TEMAN RANJANG SAHABAT IBUKU

TEMAN RANJANG SAHABAT IBUKU
Bab 34. Membasuh Luka.


__ADS_3

Selingkuh itu halnya memicu adrenalin bukan hanya mencari kenyamanan semata. Jika yang dilakukan sudah ketahuan dan direstui maka akan terasa hambar baginya, dan perbuatan itu akan diulangi kembali diwaktu berikutnya. Jarang sekali pelaku selingkuh bisa sembuh.


***


Tangis Lani pecah ketika dia melihat Mami Manda telah pergi meninggalkan dirinya. Lani menarik rambutnya frustrasi. Memang penyesalan itu selalu datang terlambat.


Lani menjatuhkan dirinya ke lantai, tangisnya makin terdengar menyayat hati. Tidak pernah Lani menduga akan jatuh se dalam ini dalam mencintai seseorang.


Ya Tuhan, aku tahu semua ini salahku. Namun, apa kah aku tidak berhak bahagia? Aku juga ingin tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang dan dicintai. Ya Tuhan, jika memang ini akhir dari kisahku, aku mohon Padamu, ajari aku bagaimana melupakan kisah cintaku dengan Yudha.


Setelah cukup puas menangis, Lani keluar dari ruang Itu. Lani melihat langit yang begitu kelam pertanda hujan akan turun.


Lani melangkahkan kakinya keluar dari restoran itu. Baru beberapa langkah berjalan, hujan turun ke bumi. Membasahi tubuh Lani seolah hujan itu ingin menghapus duka yang sedang Lani rasakan.


Tuhan...aku ingin hujan ini membasuh luka dihatiku. Aku ingin hujan menghapus semua kenanganku bersama Yudha. Aku ingin hujan menghilangkan jejaknya dihatiku. Langit menjatuhkan bulir-bulir yang sedih, yang sedikit, yang sakit, yang tak sungguh-sungguh menghapus dosa, apalagi kenangan.Hujan yang jatuh malam ini terasa lebih dalam, mengetuk hati yang mencoba melupakan. Membiarkan raga dan pikiran tuk menyelam, lalu apakah kamu akan datang? Kamu tahu Yudha, nyatanya aku belum siap untuk semua perpisahan ini. Denganmu, hujan, dan semua hal yang ada di cerita ini.

__ADS_1


Lani terus berjalan, tidak pedulikan hujan dan orang-orang.yang memandangnya dengan tatapan kasihan dan juga heran.


Lani masih terus berjalan, dia tidak ingin kembali ke apartemen. Berharap Tante Manda datang lagi dan memberi izin pada hubungannya, walau semua itu mustahil.


Namun, Lani juga sadar siapa dirinya. Dia tidak pantas untuk pria sebaik Yudha.


***


Di tempat lain, Mami Manda juga menangis. Dia meluapkan semua kesedihannya. Manda sadar jika harus bersaing dengan Lani, dia pasti kalah. Wanita itu masih sangat muda. Beruntung dia menyadari semuanya dan telah memilih mundur.


Manda mengendarai mobilnya pelan menuju kediamannya. Manda berharap Lani akan menepati janjinya untuk memutuskan Yudha.


Sampai di rumah, wanita itu langsung masuk kamar dan membaringkan tubuhnya. Hari ini begitu melelahkan bagi Manda, karena harus menahan emosi dihadapan Lani.


"Lebih baik menyendiri daripada bersama seseorang yang tidak pernah melihat nilaimu. Ketika keberadaanmu tidak dihargai oleh seseorang, maka biarlah kepergianmu membuat dia menyesalinya. Meskipun perjuangan dan pengorbanan kamu tidak pernah dihargai, jangan pernah sekalipun kamu mengorbankan harga dirimu. Semoga kau terus mengingat bahwa titik tertinggi dari kecewa adalah tidak peduli lagi."

__ADS_1


Puas menangis akhirnya Manda berbaring, mencoba memejamkan matanya.


***


Pagi hari ini, tubuh Lani terasa lemas dan suhu tubuhnya sedikit tinggi. Lani teringat janjinya dengan Yudha.


Ingin rasanya Lani terbang ke tempat pria itu berada dan memeluk tubuhnya. Namun, Lani ingat janjinya dengan Mami Manda untuk mengakhiri hubungannya dengan Yudha segera


Lani mengambil ponselnya. Mengirim pesan buat Yudha sebelum nomornya di blokir.


"Aku sudah pikir panjang sebelumnya. Aku benar-benar minta maaf kalau kita harus sampai di sini saja. Aku masih sayang kamu, tapi apa daya orang tua aku nggak setuju. Aku nggak bisa maksain hubungan yang nantinya bikin kamu semakin nggak nyaman. Akhir-akhir ini aku merasa kita memang sudah tidak lagi sejalan. Aku sepertinya tidak bisa melanjutkan hubungan ini. Bukan berarti kamu tidak baik, hanya saja mungkin kita berjodoh hanya sampai di sini saja. Keputusan untuk mengakhiri hubungan ini aku ambil bukan karena aku tak bahagia bersamamu, tapi memang ada duri yang tak bisa dihilangkan dalam hubungan kita. Lebih baik kita usai di sini, sebelum cerita indah tergantikan pahitnya sakit hati.Memang sakit untuk melepaskan, tapi akan lebih sakit lagi jika terus bertahan."


Setelah mengirimkan pesan itu, Lani memblokir nomor Yudha. Keputusan ini memang seperti anak-anak. Namun, inilah cara terbaik. Jika menemui Yudha langsung , dia yakin tidak akan snaggup mengatakan kata pisah.


...****************...

__ADS_1



__ADS_2