TEMAN RANJANG SAHABAT IBUKU

TEMAN RANJANG SAHABAT IBUKU
Bab 68. Taman Bermain


__ADS_3

Namanya janji, tentu saja harus ditepati. Hari ini, Yudha menepati janjinya buat mengajak Aira pergi jalan-jalan. Sekitar jam delapan, Yudha sudah sampai di rumahnya Aira buat menjemput gadis itu.


"Mau jalan-jalan ke mana memangnya?" tanya ibunya Aira kepada anak gadisnya.


"Ke taman bermain, Bu. Kayaknya seru kalau naik ini itu," jawab Aira jujur.


"Ya sudah, kalian hati-hati di jalannya. Pulangnya jangan malam-malam," pesan ibunya Aira.


"Iya, Bu. Aku tidak akan mengajak Aira main sampai malam kok," jawab Yudha.


Ibunya Aira percaya, dia mengiringi kepergian Yudha dan Aira. Bahkan ibunya Aira juga melihat mobil yang dikendarai Yudha menjauh dari pelataran rumahnya.


Di dalam mobil, Aira tampak senang karena Yudha benar-benar datang dan mengajaknya buat ke taman bermain. Aira sudah membayangkan kalau nanti dia akan naik wahana ini dan itu.


"Kamu kenapa? Dari tadi kayaknya bahagia banget? Aku perhatikan, kamu senyum terus," tanya Yudha kepada Aira yang tidak bisa berhenti memandangi wajah Yudha dari samping.


Kepala Aira menggeleng, "Enggak, aku cuma seneng aja karena akhirnya kita beneran bisa kencan hari ini," jawabnya jujur.


Yudha terkekeh, dia mengacak-acak rambutnya Aira dan membuat gadis itu jadi tersipu malu. Aira merasa kedua pipinya memanas. Sekarang dia yakin kalau pipinya pasti merah merona bagai kepiting rebus.


"Aku 'kan sudah janji, jadi pasti aku tepati," ucap Yudha seraya mengecup punggung tangan Aira.


Aira mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti, dia pun balik mencium punggung tangan Yudha sampai membuat hatinya Yudha berbunga-bunga. Hanya dengan perhatian seperti ini saja, sudah membuat perut mereka terasa tergelitik.

__ADS_1


Yudha kembali fokus menyetir, begitu pula Aira yang fokus dengan musik di mobil. Gadis itu ingin memutar musik, tapi dia kaget saat tiba-tiba musik yang terputar itu musik rock dengan volume yang sangat kencang. Aira sampai mengusap dadanya karena saking kagetnya. Yudha pun turut kasihan melihat kekasihnya kaget pada musik rock yang dia dengarkan semalam.


"Kamu apa-apaan sih, Yud? Kenapa kamu dengerin musik rock kenceng banget begini?" protes Aira.


"Iya maaf, aku kelupaan." Yudha cuma nyengir dan meminta maaf.


Aira pun mengecilkan volume musiknya dan memutar musik lain, selain rock. Gadis itu tidak begitu menyukai musik rock seperti Yudha. Kalau begini, maka suasana mobil tidak akan terlalu sepi.


Mobil yang dikendarai Yudha sudah ikut mengantre dengan kendaraan lainnya. Mereka sudah sampai di taman bermain. Setelah dilihat-lihat, ternyata tidak terlalu ramai. Jadi ada kemungkinan nanti mereka tidak akan antre terlalu lama dengan pengunjung lainnya.


Yudha membuka sabuk pengamannya, begitu pula dengan Aira. Mereka sama-sama keluar dari mobil, kini berjalan ke loket untuk membeli tiket berdua. Tidak sampai dua menit, tiket sudah ada di tangan. Bahkan punggung tangan mereka juga sudah dicap oleh petugasnya yang artinya mereka bebas naik apa saja dan ke mana saja.


"Kamu mau naik apa?" tanya Yudha kepada Aira. Yudha juga belum tahu, permainan apa yang suka dinaiki oleh kekasihnya kalau berada di taman bermain seperti ini.


Aira mengedarkan pandangan. Dia melihat-lihat apa yang sekiranya asik untuk dinaiki. Kepala Aira menggeleng, mungkin maksudnya dia belum ingin naik wahana apa-apa untuk sementara.


Yudha menoleh ke arah Aira, setelah berpikir lama akhirnya Yudha menggelengkan kepalanya. Kini lelaki itu berpikir kalau mungkin saja Aira akan mengajaknya naik wahana yang berhubungan dengan ketinggian.


"Kita keliling-keliling dulu deh, kalau naik wahananya sebentar dulu," ucap Aira. Yudha kembali mengiyakan.


Mereka berjalan ke sana kemari, melihat-lihat pengunjung lainnya yang sedang menikmati berbagai wahana. Dari rollercoaster, kora-kora, kincir angin dan masih banyak lagi yang lainnya.


Aira tersenyum ketika dia melihat ada seorang anak kecil yang menangis saat akan dititipkan ke pengasuhnya ketika ibu dan ayahnya akan naik rollercoaster. Bagi Aira, tangisan anak kecil itu begitu menggemaskan.

__ADS_1


"Kamu mau masuk ke rumah hantu?" tanya Yudha saat lelaki itu baru saja melihat ada rumah hantu di sana.


"Siang hari begini? Nggak seru dong," sahut Aira. Yudha tidak berpikir sampai ke sana kalau masuk rumah hantu itu asiknya di malam hari.


"Jadi mau naik apa?" tanya Yudha lagi. Yudha takut kalau dia mengajak naik wahana yang dia inginkan, nanti Aira tidak suka jadi Yudha lebih baik bertanya-tanya.


Aira diam sejenak, hingga akhirnya jari telunjuk Aira menunjuk rollercoaster untuk dijadikan wahana pertama yang akan mereka nikmati hari ini. Yudha mengangguk, dia mengiyakan keinginan Aira dan mereka segera datang ke petugas di bagian loket rollercoaster. Seperti yang dibilang tadi, mereka tidak perlu membayar tiket lagi dan bisa langsung naik hanya dengan menunjukkan cap di punggung tangan mereka.


Keduanya sudah naik ke rollercoaster dan petugas membantu mereka memasangkan pengaman. Aira dan Yudha yakin kalau mereka akan menikmati wahana pertama mereka ini. Hingga akhirnya rollercoaster pun mulai maju perlahan-lahan sampai akhirnya menjadi cepat.


Yudha merasa senang, teriakannya yang semalam belum bisa dia keluarkan semuanya kini bisa dia keluarkan. Begitu pula dengan Aira, dia juga berteriak guna melampiaskan perasaan cemburunya pada Lani beberapa hari kemarin. Mereka sama-sama menikmati wahana rollercoaster dan tidak ada yang menyesal karena memilih rollercoaster sebagai pilihan pertama.


Rollercoaster berhenti, Yudha dan Lani sama-sama lebih lega. Mereka tertawa bersama. Sepertinya mereka memang sama-sama menyukai naik rollercoaster. Buktinya di antara mereka tidak ada yang terhuyung-huyung seperti orang mabuk. Mereka malah menikmatinya.


Malah sekarang, Yudha ingin ganti mengajak Aira buat naik kora-kora. Gadis itu tidak menolak, Aira mengiyakan. Hingga akhirnya mereka kembali naik wahana lainnya. Untuk wahana kedua, mereka memilih kora-kora. Suara teriakan kebahagiaan terdengar dari bibir mereka.


Bagi Yudha, Aira adalah gadis yang bisa mengimbanginya dan membuat Yudha nyaman. Yudha senang bersama gadis yang seperti Aira, bisa diajak bermain ini dan itu. Namun meski tadi Aira adalah gadis penakut pun, Yudha tidak akan menyesal karena sudah memilih Aira sebagai kekasihnya. Yudha akan tetap senang.


Pandangan Yudha tidak bisa beralih dari wajah Aira saat mereka menaiki kincir angin. Gadis itu terlihat sangat menyukai momen saat ini. Yudha juga ikut lega karena akhirnya Aira bisa tertawa lepas. Usai naik rollercoaster, kora-kora dan kincir angin, sekarang Yudha mengajak Aira buat naik bianglala.


"Kamu bahagia, bisa bermain di taman hari ini?" tanya Yudha, yang diangguki oleh Aira.


"Eum, aku senang. Makasih ya, sudah membuat aku tertawa," ucap Aira.

__ADS_1


Yudha turut lega mendengarnya. Aira tidak berbohong. Karena hari ini, Aira juga jadi lupa akan rasa cemburunya pada Lani yang dia rasakan kemarin.


...****************...


__ADS_2