TEMAN RANJANG SAHABAT IBUKU

TEMAN RANJANG SAHABAT IBUKU
Bab 49. Bertemu Dira.


__ADS_3

Hari ini kembali Aira membuatkan sarapan buat Yudha. Aira yang tinggal seorang diri terbiasa masak buat dirinya makan. Aira menekan kode masuk apartemen Yudha. Pria itu sudah mengatakan kodenya.


Aira heran melihat apartemen yang masih sunyi. Tidak biasanya Yudha belum bangun. Aira mencoba mencari keseluruhan ruangan kecuali kamar, tapi pria itu tidak juga tampak.


Melihat pintu kamar yang sedikit terbuka, Aira mencoba mengintip dan ternyata kekasihnya masih bergulung dengan selimut. Aira mondar mandir di depan pintu kamar. Memanggil nama Yudha tapi pria masih saja di alam mimpinya.


"Apa nanti Yudha tidak akan marah jika aku masuk? Nggak sopan bukan masuk ke kamar orang?" Aira bertanya dengan dirinya sendiri.


Dia mau melangkahkan kakinya masuk, tapi kata hatinya melarang. Kembali lagi Aira mundur. Begitu hingga beberapa kali. Tanpa Aira tahu, ternyata Yudha telah membuka mata. Dia sengaja ingin mengerjai kekasihnya itu.


Akhirnya Aira memutuskan masuk. Aira duduk di tepi ranjang Yudha. Gadis itu memukul lengan Yudha pelan, membangunkan pria itu. Beberapa kali dibangunkan, Yudha belum juga membuka matanya membuat Aira curiga.


Nggak mungkin kalau Yudha nggak juga bangun setelah aku mengguncang tubuhnya. Pasti dia sedang mengerjai aku. Mending aku kerjain juga.


"Sayang, bangun!" ucap Aira dengan menahan senyumnya karena memanggil Yudha sayang.


"Sayang, kenapa belum bangun juga ya. Apa kekasihku ini pingsan! Atau aku coba siram aja ya," ucap Aira dengan suara sedikit dikeraskan.


"Sebaiknya memang aku siram dengan air. Siapa tahu kekasih aku ini pingsan!"


Setelah mengucapkan itu Aira bangun. Baru saja dia akan melangkah, tangannya ditarik Yudha hingga tubuhnya jatuh tepat diatas tubuh kekasihnya itu.


Saat ini mata mereka bertemu. Aira dapat merasakan deru napas dari kekasih hatinya itu. Tanpa Aira duga, Yudha mengecup bibir gadis itu. Aira yang baru pertama kali mendapatkan ciuman dari seorang pria menjadi gugup. Wajahnya langsung memerah.


Yudha yang melihat kegugupan di wajah Aira menjadi tersenyum. Baru saja di kecup sudah membuat gadis itu salah tingkah apa lagi lebih.


"Mau sampai kapan kamu berada di atas tubuhku. Badan kamu ternyata berat juga, sakit badannya dihimpit begini," ucap Yudha.


Aira yang menyadari tubuhnya masih di atas tubuh Yudha cepat bangun. Dia memukul lengan Yudha cukup keras karena kesal.


"Kamu itu yang salah, kenapa tarik tanganku!"


"Tapi kamu senangkan berada di atas tubuhku," ucap Yudha menggoda.


Aira yang di goda begitu kembali memukul lengan Yudha. "Siapa yang ngomong suka?"


"Buktinya tadi betah."


"Mandi cepat. Aku bawa mie goreng. Nanti keburu dingin. Nggak enak lagi."

__ADS_1


Yudha menyingkap selimutnya. Dia lupa hanya menggunakan ****** ***** seperti kebiasaannya tidur. Aira yang melihat itu langsung teriak.


"Yudha, ih mesum," teriak Aira dan menutup matanya. Yudha yang malu langsung berlari masuk kamar mandi.


***


Saat Yudha sedang mandi, terdengar suara bel berbunyi. Aira berjalan membukakan pintu. Gadis itu memandangi tamu itu dengan tersenyum.


"Maaf, Mbak. Apa ini benar apartemen kak Yudha?" tanya tamu itu.yang ternyata Dira.


"Benar."


"Kak Yudha-nya ada?" tanya Dira.


"Ada. Lagi mandi. Kamu masuk saja dulu."


"Terima kasih."


Dira berjalan masuk mengikuti langkah Aira. Dalam hati adiknya Lani itu, dia sedang berpikir, siapakah wanita yang tinggal dengan Yudha? Apakah istri Yudha?


"Silakan duduk dulu, aku buat air minum sebentar."


"Nggak repot kok."


Aira langsung menuju dapur dan membuatkan segelas teh hangat. Gadis itu juga bertanya dalam hatinya. Siapakah wanita yang mencari kekasihnya ini?


Aira membawa dua gelas teh hangat dan satu toples kue kering yang kemarin Yudha beli. Gadis itu mempersilakan Dira mencicipi.


"Maaf, apakah Mbak istrinya Kak Yudha?" tanya Dira. Dia tidak ingin nanti salah bicara jika ternyata wanita dihadapkannya saat ini adalah pendamping hidup Yudha.


Jika memang istrinya Yudha, berarti mereka baru menikah. Karena Lani dan Yudha baru berpisah sekitar empat bulan. Tidak mungkin langsung menikah. Paling tidak ada waktu jeda 2 bulan.


Diam-diam Dira memandangi wajah Aira. Senyumnya selalu terkembang dari sudut bibirnya membuat wajah gadis itu sangat enak dipandang.


Belum sempat Aira menjawab pertanyaan Dira, Yudha keluar dari kamar dengan berpakaian rapi. Pria itu tersenyum dengan kekasihnya yang kebetulan duduk menghadap ke arah dia berjalan.


"Sekarang aku telah ganteng. Sarapannya mana?" tanya Yudha.


"Aku sudah siapkan di meja makan."

__ADS_1


"Ayo sarapan. Katanya tadi takut dingin."


"Ada tamu," ucap Aira menunjuk ke arah Dira dengan sudut matanya. Dira yang duduk di. setelah kiri Aira tersenyum pada Yudha. Tampak Dira terdiam terpaku melihat ketampanan wajah mantan kekasihnya Lani.


Selama ini Dira hanya melihat Yudha dari foto yang ada di galeri Lani. Dira tidak mengira jika pria yang dicintai kakaknya ini ternyata sangat tampan. Pantas Lani begitu mencintai hingga tidak bisa melupakan pria itu.


Yudha memandangi Dira dengan seksama. Rasanya dia tidak mengenal gadis yang ada dihadapkan dirinya saat ini. Namun, jika Yudha memperhatikan dan memandangi wajahnya dengan teliti, dia seperti mengenalnya.


"Selamat Pagi Kak Yudha!" ucap Dira. Gadis itu berdiri saat mengatakannya menghormati Yudha sebagai tuan rumah.


"Selamat Pagi!" ucap Yudha dengan wajah yang tampak bertanya-tanya.


Yudha duduk di samping Aira. Merapatkan tubuhnya pada gadis itu, membuat Dira kembali bertanya, apa hubungan mereka berdua.


"Apa kita pernah bertemu?" tanya Yudha. Dahi Aira berkerut mendengar pertanyaan pria itu. Apakah itu berarti Yudha tidak mengenal wanita itu? Padahal tadi Aira sempat berpikir apakah wanita ini yang bernama Lani.


Yudha pernah cerita mengenai mantan kekasihnya. Pria itu mengatakan jika Lani adalah wanita pertama yang mengisi hatinya.


Yudha memang mengatakan jika Lani adalah mantan kekasihnya, tapi dia tidak mengatakan terus terang kenapa dia berpisah dari Lani. Yudha masih menutupi aib Papinya. Tidak mungkin pria itu berterus terang jika dia berpisah karena Papi dan Lani memiliki hubungan. Apa lagi mengatakan jika hubungan Lani dengan Papinya telah berjalan dua tahun.


"Kita belum pernah bertemu. Namun, aku tahu tentang Kak Yudha," ucap Dira.


"Tahu tentang aku? Dari siapa?" tanya Yudha.


"Sebelum aku menjawab pertanyaan Kak Yudha, apakah aku boleh bertanya juga?"


"Silakan!"


"Apakah Mbak ini istrinya Kak Yudha?"


Yudha dan Aira saling pandang mendengar ucapan Dira. Mereka lalu tersenyum. Aira yang akhirnya buka suara.


"Bukan, aku teman kampus Yudha dan kebetulan aku tinggal di apartemen sebelah," jawab Aira.


Mendengar jawaban Aira, pria itu melototkan matanya. Kenapa Aira harus berbohong. Mengatakan jika dia hanya teman. Bukan kekasih. Aira sengaja melakukan itu agar Dira bisa terus terang dengan maksud dan tujuannya datang.


Dira menarik napas lega mendengar jawaban dari Aira. Dia takut mengatakan tentang Lani jika wanita yang duduk di samping Yudha itu ternyata istri atau kekasihnya Yudha.


...****************...

__ADS_1



__ADS_2