TEMAN RANJANG SAHABAT IBUKU

TEMAN RANJANG SAHABAT IBUKU
Bab 38. Maafkan aku Yudha


__ADS_3

Jangan pernah menyesal mengenal seseorang dalam hidupmu … orang baik akan memberikanmu kebahagiaan … orang jahat akan memberimu pengalaman … sementara orang terburuk akan memberimu pelajaran … dan orang terbaik akan memberimu kenangan.


***


"Ternyata ini alasan kamu mutusin aku, Lan? Dan memilih menjadi wanita simpanan pria beristri. Rendah banget ya alasannya." Yudha masih terus merendahkan Lani. Mengindahkan rasa sakit dipipinya.


"Yudha, ini bukan seperti yang kamu pikirkan. Aku bisa jelaskan semuanya. Aku tahu memang ini salahku. Namun, aku juga ingin kamu mendengarkan penjelasanku," ucap Lani dengan terisak.


"Tidak ada yang perlu kamu jelaskan lagi. Semua yang aku lihat saat ini telah menjelaskannya. Terima kasih atas kebohongan yang selama ini kamu berikan. Dari sini aku belajar akan setia. Karena sakit banget ketika kita mengetahui diri kita bukanlah yang satu-satunya di hati seseorang. Semoga Papi tidak melakukan hal sama yang dia lakukan pada Mami. Semoga kamu tidak merasakan sakit yang Mami rasakan."


Yudha berjalan mau meninggalkan Lani dan Jefri, baru beberapa langkah Lani berlari mengejar dan menahan tangan Yudha.


"Dengar dulu Yudha. Aku bersumpah saat kita berkenalan, aku tidak tahu jika kamu anaknya Om Jefri."


"Tahu atau tidak, kau tetap menjijikkan karena menjual diri pada suami orang.Terima kasih untuk pernah ikut memeriahkan hidupku, membuat percikan-percikan bahagia meski hanya sesaat dan terima kasih juga telah mengajarkan aku jika bagimu uanglah segalanya. Untuk sementara waktu, aku mungkin akan menyesal karena telah mencintaimu. Namun, aku berharap kamu akan menyesal telah kehilanganku seumur hidupmu."

__ADS_1


Yudha melepaskan pegangan tangan Lani dan berjalan cepat meninggalkan wanita itu dan Papi nya.


Lani ingin mengejar Yudha namun, tangannya di tahan Jefri. Lani melihat kepergian Yudha dengan hati yang teriris.


Jefri mengajak Lani duduk kembali ke tempat semula. Mata pengunjung lain memandangi mereka berdua dengan tatapan menghakimi.


"Biarkan aku pergi, Om. Aku harus menjelaskan semuanya pada Yudha." Mohon Lani karena tangannya masih dipegang dan ditahan Jefri.


Lani harus mengatakan semuanya. Jika dia juga terpaksa menjadi simpanan pria beristri karena kebutuhan ekonomi. Dia juga telah berniat meninggalkan Jefri.


"Apa yang akan kau jelaskan pada Yudha? Apa kau ingin mengatakan padanya jika awal kau menjadi budak nafsuku kau menikmatinya dan akhirnya ketagihan hingga 2 tahun menjadi simpananku," ucap Jefri.


"Om, sepertinya kita akhiri saja semua ini. Aku janji akan mencari kerja dan mencicil uang yang Ayah dan Ibu aku minta pada Om. Jika aku tahu semua pemberian Om untuk kedua orang tuaku di hitung atas hutang, aku tidak akan membiarkan mereka meminta pada Om!"


Lani mengatakan apa yang dia pendam selama ini. Dia memang tidak pernah menduga jika Jefri sangat licik. Mengikat Lani atas hutang ayah dan ibunya. Wanita itu pikir Jefri memberikan secara cuma-cuma.

__ADS_1


"Apa kamu pikir ini bodoh? Uang yang aku berikan untukmu saja telah lebih dari cukup sebagai bayaran tubuhmu. Jika kau menjual tubuhmu dilokalisasi kau hanya dapat ratusan ribu sekali melayani!"


Lani tersenyum dalam tangisannya. Ternyata Jefri hanya menganggapnya tidak lebih dari sekadar pemuas nafsu belaka. Selalu saja membandingkan dirinya dengan wanita penjual diri lainnya.


Bagaimana nanti jika dia menjadi istri Jefri. Pasti masih saja terus dibandingkan. Lani meyakinkan hatinya, tidak akan mau menikah dengan pria itu.


"Jangan pernah berniat pergi dariku. Cukup sekali aku mengetahui kau pernah dekat dengan pria lain. Jika kau melakukannya sekali lagi, aku pastikan ayahmu mendekam di penjara!" ancam Jefri.


Semua telah terjadi, mungkin ini takdirnya. Menjadi simpanan dan pemuas napsu pria seperti Jefri. Bukan hanya Yudha, pria manapun pasti tidak akan mau menerima dirinya yang wanita simpanan pria beristri.


Yudha, Aku telah mengkhianati kepercayaanmu, aku tidak berhak bertanya padamu tentang sesuatu, tapi aku ingin mengatakan bahwa cintaku padamu akan hidup selamanya. Aku mohon, maafkan aku. Saya tidak pernah berpikir untuk menyakitimu dengan sengaja, apa pun yang saya lakukan kepadamu tidak sengaja. Tolong maafkan aku, aku mencintaimu.


...****************...


__ADS_1


__ADS_2