
Yudha belum bisa menerima putusnya jalinan cinta dia dan Lani. Apa lagi wanita itu memutuskan secara tidak langsung sehingga dia tidak bisa meminta penjelasan secara langsung dengan wanita itu.
Yudha melihat Lani keluar dari kelas, dia cepat-cepat berlari ke arah gadis itu. Ada yang ingin Yudha tanyakan kepada Lani sekarang yang sudah berstatus mantannya.
Yudha tidak terima diputuskan sepihak oleh Lani kemarin. Yudha butuh penjelasan.
Lani terlihat kaget saat melihat Yudha berdiri di depannya. Lani berusaha menghindar tapi Yudha sudah lebih cepat menahan tas Lani sampai gadis itu tidak bisa melangkah.
Lani menghela napasnya, dia berusaha sabar menghadapi Yudha. Walau sebenarnya Lani juga tidak mau putus dari Yudha.
"Kita harus bicara, Lan," kata Yudha.
"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, semuanya tentang kita sudah selesai kemarin." Lani membalikkan badan, dia melepaskan tangan Yudha dari tasnya secara paksa.
"Aku nggak mau diputusin sepihak begini sama kamu, aku butuh penjelasan. Setidaknya kasih aku alasan kenapa kamu mutusin aku." Yudha masih belum menyerah.
Lani tetap melangkahkan kakinya tanpa menghiraukan Yudha. Namun tiba-tiba Lani berhenti, "Aku sudah tidak cinta lagi sama kamu, dan aku mau kalau kamu tidak usah mencari-cari aku lagi," kata Lani memberi alasan tanpa menolehkan kepalanya ke arah Yudha. Gadis itu lanjut berjalan meninggalkan Yudha sendirian di sana.
Yudha mengacak-acak rambutnya. Dia masih belum bisa menerima bahwa Lani memutuskannya begitu saja dengan alasan yang menurutnya rancu. Terlebih lagi, Lani sudah datang ke rumahnya dan bertemu maminya. Tentu saja karena hal itu, Yudha berpikir bahwa Lani akan serius menjalin hubungan dengannya. Namun malah nyatanya, Lani meninggalkannya tanpa perasaan.
Yudha berteriak kencang di sana, hingga membuat beberapa mahasiswa yang melewat jadi menatap ke arahnya. Kebanyakan dari mereka penasaran pada apa yang terjadi kepada Yudha. Karena Yudha gagal mengajak Lani bicara baik-baik, dia pun memutuskan pergi dari sana.
Tetapi mendadak lelaki itu ingin menyelidiki Lani. Lebih tepatnya mengenai hubungan Lani, Yudha takut kalau ternyata selama ini dirinya diselingkuhi atau malah Lani sudah memiliki kekasih baru.
__ADS_1
"Pokoknya aku harus menyelidiki Lani secepatnya," putus Yudha.
Lelaki itu mulai dari bertanya-tanya kepada teman satu fakultas Lani, apakah dari mereka ada yang mengetahui tentang laki-laki yang sedang dekat dengan Lani selain dirinya.
Namun kebanyakan dari mereka bilang bahwa mereka tidak melihat Lani dekat dengan laki-laki lain selain Yudha. Mendengar kenyataan itu bukannya membuat Yudha lega tapi malah semakin penasaran. Dia semakin tertantang untuk mencari tahu lebih dalam lagi.
"Tapi, gue sempat nggak sengaja lihat Lani jalan sama Om gitu di mall," celetuk salah satu dari teman satu fakultas Lani saat Yudha akan pergi dari sana.
"Papanya mungkin," sahut yang lainnya.
"Tapi kalau sama Papanya, kelihatan mesra sih?"
"Iya kali, itu Papanya. Lagi pula, ada kali anak yang mesra sama Papanya. Sudah ah, jangan ngomong yang enggak-enggak, takutnya malah nanti fitnah 'kan nggak enak sama Lani. Terus nggak baik juga buat nama baik fakultas kita," tegur salah satu di antara kelima mahasiswa dan mahasiswi yang sedang ditanya-tanya oleh Yudha.
"Iya, Yud. Tentang Lani jalan sama Bapak-bapak tadi itu belum tentu kalau Lani nakal kok. Soalnya kami juga nggak punya bukti, jadi sorry nggak bisa bantu."
Kelima mahasiswa itu malah saling tatap. Rasanya aneh mendengar Yudha menanyakan rumahnya Lani, padahal mereka sempat menjalin kasih. Yudha akhirnya mengimbuhi fakta bahwa dia memang belum pernah datang ke rumahnya Lani atau diajak ke rumahnya. Jadi wajar kalau Yudha tidak tahu.
"Kami juga nggak tahu sih di mana rumahnya Lani," jawab mereka kompak.
"Kenapa nggak coba lo buntuti Lani saja? Ya, buat tahu di mana rumahnya doang," usul mereka.
Yudha menimbang-nimbang usulan dari mereka berlima. Akhirnya Yudha mengiyakan dan sepertinya itu bukanlah ide yang buruk. Yudha pamit dari sana setelah mengucapkan kata terima kasih dan berpesan kalau jangan sampai mereka bicara atau memberi tahu Lani mengenai pertanyaannya barusan.
__ADS_1
Yudha mencari-cari keberadaan Lani di semua penjuru kampus. Sampai-sampai lelaki itu merasa kelelahan, tapi Yudha tidak pantang menyerah. Keingintahuannya mengenai siapa yang dekat dengan Lani sudah menggerogoti rasa penasaran Yudha, sehingga dia akan melakukan apa saja untuk menemukan alamat rumah Lani.
Ketika Yudha sedang mengatur napasnya, dia tidak sengaja melihat Lani sudah berjalan ke arah luar gerbang. Yudha pun segera berlari ke parkiran lewat jalan lain seraya memperhatikan Lani supaya tidak kehilangan jejak. Kini Yudha sudah berada di dalam mobilnya, dia berusaha keluar dari parkiran terlebih dulu dan saat itu juga Yudha melihat Lani sudah naik ke motor milik tukang ojek yang dia pesan secara daring.
Yudha tancap gas, dia mengikuti Lani secara perlahan-lahan supaya Lani tidak sadar kalau dirinya sedang diikuti. Untungnya jalanan tidak macet, jadi Yudha tidak kehilangan jejak Lani. Karena Lani naik motor yang bisa selip sana selip sini. Berbeda dengan Yudha yang memakai mobil tidak bisa seenaknya menyelip ini dan itu.
Tidak sampai lima menit, motor yang dikendarai tukang ojek daring tadi berhenti di sebuah bangunan megah nan menjulang tinggi. Yudha bukannya tidak tahu itu bangunan apa, Yudha tahu betul. Itu adalah bangunan untuk apartemen. Sampai sejauh ini, Yudha masih belum ketahuan dan Lani juga tidak tahu bahwa dia diikuti.
"Lani tinggal di apartemen selama ini? Sendirian atau sama keluarganya? Tapi kayaknya enggak deh kalau sama keluarganya," gumam Yudha bingung.
Kedua bola mata Yudha masih mengikuti Lani yang masuk ke dalam gedung tersebut. Yudha keluar dari mobilnya, dia pun iseng-iseng berjalan pelan ke arah gedung.
Yudha melihat Lani masuk ke dalam lift bersama dengan beberapa orang lainnya. Yudha melompat mundur saat Lani mendadak menoleh ke arah luar. Hampir saja Yudha ketahuan.
Yudha kembali ke mobilnya karena dia tidak ingin ketahuan oleh Lani. Namun Yudha masih penasaran mengenai kedatangan Lani ke apartemen itu untuk apa. Saking penasarannya, Yudha memilih menunggu Lani di dalam mobilnya. Lelaki itu ingin memastikan apakah Lani memang tinggal di sana atau tidak.
Satu jam berlalu, Yudha masih menunggu tapi Lani tak kunjung keluar. Sampai akhirnya Yudha kembali melihat Lani yang sudah berganti pakaian. Lani terlihat membeli makanan yang tak jauh dari gedung apartemen tersebut lalu Lani kembali masuk ke dalam gedung itu.
Usai melihat ini, Yudha jadi yakin kalau Lani memang tinggal di apartemen itu. Lani tidak sedang main ke tempat teman atau hanya sekadar mampir belaka. Yudha pun akhirnya pergi dari sana dan pulang.
Yudha akan mulai menyelidiki Lani. Bukankah dia selalu berkata berasal dari keluarga tidak mampu tapi tinggal di apartemen mewah. Bukan itu saja, Lani juga mengenakan pakaian yang bermerek. Apa yang sebenarnya kamu sembunyikan?
...****************...
__ADS_1
Selamat Siang semuanya. Selamat menikmati akhir pekan.