
Jefri tampak kaget mendengar Yudha menyebut nama Lani. Sejak berpisah dan memutuskan hubungan dengan Lani, Jefri tidak pernah tahu dan tidak ingin tahu tentang wanita itu.
"Ada apa lagi dengan wanita itu? Apa kamu masih ingin berhubungan dengannya?" tanya Papi Jefri dengan wajah sedikit mengejek.
"Apa Papi pikir aku mau berhubungan lagi dengan Lani?" Bukannya menjawab pertanyaan Papi, Yudha bahkan balik bertanya.
Bukannya dia mau menghakimi seseorang atas dosa yang dilakukan. Namun, menerima Lani tidak. pernah ada dalam pikiran Yudha. Itu semua karena wanita itu pernah berhubungan dengan Papi-nya.
Jika Yudha menerima Lani dan mereka jadi pasangan, pasti bayangan masa lalu Lani akan terus menghantui mereka setiap bertemu dengan Papi. Beda jika yang menjadi pasangan Lani sebelumnya adalah orang lain yang tidak Yudha kenal.
"Terus ada berita apa mengenai, Lani? Kenapa kamu menemui Papi?" tanya Papi Jefri sekali lagi.
"Lani saat ini butuh bantuan material dari Papi."
"Kenapa minta dengan Papi? Kami sudah tidak ada hubungan lagi. Sejak Papi memutuskan hubungan, tidak ada komunikasi antara kami."
Jefri masih sakit hati karena Lani yang minta putus hubungan. Padahal dia telah berpisah dari Manda dan ingin menikahi Lani. Namun, niatnya di tolak.
"Lani sedang menderita kanker otak dan membutuhkan biaya yang besar. Apa Papi tidak ada rasa kasihan. Dia telah bersama dengan Papi selama dua tahun lebih. Apa Papi tidak ingin mengetahui keadaannya?" tanya Yudha dengan suara sedikit tinggi.
"Apa salah Papi jika dia menjadi saat ini? Apa salah Papi juga kalau dia sakit?"
Papi Jefri masih saja dengan pendiriannya. Dia tidak mau disalahkan atau menanggung biaya Lani. Bagi Jefri itu sudah bukan urusannya.
"Jadi Papi memang tidak ingin membantu Lani walau hanya sekedar untuk kemanusiaan?"
"Lebih banyak yang membutuhkan bantuan Papi. Kenapa harus Lani? Jika Papi masih berhubungan dengannya, pasti Papi akan membantu."
__ADS_1
"Aku nggak tahu harus bicara apa. Semua keputusan ada ditangan Papi. Jika Papi berpikir itu bukan tanggung jawab Papi, aku bisa apa? Tidak mungkin aku memaksa. Cuma aku minta, Papi memikirkan apa yang aku katakan!"
Yudha berdiri dan diikuti oleh Aira. Gadis itu tersenyum pada Jefri. Dia dari tadi hanya diam tidak ada mengeluarkan satu kata pun.
"Maaf, Om rasa mengenal kamu," ucap Jefri dengan Aira.
"Maaf, Om. Aku lupa."
"Apa boleh Om tahu siapa nama Ayah dan Ibumu?" tanya Jefri.
Dia merasa. mengenal Aira, tapi lupa mengenal di mana. Yudha memandangi wajah Aira dan Papinya. Kenapa Papi merasa mengenal Aira? Tanya Yudha dalam hati.
"Ayah dan Ibuku, Refdi dan Susanti, Om."
Jefri tampak kaget mendengar Aira menyebut nama kedua orang tuanya. Papi langsung berdiri dan memeluk Aira.
"Om, Maaf. Apa Om mengenal kedua orang tuaku?" tanya Aira.
Jefri melepaskan pelukannya dan memegang kedua bahu Aira. Yudha makin heran melihat apa yang Papi dia lakukan.
"Ini Om Jefri. Om Jefri, sepupu dari ibumu. Terakhir Om bertemu kamu dan ibumu, itu saat usia 2 tahun. Kamu sangat mirip ibumu."
"Maaf, Om. Aku lupa!"
"Bukan salah kamu. Kamu mengenal Yudha anak Om di mana? Kita mengobrol sebentar ya?"
Jefri mengajak Aira duduk di sofa yang ada di ruang kerjanya itu. Yudha terpaksa mengikuti, duduk di samping Aira. Gadis itu tahu, Yudha sudah mulai bosan dan ingin pulang. Dia lalu memegang tangan Yudha.
__ADS_1
Aira menceritakan bagaimana dia mengenal Yudha dan mencoba juga mengatakan tentang Lani. Siapa tahu Jefri terbuka hatinya.
"Kamu juga mengenal Lani?" tanya Jefri akhirnya, setelah Aira selesai cerita.
"Yudha yang mengenalkan. Aku kasihan melihat keadaan dia saat ini. Awalnya dia bahkan tidak mau berobat."
Jefri tersenyum dengan kaku. Dia teringat percakapan tadi dengan Yudha. Pastilah saat ini Aira telah tahu mengenai hubungannya dengan Lani.
Jefri senang akhirnya bisa bertemu kembali dengan ponakan-nya. Namun, dia juga malu jika adiknya Susanti tahu dia berpisah dari Manda dan selingkuh dengan wanita lain.
Susanti sangat menyukai Manda. Dia sangat akrab dan sayang dengan Manda. Dia pernah di tolong Manda dengan memberikan modal usaha.
Kedua orang tua Aira pindah ke luar kota buat buka usaha tambak udang. Terakhir sebelum mereka berangkat, Manda memberikan modal usaha. Jika dia tahu Aira dan Yudha memiliki hubungan, pastilah sangat bahagia.
"Om akan menemui Lani suatu hari. Bukan saat ini."
"Jangan terlalu lama, Om. Lani butuh dukungan dari semua yang mengenalnya. Apa lagi Om pernah dekat dengan Lani."
"Kamu tahu semuanya mengenai hubungan Om dan Lani."
Aira tersenyum. Dia menggenggam tangan Yudha. Jefri melihat semua itu tanpa kedip.
"Aku dan Yudha telah menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Tidak ada yang kami sembunyikan. Yudha mengatakan semua tentang mantannya Lani. Terus terang saat mendengar cerita Yudha, aku kecewa dengan Lani dan Papi-nya Yudha. Aku bisa merasakan kekecewaan Yudha."
Jefri tidak bisa berkata apa-apa. Dia juga sadar jika salah karena membalas sikap Mami Yudha dengan berselingkuh dan berbohong. Apa bedanya dia dari Manda? Tapi dia selalu menghakimi dan mengatakan semua salah Manda tanpa mau koreksi diri.
...****************...
__ADS_1