TEMAN RANJANG SAHABAT IBUKU

TEMAN RANJANG SAHABAT IBUKU
Bab 70. Apa Kelebihan Lani?


__ADS_3

Yudha pulang ke rumah setelah mengantar Lani. Pemuda itu mau langsung masuk ke kamar, tapi suara Mami menahannya.


"Duduklah sini! Mami mau bicara!" ucap Mami.


Yudha mendekati Mami dan memandangi wajah wanita yang telah melahirkan dirinya itu. Wanita itu tampak sedikit tegang. Apa yang akan Mami bicarakan. Kelihatan serius.


Yudha duduk di sofa yang berada di samping kanan Mami Manda. Wanita itu lalu mematikan televisi. Memandangi Yudha dengan wajah menyelidiki.


"Ada apa, Mi? Kelihatan serius banget?" tanya Yudha memecah ketegangan.


"Apa yang kamu lakukan dibelakang, Mami?" tanya Mami Manda dengan suara sedikit tinggi. Yudha yang mendengarnya saja menjadi kaget.


Tidak pernah Mami Manda bersuara besar begitu. Apa yang membuat wanita itu marah? Lagi pula Yudha merasa tidak melakukan kesalahan apapun.


Yudha memandangi wajah Mami dengan saksama. Apa yang membuat wanita yang telah melahirkan dirinya marah dan bertanya begitu?


"Aku tidak melakukan apa pun, Mami? Apa maksud pertanyaan, Mami?" tanya Yudha dengan heran.


"Untuk apa uang begitu banyaknya kamu keluarkan dalam bulan ini? Mami lihat kamu dan Aira biasa saja. Atau uang itu buat Aira?" tanya Mami lagi.


"Mami, Aira tidak pernah menggunakan uang aku. Kadang pergi jalan juga aku dan dia patungan. Nggak mau Aira jika aku membayar semuanya."


"Jadi untuk apa uang sebanyak itu?" tanya Mami lagi.


Yudha menarik napas dalam dan panjang. Apa yang akan dia katakan? Jika jujur uang itu buat Lani, pastilah Mami tidak akan terima. Namun, jika dia berbohong, Mami pasti akan mendesaknya.

__ADS_1


Yudha memainkan kedua tangannya. Tidak tahu harus menjawab apa. Mami masih terus memandangi Yudha tanpa kedip. Menunggu jawaban dari anaknya itu.


"Aku gunakan buat bayar pengobatan temanku, Mi," jawab Yudha akhirnya. Dia harus menerima apa pun nanti yang akan Mami Manda katakan. Apakah akan marah atau apa pun itu!


"Pengobatan apa hingga menelan biaya ratusan juta? Baru saja Mami beri kamu kepercayaan, langsung saja kamu mengecewakan Mami. Jangan sembunyikan apa pun dari Mami. Seperti Papi kamu yang mengambil uang buat kesenangan simpanannya!" ucap Mami dengan penuh emosi.


Yudha terhenyak dan kaget mendengar ucapan Mami. Bagaimana jika Mami tahu uang yang digunakan juga untuk Lani. Apakah Mami akan makin marah? Namun, jika Yudha tidak berterus terang dan Mami mencari tahu sendiri pasti urusan akan bertambah panjang.


"Uangnya buat pengobatan Lani!" ucap Yudha pelan dengan lirih.


"Apa ..? Lani lagi? Kenapa kalian ini? Papi dan anak menghabiskan uang perusahaan hanya untuk satu wanita. Apa kamu masih berhubungan dengan Lani? Jadi selama ini hubungan kamu dengan Aira hanya pura-pura. Kamu dan Aira hanya bersahabat!" ucap Mami Manda dengan penuh emosi. Wajahnya tampak memerah karena emosi.


"Maaf, Mi. Aku tidak jujur. Aku takut Mami tidak mengizinkan jika aku terus terang ingin membantu pengobatan Lani. Tapi mengenai hubungan aku dan Aira, itu tidak bohong. Aku dan Aira memang telah menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Mami mau marah silakan! Semua memang salahku!"


Mami tampak menarik napas dalam, dia memandangi wajah Yudha tanpa kedip. Anak itu langsung menundukkan kepala. Tidak berani menatap Mami Manda. Selama ini Mami-nya itu tidak pernah marah sampai segitunya.


"Mi, Lani saat ini sedang menderita kanker otak. Aku ingin membantunya karena rasa kasihan. Tidak ada rasa cinta lagi buat Lani. Untuk pengobatan itu biaya begitu banyak aku keluarkan. Jika Mami tidak percaya bisa datangi rumah Lani. Dia baru saja keluar dari rumah sakit. Ini alamatnya, aku kirim ke wa. Atau jika Mami tidak percaya aku akan antar ke rumahnya buat bukti!"


Mami Manda menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa. Menarik napas dalam. Dia tidak percaya mendengar apa yang Yudha katakan. Dia harus buktikan semuanya.


Manda tidak habis pikir, kenapa kedua pria yang sangat dicintainya bisa mencintai wanita yang sama. Apa kelebihan wanita itu? Jika Jefri marah dengannya alasan berbohong, apa bedanya dengan Lani? Wanita itu juga membohongi Jefri dengan menggunakan alat kontrasepsi. Lani juga membohongi Jefri dengan berhubungan sama Yudha.


Namun, Jefri tidak begitu marah dengan wanita itu. Tidak dengan dirinya. Jefri langsung membalas sakit hatinya. Manda makin yakin jika selama ini tidak ada cinta di hati Jefri untuk dirinya. Seperti kata seluruh keluarga dia, jika Jefri menikahi Manda hanya karena harta. Lelaki itu memanfaatkan cinta Manda untuk mengeruk hartanya.


"Mi, maafkan aku. Mami bisa mencatat semua uang yang aku gunakan sebagai hutang. Saat aku telah bekerja sepenuhnya pada perusahaan Mami bisa memotong gajiku tiap bulannya!" ucap Yudha dengan suara pelan.

__ADS_1


Manda memegang kepalanya yang terasa sakit. Apa yang Yudha pikirkan sehingga mau mengeluarkan uang sebanyak itu jika tidak karena masih ada cinta dihatinya buat wanita itu. Mengapa dia mau berkorban hingga begitu?


"Temani Mami besok ke rumah Lani. Mami mau melihat keadaannya saat ini," ucap Mami.


Mami Manda ingin membuktikan apa yang diucapkan Yudha. Dia juga ingin melihat keadaan Lani saat ini. Jika dia memang mengidap penyakit kanker otak.


"Baiklah, Mi. Sehabis sarapan besok aku temani Mami ke rumah Lani."


"Sekarang kamu bisa pergi. Mami masih marah denganmu. Jika kamu tetap dihadapan Mami, ditakutkan Mami kembali emosi," ucap Mami.


"Baiklah, Mi. Sekali lagi, maafkan aku karena tidak jujur dengan Mami. Aku mengaku salah menggunakan uang tanpa izin Mami. Aku pamit ke kamar dulu," ucap Yudha.


Setelah itu Yudha bangun dari duduknya dan berjalan menuju kamar. Dia tidak ingat lagi mengabarkan pada Aira jika telah sampai di rumah.


Aira yang belum juga mendapatkan kabar dari Yudha tampak gelisah. Telah berulang kali menghubungi nomor Yudha, tapi tidak ada jawaban. Yudha langsung menyimpan ponselnya ke dalam laci. Suara ponselnya di non aktifkan sehingga tidak mendengar saat Aira menghubungi. Hingga pagi hari tidak terhitung berapa kali Aira menghubungi Yudha.


***


Pagi harinya Yudha dan Mami sarapan bersama. Setelah menyantap hidangan mareka langsung keluar menuju rumah Lani. Tidak ada yang bersuara saat mereka berada dalam mobil. Sama-sama diam larut dalam pikiran masing-masing.


Setengah jam mobil yang Yudha kendarai sampai di halaman rumah Lani. Manda melihat dan memperhatikan rumah kontrakan Lani yang begitu sederhana. Ada rasa iba dihatinya melihat keadaan wanita itu.


Manda dan Yudha keluar dari mobil, dan kebetulan Ibu Yana, ibu kandung Lani keluar dari rumah kontrakannya. Wanita itu tersenyum melihat Yudha dan menghampirinya. Sampai dihadapan Yudha dan melihat Mami Manda, Ibu Yana dan Mami Manda tampak kaget.


"Yana ...!" ucap Mami Manda.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2