TEMAN RANJANG SAHABAT IBUKU

TEMAN RANJANG SAHABAT IBUKU
Bab 27. Om Jefri Papi-nya Yudha?


__ADS_3

Lani sudah bersiap-siap, dia hari ini ada janji dengan Yudha untuk main ke rumahnya. Dia mengecek lagi dandanannya dan memastikan kalau riasannya tidak berantakan.


Tentu saja Lani tidak ingin kalau dia terlihat kurang cantik di depan Yudha.


Usai mengecek riasannya, Lani segera bergegas untuk bertemu dengan Yudha di gang depan.


Sembari berjalan, Lani mengecek ponselnya. Ada pesan singkat yang barusan dikirimkan oleh Yudha. Pesan itu memberi tahunya bahwa Yudha sudah sampai di gang depan. Lani pun mempercepat langkahnya. Dari kejauhan, Lani sudah melihat mobil yang dikendarai Yudha.


"Kamu sudah lama nunggu aku?" tanya Lani berbasa-basi.


Yudha menggelengkan kepalanya, "Baru saja aku sampai, terus aku lihat kamu dari sana," jawabnya seraya menunjuk jalan yang tadi dilewati oleh Lani.


Lani tersenyum, dia sedikit tersipu ketika melihat Yudha tersenyum tampan ke arahnya. Gadis itu masuk ke dalam mobil ketika Yudha membukakan pintu untuknya. Untung saja, di gang tempat mereka ketemu itu sepi, jadi tidak ada orang penasaran yang sedang menyaksikan mereka sekarang.


Yudha berlari kecil mengitari bagian depan mobilnya. Dia masuk ke dalam mobil lalu mulai menyalakan mesin yang tadi sempat dia matikan. Mobilnya sudah membelah jalanan beriringan dengan kendaraan lainnya.


Di dalam mobil, Lani merasa jantungnya berdegup tak keruan. Sesekali dia melirik ke arah Yudha yang menurutnya hari ini begitu tampan. Walaupun di mata Lani, setiap harinya Yudha memang selalu tampan.


"Kamu cantik banget hari ini," ucap Yudha memuji kecantikan Lani.


Lagi dan lagi, Lani tersipu mendengar pujian Yudha. Dia menyibakkan anak rambutnya ke belakang telinga bagian kanan supaya Yudha bisa lebih jelas melihat kecantikannya. Kepala Lani menunduk, dia ingin menguasai perasaannya sebentar sebelum menoleh ke arah Yudha.


"Serius?" tanya Lani sambil menatap wajah Yudha yang juga membalas tatapannya.


Yudha menganggukkan kepalanya seraya bergumam membenarkan pertanyaan Lani bahwa gadis itu memang cantik. Tangan kiri Yudha terulur ke samping kiri, dia usap kepala dan rambut panjang Lani beberapa kali.


Tindakannya ini membuat jantung Lani jadi semakin dag dig dug tak menentu.


Sikap lembut Yudha bertolak belakang dengan Jefri yang sering kasar. Lani mulai membandingkan keduanya.

__ADS_1


"Makasih," sahut Lani seraya tersenyum.


Seperti yang sudah dijelaskan tadi, bahwa hari ini Lani ada janji untuk bermain ke rumahnya Yudha. Janji itu Lani buat saat dia bertemu dengan Mami Manda di restoran untuk pertama kali. Tentu saja posisinya waktu itu juga ada Yudha.


"Padahal kalau semisal kamu ribet, kamu bisa bilang ke Mami dengan alasan kalau kamu sibuk, Lan." Yudha sedikit mengkhawatirkan Lani yang sedang dia ajak ke rumahnya untuk memenuhi janjinya dengan sang mami.


"Enggak apa-apa kali, Yud. Lagi pula nggak enak kalau aku membatalkan janji begitu saja. 'Kan kamu dengar sendiri, kalau aku sudah janji sama Mami kamu untuk membuatkan dia kue. Kalau aku tiba-tiba ingkar janji, nanti malah yang ada Mami kamu mikir yang enggak-enggak tentang aku." Lani pun menjelaskan semua alasannya kenapa dia tetap mau memenuhi janjinya kepada Mami Manda.


Yudha mengangguk-anggukkan kepalanya paham. Dia juga tidak bisa melarang Lani untuk datang, namanya juga sudah janji. Yudha pun tak ingin mengecewakan maminya dengan perempuan pilihannya.


"Pokoknya nanti kalau kamu di rumah ada merasa kurang nyaman, kamu langsung bilang ke aku," pesan Yudha yang diiyakan oleh Lani.


"Mending kamu fokus nyetir aja deh," titah Lani disertai senyuman cantik di wajahnya.


Yudha memutar musik supaya suasana di dalam mobil tidak terlalu sepi. Kebetulan jarak dari tempat Yudha menjemput Lani ke rumahnya, tidak terlalu jauh. Jadi mereka tidak perlu berlama-lama berada di perjalanan.


"Ayo masuk!" ajak Yudha sembari menggandeng tangan Lani.


Gadis itu cuma menurut saja sampai mereka benar-benar sudah masuk ke dalam rumah. Ternyata Mami Manda sudah menunggu kedatangan Lani. Perempuan setengah baya itu melambaikan tangannya ke arah Lani, mengisyaratkan kepada Lani untuk mendekat ke arahnya.


"Aduh, kamu cantik banget hari ini," puji Mami Manda kepada Lani seraya menangkup kedua pipi gadis itu.


Lani tertawa kecil hingga menunjukkan deretan gigi putihnya, "Makasih Tante," jawabnya.


"Kamu seriusan mau membuatkan kue buat Tante?" tanta Mami Manda kepada gadis cantik itu.


"Serius, Tante. Tapi nanti aku masih dalam tahap belajar, nanti Tante boleh komentarin kalau semisal kue buatan aku nggak enak ya?" pinta Lani kepada maminya Yudha.


"Ya ampun, Tante yakin kok kalau kue buatan kamu nanti pasti enak." Mami Manda masih memuji-muji Lani, bahkan perempuan paruh baya itu tidak bisa berhenti mengagumi kecantikan Lani.

__ADS_1


"Mentang-mentang sudah akrab, terus aku dianggurin begitu saja." Yudha menyahut, membuat Lani dan Mami Manda jadi tertawa.


"Anak bujang Mami marah nih." Mami Manda malah menggoda Yudha, membuat Lani jadi semakin tertawa ringan.


"Ya sudah, sini masuk, kita duduk dulu." Mami Manda menarik tangan Lani ke arah ruang keluarga.


Lani hanya mengikutinya saja. Begitu pula dengan Yudha yang berjalan di belakang kedua perempuan beda generasi tersebut. Yudha senang karena maminya dan Lani bisa cepat akrab seperti ini.


"Oh ya, kamu sudah makan atau belum? Kamu mau makan dulu di sini? Tadi Tante masak opor ayam loh, Yudha bilang sih katanya enak." Mami Manda tak lupa menawarkan Lani makan karena dia tidak mungkin kalau tidak menjamu tamunya.


"Nanti saja Tante, kebetulan tadi aku sudah makan," tolak Lani halus. Pandangan Lani sekarang tertuju ke arah pigura foto yang tergantung rapi di dinding, "Ini fotonya Yudha waktu kecil, Tante?" tanya Lani seraya menunjuk pigura tersebut.


Mami Manda dan Yudha ikut menoleh. Mereka berdua serentak mengiyakan pertanyaan Lani. Akhirnya Mami Manda dan Yudha pun menemani Lani untuk melihat foto-fotonya Yudha terlebih dulu.


"Jangan dilihat lama-lama, aku malu." Yudha mengingatkan Lani supaya menyudahi acara menonton fotonya tapi Lani tidak mau.


"Biarin kali Yud, Lani juga penasaran." Mami Manda menegur Yudha, membuat lelaki itu tak bisa apa-apa.


Sampai di pigura yang entah ke berapa karena saking banyaknya pigura yang digantung. Lani melihat foto Yudha bersama Mami Manda dan seorang pria yang Lani duga itu adalah papinya Yudha. Namun, ada yang lebih mencengangkan, Lani mengenali lelaki itu.


Kenapa Om Jefri ada di dalam foto ini sama Yudha dan Tante Manda? Tanya Lani dalam hati.


"Ini Tante sama siapa, ya?" tanya Lani.


"Itu papinya Yudha, Lan," jawab Mami Manda.


Om Jefri itu papinya Yudha? Batin Lani. Dia berubah jadi gugup, kaget karena mengetahui kebenaran ini.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2