TEMAN RANJANG SAHABAT IBUKU

TEMAN RANJANG SAHABAT IBUKU
Bab 74. Bertemu Doni


__ADS_3

"Apa maksud ucapanmu?" tanya Jefri. Pria itu kembali duduk ke kursi kebangsaannya. Dia duduk sambil memutar kursi ke kiri dan ke kanan, menghilangkan kegugupan.


"Aku yang telah merampas suami Manda saat dia hamil Yudha. Aku melakukan itu juga karena sedang mengandung Lani."


"Jadi maksud kamu, Doni suami kamu itu adalah suami pertama Manda yang merupakan ayah kandung Yudha. Jadi Yudha dan Lani ternyata bersaudara?" tanya Jefri lagi. Yana menganggukan kepalanya tanda membenarkan ucapan Jefri.


Jefri tersenyum mengejek setelah melihat jawaban dari Yana. Dia tidak mengerti apa maunya Yana datang menemui dirinya.


"Jika Yudha dan Lani bersaudara, apa hubungannya denganku? Kenapa kau datang mengatakan semua ini padaku?" tanya Jefri dengan tersenyum. sinis.


"Aku hanya ingin kamu tahu saja. Aku di sini yang merasa sangat bersalah. Suami pertama Manda aku yang rebut. Suami kedua Manda, kamu direbut sama Lani. Jika saja aku tahu kamu suaminya Manda, tidak mungkin aku biarkan Lani berhubungan denganmu!" ucap Yana.


Jefri terbahak mendengar ucapan dari Yana. Wanita itu memandangi Jefri dengan wajah kurang senang.


"Kenapa kamu tertawa?" tanya Yana dengan suara sedikit keras.


"Kamu itu lucu. Apa kamu yakin akan melarang Lani berhubungan denganku jika tahu aku suami Manda? Jika kamu memang tidak ingin anakmu berhubungan dengan suami orang seharusnya kamu melarang siapapun pria beristri yang dekat dengannya. Bukan hanya karena suami Manda saja. Tapi kamu tidak akan pernah melakukan itu karena yang ada dalam pikiranmu hanyalah uang dan uang!" ucap Jefri dengan tersenyum mengejek.


Muka Yana tampak memerah. Dia tidak terima dengan ucapan Jefri. Dari awal Lani melakukan itu atas kemauannya sendiri, tidak pernah dia meminta. Jika akhirnya Lani setuju, karena dia berpikir anaknya Lani telah terlanjur basah jadi sekalian mandi saja.


Bukannya Yana tidak memikirkan anaknya. Justru karena dia memikirkan masa depan anaknya, Yana membiarkan Lani berhubungan dengan Jefri. Yana mendengar dari temannya jika Jefri telah sukses. Wanita itu berharap Jefri dapat merubah nasibnya.


"Kamu tidak bercermin Jefri.Dalam pikiran kamu juga hanya uang dan nafsu. Di mana perasaan kamu, tega mengkhianati orang yang telah mengangkat derajat kamu. Jika bukan karena Manda, kamu tidak akan seperti ini. Aku tahu kehidupan ekonomi keluargamu. Kau ibarat kacang lupa kulitnya. Menolong kamu seperti menolong anjing terjepit. Setelah ditolong, kau menggigit orang yang menolongmu!"


Jefri tampak menarik nafas panjang. Wajahnya memerah menahan amarah. Pria itu berdiri dari duduknya dan memandangi Yana dengan mata menyala.


"Keluar kau dari sini! Aku tidak mau bertemu orang sepertimu. Kau juga seharusnya bercermin. Apa bedanya kau denganku. Kau juga seperti anjing terjepit. Setelah aku tolong kau tidak pernah tahu terima kasih. Dua tahun kau hidup dengan uang dariku!" ucap Jefri dengan suara tinggi.


"Aku bukan sekadar meminta uang saja. Kau juga menikmati tubuh putriku. Bukan gratis."

__ADS_1


"Dan kau pikir aku mendapatkan semua ini gratis dari Manda. Aku juga berusaha mengembangkan perusahaan ini. Pergilah sebelum aku habis kesabaran. Apa pun yang terjadi dengan Lani ataupun Manda bukan lagi urusanku. Kami telah pisah!"


"Aku sumpahi semoga kau mendapat balasan atas semua perbuatanmu. Mengapa hanya Lani yang terkena karma? Padahal kau tidak kalah jahatnya!"


Setelah mengucapkan itu Yana meninggalkan ruangan itu. Yana berpapasan dengan wanita yang tadi berciuman dengan Jefri. Yana menatapnya dengan mata menyala.


"Kenapa menatapku seperti itu? Apa kamu tidak bisa merayu Om Jefri? Sadar diri, Bu! Udah tua, tidak akan ada pria yang tertarik. Jangankan Om Jefri, kuli aja belum tentu mau denganmu!" ucap wanita itu.


Tangan Yana terangkat ingin menampar. Namun, dia cepat tersadar jika itu bisa dituntut dengan tindakan penganiayaan. Sehingga Yana akhirnya pergi meninggalkan kantor itu.


***


Keesokan harinya.


"Kamu yakin ingin bertemu dengan ayah kandungmu?" tanya Mami berulang kali


"Jika ssmua tidak aesuai yang kamu bayangkan, maafkan Mami!"


"Kenapa Mami yang harus minta maaf? Semua bukan kesalahan Mami."


Yudha menggendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju sebuah rumah tahanan. Sampai di halaman sebuah rumah tahanan telah menunggu pengacara Mami.


Pengacara itu telah membuat janji dengan penjaga tahanan. Doni dibawa ke suatu ruangan. Pria itu sedikit heran. Tidak biasanya dia di bawa ke ruangan begini.


"Bapak tunggu sebentar. Ada yang ingin bertemu," ucap salah seorang penjaga tahanan.


Doni menunggu dengan perasaan gugup. Entah mengapa dia merasa sesuatu yang berbeda. Selama ini jika Yana ingin bertemu, tidak akan di bawa ke ruangan khusus seperti ini.


Saat Doni masih memikirkan siapa yang akan bertemu dengannya, seorang wanita dan pemuda datang kehadapannya. Doni sangat kaget melihat wanita itu. 23 tahun yang lalu terakhir mereka bertemu. Tidak banyak perubahan pada diri wanita ini. Masih tetap cantik.

__ADS_1


"Selamat siang, Doni. Masih ingat denganku?" tanya Mami Manda.


"Selamat siang. Aku tidak akan pernah lupa denganmu, Manda!" ucap Doni.


Manda duduk diikuti Yudha. Berhadapan dengan Doni langsung. Matanya memandangi Doni dengan tajam.


"Aku merasa tersanjung karena kamu tidak pernah melupakan aku. Tapi aku telah melupakan kamu jika saja aku tidak bertemu lagi dengan istrimu."


"Kamu bertemu Yana. Di mana?"


Manda memandangi Doni dengan sinis. Tanpa rasa bersalah sedikitpun dia bertanya. Namun, Manda bersyukur berpisah dengan Doni dalam waktu singkat. Jika saja dia masih terus bersama pria itu, mungkin hartanya telah dihabiskan oleh Doni.


"Aku bertemu Yana di rumah kamu. Karena aku ingin melihat simpanan suamiku yang sedang sakit!" ucap Manda.


"Apa maksudmu? Apa kamu ingin menuduh Yana berhubungan dengan suami kamu lagi?" tanya Doni.


Doni berpikir jika Yana istrinya berselingkuh dengan suami Manda. Sehingga wanita yang pernah menjadi istrinya ini mencari Yana. Mungkin Yana terdesak keuangan sehingga mencari pria lain. Bukankah Lani sudah tidak mau berhubungan lagi dengan Jefri.


Hati Doni sedikit terbakar cemburu membayangkan Yana yang bersenang-senang dengan pria lain sementara dirinya mendekam dalam penjara.


"Jika saja Yana yang menjadi selingkuhan suamiku, pasti aku tidak merasa heran. Karena dia juga pernah jadi pelakor," ucap Manda.


"Jika bukan Yana yang menjadi simpanan suami kamu, lalu siapa? Jangan bilang anakku yang kamu tuduh menjadi simpanan!"


"Aku bukan menuduh. Tapi semua itu memang kenyataan. Anakmu Lani telah mengakui semuanya. Jika dirinya memang menjadi simpanan Jefri selama lebih dari dua tahun. Ternyata benar pepatah yang mengatakan jika buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya!"


"Jefri itu suami kamu ...?" tanya Doni dengan suara yang begitu kaget.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2