TEMAN RANJANG SAHABAT IBUKU

TEMAN RANJANG SAHABAT IBUKU
Bab 81. Kedatangan Lani dan Dira.


__ADS_3

Satu bulan berlalu.


Setelah berpikir lama, akhirnya Lani memutuskan bertemu dengan Manda. Lani ditemani Dira datang ke rumah Mami Manda.


Yudha dan Mami Manda sedang menonton televisi saat Lani dan Dira datang. Tanpa tahu siapa tamunya, Mami Manda meminta bibi mempersilakan tamu itu masuk. Mereka dipersilakan masuk dan duduk di sofa yang ada di ruang keluarga itu.


Mami yang tidak mengira jika tamu yang datang itu Lani, menjadi kaget. Begitu juga Yudha.


"Mau apa kamu datang lagi?" tanya Mami begitu Lani telah duduk.


"Aku ingin bicara dengan Mami dan Yudha."


"Aku rasa tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi." Mami Manda tampaknya sangat kesal karena Lani masih juga tidak mengerti.


"Tante Manda , aku tahu bagaimana perasaan Tante denganku. Pasti tante sangat membenciku dan ingin mencaci maki aku. Lakukan saja apapun itu asal Tante mau memaafkan aku!"

__ADS_1


Lani menarik nafasnya. Dia tidak tahu harus bicara apa lagi untuk meminta maaf pada Mami Manda. Lani sadar jika kesalahannya begitu besar.


"Kamu bicara apa? Kamu kira aku ini seorang pecundang. Aku nggak akan marah dan memaki kamu, karena itu semua hanya buang-buang energiku. Aku yakin tanpa aku marah dan memaki, kamu saat ini sudah merasa sangat terpukul dan bersalah. Aku hanya ingin kamu sadar dengan apa yang kamu lakukan."


"Maafkan aku karena telah membuat Tante terluka, dan saat ini aku terus mencoba untuk memperbaiki semua kesalahanku yang telah aku perbuat kepada Tante. Aku tau kata maaf ini tidak kan mampu menembus kesalahanku kemarin, namun aku tak akan putus ada untuk meminta maaf kepada Tante sampai kata maaf itu terucap dari mulut Tante."


Manda memandangi Lani tanpa kedip. Baru saja dia dan Yudha bicara tentang Lani. Yudha telah mengatakan dengan jujur, jika dia masih membiayai pengobatan Lani.


Setelah sedikit perdebatan, Manda dan Yudha akhirnya setuju membantu pengobatan wanita itu.


Manda menghentikan ucapannya. Dadanya terasa sesak mengingat jika keluarga wanita dihadapkannya saat ini adalah perusak rumah tangganya.


Manda jadi makin membenci Lani. Namun, setelah dia melihat Yudha yang sering termenung dan hanya tersenyum saat di samping Aira, wanita itu menjadi kasihan. Dia tahu anaknya menjauhi Lani karena memikirkan perasaannya. Padahal anaknya itu pasti ingin membantu dan dekat dengan saudaranya Lani.


"Maafkan aku, Tante. Aku tahu semua salahku. Aku telah menerima ganjarannya."

__ADS_1


"Aku masih bisa memaafkan kamu karena Jefri selingkuh juga karena salahku. Tapi terus terang, aku tidak bisa memaafkan salah ibu dan ayahmu. Bukannya aku dendam, tapi aku masih kecewa dengan mereka. Aku tidaj ingin dendam karena itu hanya akan membuat lukaku tidak akan pernah sembuh. Aku sadar jika kita dendam dengan seseorang itu sama saja kita membuat dua kubur, satu untuk orang itu dan satu lagi untuk diri kita sendiri."


Manda menjeda ucapannya. Menarik napas dan memperhatikan Lani. Dira dan Yudha hanya terdiam, membiarkan dua orang wanita itu saling mencurahkan semua isi hati mereka.


"Aku saja merasa kecewa dengan diriku sendiri setelah tahu jika Om Jefri adalah suami, Tante. Rasa marah, benci dan malu aku rasakan pada diri ini. Kenapa aku mau melakukan itu semua? pertanyaan itu sering ada di kepala ini. Tante, aku akan melakukan apa saja agar Tante bisa memaafkan aku. Termasuk menghilang selamanya dari kehidupan Tante, jika itu yang diinginkan. Aku sudah lega karena bisa datang meminta maaf lagi pada Tante."


Kembali Manda menarik napas dalam. Jika bukan Lani selingkuhan suaminya, pastilah mereka telah menikah. Lagi pula Lani dan Jefri telah menerima ganjarannya.


"Aku tidak bisa meminta kamu menjauh dariku selamanya, karena aku tahu ada yang akan aku sakiti. Anakku, Yudha. Dia sangat menyayangi kamu sebagai saudaranya. Aku telah ikhlas atas semua yang terjadi denganku. Mungkin ini semua takdirku. Tanpa aku membalas, Tuhan telah membalas semuanya. Namun, aku minta jika kamu ingin dekat denganku dan Yudha lagi, kamu harus melupakan rasa cintamu itu. Ubah semua menjadi rasa sayang, karena Yudha akan menikah. Satu lagi, aku bisa menerima kamu bukan orang tuamu. Sampai kapanpun aku tidak akan mau melihat orang tuamu. Maaf jika aku harus mengatakan ini!"


Lani tidak bisa lagi menahan rasa harunya. Lani berdiri dan memeluk Manda. Pasti berat bagi Manda mengambil keputusan ini. Ada banyak hati yang harus dia jaga. Terutama kesehatan mentalnya.


"Tante mau memaafkan aku dan menerima aku saja, itu sudah lebih dari segalanya. Terima kasih atas semua kata maaf yang Tante berikan," ucap Lani dengan terbata.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2