakah dia tidak sedang bermimpi? Pemuda yang berada dihadapannya saat ini adalah putranya. Apakah ini anaknya dari Manda?
"Apa yang kamu katakan? Manda, apakah benar yang aku dengar? Apa ini putra kita?" tanya Doni dengan beruntun.
__ADS_1
Manda hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Doni tampak terdiam, tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Anaknya tumbuh menjadi seorang putra yang sangat tampan.
...****************...