Terjebak Cinta Didalam Perjodohan

Terjebak Cinta Didalam Perjodohan
Chapter 91


__ADS_3

Pukul sepuluh siang, Ibu sudah sampai di rumah Rangga. Gerimis sudah berhenti sejak tadi, seperti janji Ibu, Ibu akan datang jika tak turun hujan.


Dania menyalimkan tangannya kepada Ibu, kemudian menyuruh Ibu untuk duduk diruang tamu. Dania memanggil Kiki untuk membuatkan dua minuman hangat, karna suasana masih cukup dingin.


"Ibu senang dengan kabar ini." Ucap Ibu


"Aku juga senang Bu. Gimana caffe sekarang?"


"Alhamdulilah, lancar semuanya."


"Ini Bu minumnya." Ucap Kiki, meletakkan dua gelas.


"Makasih ya Ki."


"Iya Bu, Kiki masuk ke dalam dulu ya. Permisi mbak Dania." Kiki berdiri, kemudian melangkahkan kakinya dengan membawa nampan kosong.


"Bella ada?" Tanya Ibu, entah dari kapan Bella sudah dianggap seperti anak sendiri dengan Ibu.


"Ada mau Dania panggilin?"


"Kalo boleh, Ibu aja yang nyamperin Bella."


"Boleh, Bella ada di kamarnya."


Dania mengantar Ibu sampai depan pintu kamar Bella. Ibu mengetuk kamar Bella secara pelan, Bella langsung memeluk Ibu saat Ia membuka pintu kamarnya.


Dania senang jika Ibunya bisa menjadi obat rindu Bella dengan almarhum orang tuannya.


"Dania kebelakang dulu ya Bu."


"Iya, Ibu di sini ya." Ibu melontarkan senyumnya.


Dania mengangguk, kemudian melangkahkan kakinya menuju dapur.


Bella mengajak Ibu masuk ke dalam kamarnya, Ibu mengerutkan keningnya melihat sekeliling kamar Bella.


"Maaf Bu, kamarnya berantaan." Ucap Bella sambil tersenyum malu.


Ibu menghela nafas panjang.


"Anak perempuan itu harus rajin, udan berapa lama kamu nggak beresin ini kamar?" Tanya Ibu, yang menarik selimut diatas ranjang Bella.

__ADS_1


"Nggak tau sih. Lupa, heem kita ngobrol di luar aja yuk Bu!" Ucap Bella


"Dari pada ngobrol, kamu bantuin Ibu bersihin kamar kamu aja." Ketus Ibu


"Ya aku nggak enak sama Ibu. Ibu kesini kan mau main, masak harus beresin kamar aku juga sih." Bella merasa tak enak hati kepada Ibu.


Ibu melepas sprai dan selimutnya dibantu dengan Bella, kemudian dibawa Bella ke belakang untuk dicuci oleh Kiki. Sedangkan Ibu menemui Dania untuk menanyakan sprei dan selimut ganti.


Ibu mendapatkan Dania sedang berada di dapur.


"Kamu nggak pernah ngecek kamar Bella?" Tanya Ibu


"Nggak Bu, emang ada apa?" Dania merasa bingung.


"Berantaka banget dan banyak debunya." Ucap Ibu


"Ya Bella sendiri yang nggak memperbolehkan aku sama Kiki untuk masuk kok." Ketus Dania


Dania menyuruh Ibu untuk menunggu di dapur sedangkan dirinya pergi ke kamar untuk mengambil sprei dan selimutnya.


Bella datang menghampiri Ibu, disusul oleh Kiki. Kiki membatu Dania untuk membawa sprei dan selimutnya ke kamar Bella.


"Biar Kiki aja ya Bu, yang beresin kamar Mbak Bella." Ucap Kiki


Bella menggigit bibir bawahnya, berharap Kiki akan membantu dirinya dan Ibu agar semuanya cepat selesai.


"Yang semangat, itu udah di bantui Ibu kok. Nggak sendirian." Dania memegang pundak Bella, lalu mengajak Kiki untuk keluar.


Kiki menahan tawanya didepen Bella, mereka berdua memang sering berantem cuma gara-gara masalah sepele. Mereka juga sering meledek satu salam lain, intinya mereka berdua itu jarang akur. Tapi bukan berarti musuhan.


Hanphone Dania bergetar di dalam saku celananya. Ada notifikasi chat dari Rangga.


Rangga


Kamu mau aku beliin apa?


11:05


Dania tersenyum membaca chat Rangga, Dania sudah melupakan semua kejadian-kejadian yang sudah menyakiti hatinya karna ulah Rangga. Sekarang Ia tak peduli tentang itu, yang Ia tahu kali ini semakin hari Rangga samakin perhatian dengannya.


^^^Dania^^^

__ADS_1


^^^Nggak usah, aku nggak pingin sesuatu kok.^^^


^^^11:06^^^


"Hayo ada apa sama Mbak Dania." Kepo Kiki


"Hemm, nggak papa kok. Ya udah kamu lanjut aja masaknya, saya mau ke kamar dulu ya." Dania meletakkan kembali hanphonenya ke saku celanannya.


Dania langsung masuk ke kamar mandi untuk cuci muka dan buang air kecil. Setelah keluar dari kamar mandi Dania mengambil novel yang kemarin Ia baca, tinggal beberapa lembar lagi novel itu akan selesain Dania baca. Ia duduk diatas ranjang.


10 menit berlalu, Rangga sudah berada di depan rumahnya. Ia masuk dan melihat Ibu mertuanya dan Bella sedang duduk di depan Tv. Rangga langsung menyalimkan tangannya kepada Ibu.


"Ibu udah lama disini?" Tanya Rangga


"Lumayan, kamu baru saja pulang?"


"Iya Bu, Dania dikamar?"


"Iya mbak Dania dikamar. Mas Rangga bawa apa tu?" Tanya Bella, sambil memiringkan kepalanya.


"Kepo aja kamu. Ya udah Bu aku ke kamar dulu ya." Ucap Rangga, kemudian berjalan menuju atas.


Rangga membuka pintu kamarnya, Dania yang masih membaca langsung meletakkan novelnya keatas nakas. Lalu menyalimkan tangannya kepada Rangga, Rangga mencium kening Dania.


"Lagi sibuk baca ya?" Tanya Rangga


"Nggak kok, cuma tadi gabut aja. Makannya aku baca buku." Dania tersenyum, kemudia mengambil tas yang Rangga bawa. Dania melihat Rangga membawa paper bag berwarna coklat ditangannya. "Itu apa?"


"Coba tebak."


"Buat aku ya." Dania tersenyum, mengangkat kedua alisnya.


"Nggak usah senyum-senyum. Iya ini buat kamu." Rangga memberikan paper bag yang ada ditangannya.


Dania membuka, melihat ada satu buku berukuran tebal. Ya itu novel yang selama ini Ia inginkan, kenapa Rangga bisa tau?


"Kamu suka?"


Dania mengangguk.


"Kamu tau dari mana aku lagi ngincar novel ini."

__ADS_1


"Kamu kan pernah bilang sama aku."


Dania lupa kapan Ia memberitahu Rangga, tapi yang penting Ia senang dengan hadiah yang Rangga berikan kepadanya.


__ADS_2