Terjebak Cinta Didalam Perjodohan

Terjebak Cinta Didalam Perjodohan
Chapter 63


__ADS_3

...----------------...


Setelah sholat Dania turun kebawah untuk mengambil minum.


Dania menyapa Bella yang sedang membuat minum didapur.


"Bella kamu udah bangun dari tadi?" sapa Dania yang sudah berada disamping Bella.


"Baru saja mbak, mbak mau bikin minum juga?" jawab Bella, menoleh kearah Dania lalu kembali menatap secangkir teh yang ada dihadapannya.


Dania mengangguk, lalu mengambil 2 gelas dirak.


"Mbak aku ntar pulang ke kosan aku ya." ucap Bella dengan menoleh kearah Dania, begitu juga dengan Dania yang menoleh kearah Bella.


"Kenapa? pasti gara-gara tadi malam ya."


Dania memegang pundak Bella dan meminta penjelasan kenapa Bella ingin pergi.


Dania berusaha melarang Bella agar tidak pergi, dengan membicarakan keputusan Rangga tadi malam.


"...."


"Aku tau sifat mas Rangga kaya apa, dia bisa berubah sifat kapan aja dia mau. Jadi aku nggak akan berharap banyak soal keputusan dari mas Rangga mbak." jelas Bella, sambil menatap lantai.


Dania memegang kedua pundak Bella, kemudian Bella menatap kearah wajah Dania.


"Dengerin mbak ya, buktikan ke mas Rangga bahwa Dimas itu nggak kaya apa yang mas Rangga pikirka, selagi mas Rangga mengizinkan kamu dekat dengan Dimas." ucap Dania dengan tatapa serius kepada Bella.


"Tapi mbak-"


"Nggak ada tapi-tapian." potong Dania


Bella menarik nafas panjang sebelum berbicara. "Tapi gimana caranya mbak?"

__ADS_1


"Entar kita pikirin ya, sekarang mbak mau bikin minum buat mas Rangga." jawab Dania sambil menuangkan air panas kedalam cangkir.


Bella kembali kekamar saat Dania masih membuat minuman hangat untuk Rangga.


Dilain sisi Rangga yang sudah selesai sholat, Ia kembali menatap leptopnya yang berada di meja kerja.


Dania membuka pintu kamar secara perlahan, dengan membawa napan yang berisi teh hangat.


"Ini diminum dulu, biar perut kamu hangat." ucap Dania sambil mengambil secangkir teh yang ada di nampan yang Ia bawa dan menaruhnya diatas meja kerja Rangga. Kemudian menaruh nampannya diatas meja yang lain.


"Makasih." ucap Rangga pelan.


Dania mengambil secangkir teh yang satunya dan berdiri didepan jendela.


Dania membuka jendela, melihat kearah langit yang berwarna jingga.


"Bagus ya pemandangannya?" ucap Rangga yang sudah berdiri disamping Dania, sambil menghirup teh yang Ia bawa.


Dania mengangguk dan tersenyum kepada Rangga.


"give me one more chance." bisik Rangga ditelinga Dania.


"Ha?" tanya Dania yang masih bingung.


"Beri aku satu kesampatan lagi, aku akan memulai dari awal." jelas Rangga, dengan menoleh kewajah Dania.


Dania juga menoleh kearah Rangga, yang menyenderkan kepalanya di pundak Dania.


Rangga yang mulai mendekati wajah Dania secara pelan, memejamkan matanya, menggigit bibir bawahnya. Dania yang melihat wajah Rangga mulai geli dengan tingkahnya.


"Ih apaan sih kamu?" Dania menampok wajah Rangga secara pelan.


"Ha?" jawab Rangga dengan rasa malu.

__ADS_1


Klekk.


Suara pintu terbuka, Dania dan Rangga menoleh kearah pintu secara bersama. Bella yang sudah berdiri didepan pintu menatap Rangga dan Dania heran.


"Bella." ucap Rangga dan Dania secara kompak.


Bella tersenyum secara heran melihat tingkah Rangga dan Dania.


"Kamu ngapain disini?" ucap Rangga.


"Aaa....aku mau beli bubur, mas Rangga dan mbak Dania mau nitip sekalian nggak?" jawab Bella.


"Boleh tuh, ini uangnya." Rangga merogoh saku celananya, lalu memberikan uang kepada Bella.


"Makasih." Bella mengambil uang yang Rangga berikan lalu membalikkan tubuhnya dan melangkahkan kakinya menjauhi Rangga dan Dania. "Silakan dilanjut lagi." ucap Bella sambil menutup pintu kamar.


Dania menoleh kearah Rangga, begitu juga Rangga menoleh kearah Dania.


"Mandi sana." perintah Dania.


30 menit berlalu Bella sudah kembali dengan membawa kantong pelastik yang berisi 3 styrofoam.


Dania menyiapkan bubur yang Bella beli, sedangkan Bella pergi kekamar untuk ganti baju.


Rangga turun dengan membawa tas kerjanya, lalu meletakkan tasnya dikursi yang kosong.


"Kamu mau ikut aku kekantor?" tanya Rangga


"Aaa...aku ada urusan sama Bella, jadi nggak bisa." jawab Dania


"Mbak ikut aja sama mas Rangga." sambung Bella yang baru saja datang.


"Tenang aja Amel hari ini nggak dateng kok." ucap Rangga

__ADS_1


Dania mengangguk, lalu duduk disebelah Rangga.


__ADS_2