Terjebak Cinta Didalam Perjodohan

Terjebak Cinta Didalam Perjodohan
Chapter 60


__ADS_3

Selesai makan, Rangga dan Aldo langsung pergi ketempat kerja. Sedangkan aku dan Bella membereskan bekas makan tadi, kali ini Bella tak masuk kerja dan cuti 3 hari kedepan.


"Mbak habis ini, aku mau pergi ya?"


"Iya, tapi mau kemana?"


"Ada deh, aku juga kayaknya pulang malam."


"Jangan malam-malam tapi, nanti mas kamu marah."


"Iya mbak." ucap Bella sambil menuju kekamarnya.


Saat aku sedang menyapu ruang tamu, Bella menghampiriku, sepertinya Ia sudah siap untuk pergi. Bella berpamitan lalu pergi dengan menggunakan mobil miliknya.


Lagi-lagi aku sendiri dirumah segede ini, aku menghabiskan waktuku dengan membereskan rumah dari menyapu hingga mengepel.


Waktu sudah menunjukkan pukul 11:50, aku sudah selesai dengan urusan rumah. Untuk menghilangkan gerah dan capek aku istirahat sebentar, lalu mandi dan sholat duhur.


Setelah sholat aku membaringkan tubuhku dikasur, tak terasa aku pu tertidu diatas kasur.


Aku terbangun karna suara hanphone diponselku, aku mengangkat telfon melihat idikat si pemanggil, "Thania."


"Hallo, ada apa?" ucapku dengan nada sedikit berat.


"Hai, Dania. Kamu habis tidur ya?"


Aku membuka mataku yang masih terasa berat. "Iya, ada apa?"


"Nggak ada apa-apa sih, kamu malam ini tidur dirumah Rangga lagi?"


"Belum tau sih."


"....."


"....Aku harap setelah ini hubungan kamu sama Rangga menjadi lebih baik lagi."

__ADS_1


Aku hanya tersenyum. "Iya, makasih doa-nya."


"Ya udah aku lanjut kerja dulu ya."


Kalimat terakhir yang Thania ucapkan, lalu Ia mematikan sambungan telfonnya.


Aku menarik nafasku, lalu melihat kearah jam di dinding. Jarum jam pendek menunjuk kearah angka tiga, aku bangkit dari kasur, lalu pergi kekamar mandi untuk cuci muka.


Aku mengambil novel yang kemarin belum sempat aku selesaikan, aku duduk dikursi yang biasa dan mulai membaca.


Aku melihat jam dihanphone sudah menunjukkan pukul 16:45, aku turun menuju dapur lalu mengambil beberapa sayuran di kulkas dan memotongnya.


Selesai memasak aku mandi dan berganti baju, aku juga menyiapkan baju buat Rangga pakai nanti setelah Ia pulang dari kerja. Selesai sholat maghrib aku menngambil hanphoneku yang aku taruh diatas meja.


"Kemana saja Rangga, sampai jam segini Ia belum pulang?"


Aku memutuskan untuk menelfon Ibu sambil menunggu Rangga.


Rangga POV


Pukul 18:30 Rangga sampai dicaffe, baru saja Rangga duduk, matanya melihat kemeja yang berisi dua orang.


Rangga menghampiri mejanya.


"Bella."


"Mas Rangga?" ucap Bella dengan menoleh kearah Rangga.


"Ngapain kamu disini sama dia." ucap Rangga dengan nada tinggi.


"Maaf mas saya cuma-" Dimas


"Saya nggak tanya sama kamu, jadi kamu diem aja." jawab Rangga dengan melirikkan matanya kearah Dimas.


"Mas-" Bella

__ADS_1


"Pulang sekarang." Rangga, menarik tangan Bella.


"Mas Rangga." ucap Dimas lalu berdiri.


"Mau apa kamu," Rangga memukul Dimas hingga Dimas terjatuh, "Jangan harap kamu bisa dekat lagi Bella."


"Mas Rangga apa-apaan sih, aku cuma main disini. Lagian aku juga nggak berdua kok, tadi ada teman-teman aku juga."


Plakk.


Rangga refleks menampar Bella. "Tampar lagi mas, memang mas Rangga itu nggak pernah berubah dari dulu." ucap Bella lalu menghampiri Dimas yang sudah tergletak dilantai.


"Aku nggak papa kok, kamu pulang aja."


"Nggak, aku nggak akan ninggalin kamu sendiri. Mas Rangga aku bisa ngaduin semuanya sama tante Yuli."


"Mau ngadu soal ini, silakan."


"Nggak, soal mas Rangga yang memperlakukan mbak Dania." ucap Bella.


"Udah-udah, nggak enak diliatin orang lain." ucap Aldo yang sudah berdiri disebelah Rangga. "Bella sebaiknya kamu pulang saja Rangga, biar Dimas aku yang urus."


"Iya, makasih ya. Dim aku pulang dulu ya."


Dimas mengangguk.


Rangga menarik tangan Bella dengan paksa, lalu keluar dari caffe.


"Mana kuncinya."


Bella memberikan kunci mobilnya tanpa berkata-kata.


Didalam mobil Rangga dan Bella saling diam.


"Kenapa kamu? marah sama mas?"

__ADS_1


Udah tau pake nanya lagi. ucap Bella dalam hati dengan kesal.


__ADS_2