TEMAN RANJANG SAHABAT IBUKU

TEMAN RANJANG SAHABAT IBUKU
Bab 67. Kenapa Kamu Lani?


__ADS_3

Tubuh Jefri terhuyung hingga dia terjatuh ke sofa karena tidak siap akan tindakan Yudha barusan. Jefri tidak mengira kalau Yudha akan memukulnya seperti ini sehingga Jefri juga tidak memiliki kesiapan. Bibirnya robek, ada sedikit darah segar yang keluar dari sudut bibir Jefri. Lelaki itu menatap marah ke arah putranya.


"Berani kamu memukul Papimu sendiri, demi perempuan itu?" Jefri bangun dan membentak Yudha, tapi Yudha sama sekali tidak takut pada gertakan Jefri.


Yudha semakin mendekatkan tubuhnya ke arah papinya, "Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah menjadi laki-laki seperti Papi. Aku tidak akan menjadi laki-laki berengsek kayak Papi," kata Yudha lirih, tepat di depan wajah Jefri yang menatapnya penuh kemarahan.


Usai mengatakan itu, Yudha meninggalkan Jefri begitu saja. Lelaki itu tidak menghiraukan seruan papinya. Meski Jefri sudah memanggil namanya berulang kali, Yudha sama sekali tidak peduli.


Yudha meninggalkan papinya di dalam ruang kerjanya. Kakinya melangkah cepat menuruni tangga rumah itu. Yudha memilih pergi dan tidak ingin melanjutkan perdebatan ini.


Baginya, satu tinjunya tadi sudah cukup untuk mewakili rasa kesalnya karena tingkah Jefri yang suka mempermainkan perempuan.


"Kenapa juga dulu Mami harus mau menikah dengan laki-laki seperti dia? Rayuan apa yang dia pakai untuk merayu perempuan sebaik Mamiku." Yudha sampai tak habis pikir, kenapa dulu Mami Manda sampai mau menikah dengan Jefri.


Langkah kaki Yudha sudah sampai di luar rumah. Dia bergegas menuju mobilnya dan mencari udara segar. Yudha butuh waktu untuk menenangkan hati dan perasaannya karena masalah ini. Dia butuh bernapas dan ketenangan untuk sekejap.


Mobil yang dikendarai Yudha kembali membelah jalanan. Lampu-lampu jalanan menjadi perhiasan malam, membuat Yudha jadi sedikit tenang. Guna membuat perasaannya lebih tenang lagi, Yudha memilih memutar musik rock di mobil.


Dia menyetir sambil berteriak-teriak mengikuti irama musik yang dia dengar. Dengan begini, Yudha tidak akan terlalu terlihat sedang frustrasi. Karena orang-orang pasti akan mengira dia sedang menikmati musik.


Ketika di lampu merah, beberapa pengendara lainnya mendengar suara kencang dari mobil yang dikendarai Yudha. Namun, mereka juga tidak berani untuk mengatakan apa-apa.

__ADS_1


Sampai lampunya kembali menyala, Yudha langsung tancap gas dan mencari tempat yang nyaman untuknya berdiam diri.


Di lain tempat, Lani tidak bisa tidur. Dia yang masih berada di rumah sakit itu, tidak pernah berhenti memikirkan Yudha. Setiap saat yang Lani tanyakan hanyalah Yudha dan Yudha.


Adiknya Lani pun kadang sampai kesal tapi juga kasihan setiap kali Lani menanyakan keberadaan Yudha.


Seperti sekarang ini, adiknya Lani sudah berulang kali memberi pengertian kepada Lani kalau Yudha sudah pulang karena ada urusan penting. Namun Lani tetap saja tidak mengerti. Gadis itu terus meminta supaya adiknya menghubungi Yudha dan meminta Yudha untuk datang ke rumah sakit. Sayangnya, adiknya Lani tidak ingin melakukan hal itu.


"Aku mau nelfon Yudha," kata Lani, dia memohon pada adiknya untuk memberikan ponselnya.


"Baterainya belum penuh, nanti kalau sudah penuh akan aku berikan," jawab adiknya Lani. Sedari tadi, adiknya Lani terus memberikan alasan yang sama kepada Lani. Padahal aslinya, ponselnya Lani tidak sedang diisi daya. Semua ini, dilakukannya karena dia tidak ingin Lani menelepon Yudha. Meski adiknya Lani juga lelah harus menjaga Lani di rumah sakit.


Namun, tadi Yudha berpesan kepadanya kalau Yudha tidak ingin diganggu. Sehingga adiknya Lani takut kalau dia kena omelan dari Yudha.


Terkadang, Yudha juga merasa iri pada kebersamaan keluarga yang tetap harmonis meski anak-anaknya sudah dewasa, bahkan ada yang sampai memiliki cucu tapi tetap saja hubungan keluarganya baik-baik saja.


Tidak seperti keluarganya yang berantakan karena keegoisan papinya dan hadirnya Lani sebagai orang ketiga dalam hubungan Jefri dan Mami Manda.


Saat Yudha melihat ada tempat yang sepi, Yudha langsung menepikan mobilnya di sana. Lelaki itu menghela napas panjang, dia lelah usai berteriak-teriak via bernyanyi.


Namun, sekarang Yudha bisa merasakan hatinya sedikit lega. Yudha memejamkan matanya, memikirkan semua yang terjadi kepadanya. Kadang kala, Yudha juga sering bertanya, kenapa semua ini menimpa keluarganya? Itu yang sering Yudha tanyakan, tapi Yudha tetap tidak mendapatkan jawaban yang dia inginkan.

__ADS_1


"Aku tidak menyesal terlahir dari rahim Mamiku, tapi aku menyesal kenapa Mamiku memilih Papi sebagai suami," gumam Yudha pelan seraya memijat pelipisnya yang berdenyut tak keruan.


Yudha tidak mematikan musiknya, tapi Yudha mengurangi volume lagunya agar tidak ada yang mengira dirinya sedang berbuat yang aneh-aneh di sana.


Ketika Yudha sudah merasa sedikit baikan, dia mendengar ponselnya berbunyi. Yudha segera melihat siapa yang meneleponnya.


Lelaki itu berharap kalau orang yang meneleponnya itu adalah Aira, tapi sayangnya bukan. Gadis yang Yudha pikirkan tidak meneleponnya, melainkan perempuan yang dia anggap menjadi biang masalah dalam situasi ini. Siapa lagi kalau bukan Lani.


Nama Lani tertera di layar ponselnya. Yudha mengerang, dia kesal saat melihat ada nama itu yang menjadi orang yang meneleponnya. Yudha tentu saja tidak akan menerima panggilan itu karena Yudha enggan apabila dia diminta ke rumah sakit lagi.


Akhirnya, Yudha memasang mode diam di ponselnya dan benar-benar mengabaikan telepon dari Lani. Dirinya sudah lelah dengan apa yang terjadi di hari ini, Yudha tidak ingin menambah rasa lelahnya lagi karena Lani.


Jauh di dalam lubuk hatinya Yudha sekarang ini, hanya tersisa perasaan kasihan untuk Lani. Entahlah, sebenarnya Yudha tidak mengerti juga apa yang dirinya rasakan saat ini pada Lani. Apakah cinta, sayang, dan sekadar kasihan?


Bagi Yudha, Lani bukanlah apa-apa. Namun tetap saja, rasa kasihan itu masih ada. Mungkin karena sebagai sesama manusia, dan karena mereka pernah saling kenal, jadi tidak menutup kemungkinan apabila perasaan kasihan itu dimiliki oleh Yudha buat Lani.


"Kamu kenapa mau menghancurkan hidupmu seperti ini sih, Lan? Kamu kenapa mau menjadi simpanannya Papiku?" tanya Yudha yang sebenarnya ingin dia tujukan kepada Lani, tapi Yudha tidak bisa mengatakannya langsung karena Yudha takut jika Lani berpikir lain.


"Kenapa dulu kamu cuma ninggalin aku doang? Kenapa kamu nggak langsung ninggalinnya setelah tahu dia Papiku? Kenapa kamu mau sama laki-laki brengsek kayak Papiku?"


Yudha memukul-mukul setirnya guna melampiaskan rasa marahnya. Dia mengencangkan volume lagunya dan berteriak sangat kencang agar perasaannya juga lega.

__ADS_1


Yudha hanya butuh pelampiasan dan waktu untuk menenangkan diri malam hari ini. Yudha ingin marah kepada Lani, tapi dia juga tidak tega karena kondisi Lani yang baru saja menjalani operasi. Andai saja bisa, Yudha sudah mencaci maki Lani sepuasnya agar hatinya juga ikut tenang.


...****************...


__ADS_2