TEMAN RANJANG SAHABAT IBUKU

TEMAN RANJANG SAHABAT IBUKU
Bab 78. Kecelakaan Jefri


__ADS_3

Malam harinya Jefri yang baru pulang dari klub malam, mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Matanya terasa berat dan kepala pusing.


Jefri tidak melihat ada mobil lawan sehingga saat sudah semakin dekat, dia terkejut hingga membanting setir dan menabrak pembatas jalan begitu kerasnya.


Mobil yang Jefri kendarai tampak sangat ringsek berat. Tubuh Jefri tampak terjepit. Setengah jam berlalu barulah ada pertolongan.


Orang yang melihat ada kecelakaan itu memanggil mobil ambulans. Kaki Jefri yang terjepit, sangat sulit dikeluarkan dan membutuhkan alat pembantu.


Setengah jam barulah tubuh Jefri bisa di angkat dan dibawa ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, pihak polisi yang menolong Jefri memeriksa ponselnya dan terdapat nama anakku Yudha. Sehingga polisi menghubungi nomor pria itu.


Yudha yang sedang berada di rumah Aira, kaget mendengar kabar jika ayah sambungnya itu kecelakaan.


"Aira, aku harus ke rumah sakit. Papa Jefri kecelakaan," ucap Yudha dengan suara gemetar. Walau bagaimana pun sikap Jefri pada Mami, di luar itu dia yang telah memberikan kasih sayang dan perhatian pada Yudha di saat kecil.


Yudha tentu menyaingi pria itu, walau ada rasa kecewa. Yang pria itu tahu, Jefri lah ayahnya.


"Om Jefri kecelakaan? Aku harus beri tahu Mama. Kita sama-sama ke rumah sakit!" ucap Aira.


Aira masuk ke rumah dan menghampiri Mama dan Papanya yang sedang asyik menonton. Aira tampak gugup.


"Pa, Ma, aku dan Yudha harus ke rumah sakit!" ucap Aira terbata.

__ADS_1


"Siapa yang sakit? Kenapa kamu kelihatan pucat begitu?" tanya Mama Susanti melihat wajah putrinya yang tampak pucat.


"Om Jefri kecelakaan. Saat ini keadaannya sangat kritis."


Papa dan Mama Aira kaget mendengarnya. Mereka juga ingin ke rumah sakit. Namun, Aira tidak mungkin menunggu kedua orangnya berganti baju. Dia pamit duluan ke rumah sakit.


"Kamu pergilah, nanti Papa dan Mama menyusul. Kamu kabari saja keadaannya jika telah sampai di rumah sakit."


"Baik, Ma. Aku pamit dulu. Yudha menunggu di luar. Dia sangat panik sehingga tidak sempat pamit."


"Tidak apa. Pergilah cepat!" ucap Mama lagi.


"Mari kita pergi," ajak Aira.


Tanpa menjawab ucapan Aira, Yudha berjalan menuju mobilnya. Setelah Aira duduk, Yudha menjalankan mobilnya dengan kecepatan lumayan tinggi. Yudha telah mengabari jika Papi-nya mengalami kecelakaan.


Mami yang saat ini sedang berada di luar kota, berjanji akan kembali besok pagi. Dengan pikiran yang kacau Yudha menjalankan mobilnya. Aira yang melihat itu menjadi takut.


"Yudha, biar aku yang nyeri. Kamu pinggirkan mobil. Kita bertukar duduk. Kamu sedang suntuk, tak baik mengendarai mobil. Tidak akan konsentrasi. Perjalanan kita satu jam menuju rumah sakit."


Tanpa membantah, Yudha menepikan mobil dan bertukar tempat. Aira yang kini mengendarai mobil. Dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


Jalanan macet membuat mereka sedikit telat sampai di rumah sakit. Setelah memarkirkan mobilnya, Aira dan Yudha berjalan cepat menyusuri lorong rumah sakit menuju ruang IGD.


Sampai di ruangan itu, kebetulan ada dokter yang keluar. Yudha langsung bertanya bagaimana keadaan Papi Jefri.


"Apakah anda keluarga Bapak Jefri?" tanya Dokter itu.


"Iya, Dok. Saya anaknya!"


"Syukurlah akhirnya ada keluarga yang mewakili Bapak Jefri. Kami harus melakukan tindakan operasi pada Kaki Pak Jefri. Apakah anda bersedia menandatangani surat persetujuan."


"Baik, Dok! Saya akan tanda tangani. Lakukan apa saja yang terbaik buat Papi saya."


"Baik, Pak. Kami akan berusaha melakukan semua yang terbaik."


Yudha mengurus administrasi tentang operasi Papi. Setelah semua selesai, dia dan Aira menunggu di depan ruang operasi.


Papa dan Mama Aira telah bergabung dengan mereka. Tampak semua gelisah menunggu jalannya operasi. Aira yang mengantuk, bersandar di bahu Yudha, akhirnya terlelap.


Tiga jam berlalu akhirnya operasi selesai. Dokter menemui Yudha dan mengatakan jika kaki kirinya Jefri harus di amputasi. Mendengar itu, tubuh Yudha lemas. Bagaimana nanti reaksi Jefri saat terjaga dan mengetahui jika kaki kirinya telah diamputasi hingga lutut?


...****************...

__ADS_1


__ADS_2