Terjebak Cinta Didalam Perjodohan

Terjebak Cinta Didalam Perjodohan
21. Bertemu Widya


__ADS_3

Ditengah perjalanan Bella merasa lapar, sampai bunyi perut Bella terdengar oleh Dania. Dania yang mendengar perut Bella berkeroncongn langsung mengajak Bella untuk makan di warung makan dekat makam.


Selesai makan Dania dan Bella langsung pulang tetapi saat Mereka sedang jalan Bella bertemu dengan Widya.


"Hai, Bella kamu kok udah pulang ke Indo?"


Ucap Widya


"Hemm. Iya kak." Jawab Raina dengan bingung


"Oh. Bagaimana kabar Rangga sekarang dan Dia siapa." Ucap Widya sambil menunjuk kearah Dania.


"Ini mbak Danai, Istrinnya Mas Rangga." Jawab Bella dengan menggenggam tangan Dania


"Danai." Ucap Dania sambil menjulurkan tangan kanannya.


"Widya, mantan pacarnya Rangga. Jadi ini Istrinya Rangga udah di apain aja kamu sama Rangga."


"Udah ayo mbak kita pulang aja, panas disini."


Bella yang mendengarkan ocehannya Widya langsung menarik tangan Dania. Karna Bella tau pasti Widya akan menjelek-jelekkan Dania, karna memang sifatnya yang nggak pernah berubah, yang merasa dirinnya lebih cantik. Dari sifatnya itu Bella tidak suka dengan Widya


"Hih. Cantikan gue kemana-mama dari pada Dia cewek kampungan. Apa sih yang Rangga sukai dari cewek kaya gini." Sindir Widya kepada Danai


"Maksud lo apa, ngomong kaya gitu."

__ADS_1


"Udah Bel." Dania berusaha menenangkan Bella yang mulai terbakar emosi.


"Bener kan Dia kampungan."


"Laki-laki melihat perempuan itu dari dua sisi, satu dari sisi penampilan, jika laki-laki melihat kita dari penampilan kita yang menarik dan cantik, semua itu bisa berubah karna laki-laki akan mudah bosan dengan penampilan kita. Tetapi jika lelaki melihat perempuan pakai hatinnya, maka hati tidak akan berubah."


Widya tersenyum sinis mendengarkan jawaban dari Dania.


"Dengerin tu, Cantik itu bukan jaminan buat seseorang untuk menetap. Ayo mbak pergi!"


"Gue bakal buktiin bahwa Rangga akan kembali lagi ke pelukan gue."


Dania dan Bella tak memperdulikan omongan Widya, Mereka langasung menghentikan Angkutan umum yang lewat di hadapannya dan masuk ke dalam. Untuk meninggalkan Widya yang masih berdiri di tempat tadi.


"Jadi wanita itu yang namannya Widya, apakah Rangga masih meliki perasaan kepada Widya, karna dia cantik." Ucap Dania didalam hati, Ia merasa khawatir jika Rangga masih memiliki perasaan kepada Widya.


"Mbak."


"Mbak."


"Kenapa si mbak, mbak mikirin kak Widya."


"Nggak kok, mbak cuma mikirin mamah dirumah, tadi mbak nggak bikinin makanan apa-apa buat mamah makan siang."


"Oh tak kirain mikirin apa. Tenang aja mbak sekarang kan ada grab jadi bisa pesen makanan lewat situ."

__ADS_1


"Iya."


Didalam Angkot Dania dan Bella sibuk dengan hanphonenya masing-masing.


Dania yang sedang menelfon Ibunnya dan menanyakan kabarnya. Sedangkan Bella sedang berchatingan dengan teman-temannya.


Drut....drut...druttt (Suara getaran hanphone Raina)


Dimas!!!


📩 Dimas : Jawab dong telfon aku Bell, plisss🥺🙏


📩 Dimas : Bell, Aku minta maaf sama kamu


📩 Diams : Sekarang aku sudah di Jakarta, kita ketemuan yok🙏


Ngapin si Dimas Whatsap aku si, ngajakin ketemuan. Tapi kalo boleh jujur si gue juga kangen sama Dimas, gimanapu Dia sekarang, dulu Aku sama Dimas pernah berjuang bersama walaupun endingnya menyakitkan.


Dania yang melihat Bella sedang melamun, akhirnya memanggil Bella. Karna jarak rumah sudah dekat.


Hampir 10 memit mereka di dalam angkot yang panas, tetapi untungnya tidak banyak penumpangnya, jadi suasana tidak terlalu gerah.


"Bang kiri bang." Ucap Dania


"Ini uangnya bang."

__ADS_1


"Makasih neng."


Akhirnya mereka sampai di depan komplek rumah Rangga. Dania dan Bella berjalan kaki untuk masuk ke dalam komplek.


__ADS_2