TEMAN RANJANG SAHABAT IBUKU

TEMAN RANJANG SAHABAT IBUKU
Bab 61. Kedatangan Dira.


__ADS_3

Jefri masih dengan pendiriannya yang tidak akan membantu Lani. Akhirnya Susanti pasrah dengan apa yang dilakukan Jefri.


Dari kantor Jefri Susanti mengajak Aira anaknya ke rumah Manda, Mami-nya Yudha. Namun, Mami Manda tidak ada di tempat. Wanita itu pergi ke Singapura buat urusan bisnis.


"Maaf, Tante. Mami mengatakan pulang dari Singapura akan langsung ke rumah Tante. Mami mendadak pergi tadi pagi. Lagi pula aku nggak tahu kalau hari ini Tante nya datang. Tante nggak ngomong kemarin."


"Tante nggak bisa janji kapan waktunya, takut nanti setelah berjanji ada halangan. Lain kali kami juga dapat bertemu."


"Mami juga tadi sebelum berangkat ngomongnya mau ke rumah tante, kok!"


"Akan tante tunggu kehadiran Mami."


Mama Susanti memandang ke arah putrinya dan berkata, "Mama mau pulang. Kamu tetap di sini atau pulang bersama Mama?" tanya Santi.


"Biar Aira denganku, Tante. Aku mau ajak jalan. Nanti aku yang antar pulang."


"Baiklah! Tante pulang dulu," ucap Susanti.


Susanti berdiri dan berjalan keluar menuju mobilnya. Sebelum masuk mobil, Susanti berpesan pada Aira.


"Jaga diri baik-baik. Jangan pulang terlalu malam."

__ADS_1


"Baik, Ma. Aku tidak akan memalukan dan mengecewakan Mama."


Susanti menjalankan mobilnya perlahan dan meninggalkan Aira. Setelah Mama Susanti pergi Aira dan Yudha bersiap-siap mau ke mal.


Baru saja mereka akan masuk mobil, tampak sebuah taksi masuk ke halaman rumah. Yudha dan Aira mengurungkan niat masuk ke mobil. Melihat siapa tamu yang berkunjung.


Seorang gadis keluar dari taksi itu dan langsung menghampiri keduanya. Aira terutama Yudha merasa kaget melihat siapa yang menjadi tamu-nya itu.


"Dira! Apa yang membuat kamu ke sini?" tanya Yudha.


"Aku ingin bicara, Kak."


Yudha memandangi Aira, meminta persetujuan kekasihnya itu. Dia tidak mau membuat Aira tidak nyaman.


"Silakan kamu bicara. Aku tidak punya banyak waktu!" ucap Yudha. Mendengar ucapan Yudha yang sedikit menyinggung, Aira mencubit lengan pria itu.


Dira tampak sedikit cemberut.Namun, hanya sesaat. Setelah itu dia langsung berubah dengan berusaha tersenyum.


"Aku datang saat ini hanya ingin minta penjelasan dari Kak Yudha?"


"Penjelasan? Penjelasan apa?" tanya Yudha.

__ADS_1


"Bukankah Kak Yudha berjanji akan datang melihat dan menemani Kak Lani untuk kemo hari ini. Tapi kenapa sampai detik ini belum ke rumah sakit. Beruntung Kak Lani hanya butuh satu malam menginap."


Yudha dan Aira baru teringat jika mereka janji akan menemani Lani untuk kemo. Merasa bersalah, Aira meminta maaf.


"Maafkan aku, Dira. Aku benar-benar lupa," ucap Aira.


"Yang paling diinginkan kehadirannya itu Kak Yudha. Bukan siapa-siapa," ucap Dira.


"Maaf, aku tau," ucap Aira sedikit sedih. Yudha memandangi wajah Aira yang berubah sedikit sedih tidak terima. Dia langsung emosi.


"Maaf, Dira. Jika Aira tidak menemani aku dan tidak mengizinkan aku menemani Lani, aku tidak akan datang. Dengarkan baik-baik, Aira ini sebenarnya kekasihku. Dia yang meminta aku menemui dan membujuk Lani. Jadi aku harap kamu mengerti dan menghormati Aira," ucap Yudha sedikit emosi.


"Maaf Mbak Aira. Aku nggak tahu."


"Nggak apa. Lagi pula aku yang tidak jujur denganmu. Aku janji saat nanti Lani di operasi kami akan datang. Kemarin ada sedikit masalah. Membuat aku dan Yudha lupa jadwal kemo Lani."


"Iya, Mbak. Sekali lagi Maaf. Aku hanya ingin menagih janji Kak Yudha."


"Jangan takut, aku janji akan mengingatkan Yudha. Sekali lagi Maaf," ucap Aira.


Dira akhirnya kembali setelah Aira berjanji akan mengingatkan Yudha untuk menemani dan menjaga Lani saat operasi.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2