Terjebak Cinta Didalam Perjodohan

Terjebak Cinta Didalam Perjodohan
Chapter 92


__ADS_3

Setelah mengganti baju Rangga dan Dania turun ke bawah untuk menemui Ibu.


Ibu dan Bella masih berada di depan Tv, diliat sekilas mereka berdua tampak sangat akrab bagaikan anak dan Ibu. Dania duduk dekat Rangga.


"Rangga, selamat ya sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ayah." Ucap Ibu memberikan selamat kepada Rangga.


"Iya Bu, makasih ya." Rangga tersenyum


"Iya tu mas, mulai sekarang kurangi itu yang namanya galak!" sindir Bella, memutarkan boal matanya.


Dania dan Ibu tertawa kecil.


"Apaan sih kamu." Ketus Rangga


Bella izin ke toilet untuk membuang air kecil, kemudian Dania pergi ke dapur untuk mengambil air putih. Sekarang tinggal Rangga dan Ibu saja, Rangga sedikit canggung saat berhadapan dengan Ibu mertuanya.


"Rangga," ucap Ibu, Rangga pun menoleh ke wajah Ibu.


"Ibu harap kamu sudah merubah sikap kamu sepenuhnya, termasuk sama Dania. Ibu nggak mau Dania dan calon anaknya kenapa-napa karna tingkah keegoisan kamu." Ucap Ibu dengan serius.


Rangga menelan salivannya sendiri, Ibu memang tau semua perlakuan Rangga dulu terhadap Dania.


"Iya Bu, Rangga akan menjaga Dania dan calon anak kita." ucap Rangga, dengan sedikit canggung.


"Baguslah."


Tak lama Dania datang bersamaan dengan Bella, Dania meletakkan gelas yang berisi air putih ke meja. Kemudian duduk di sebelah Rangga, sedangkan Bella Ia duduk diantara Dania dan Ibu.


Kiki datang dengan membawa kue bolu yang sudah Ia bikin sendiri, dengan ditemani teh hangat.


"Ibu mau nginep disini?" tanya Dania, sambil memakan roti buatan Kiki.


"Ibu harus pulang, karna di caffe masih banyak urusan." Ucap Ibu tersenyum


"Yah," Bella memanyunkan bibirnya.


"Lain kali ya," Ibu mengusap rambut Bella, kemudian Bella menyenderkan kepalanya di pundak Ibu.


Bella mengangguk dan tersenyum paksa.


"Gak usah kaya gitu kenapa? kaya anak kecil tauk." ketus Rangga


"BodoAmat," Bella menjulurkan lidahnya, kembali meledek Rangga.


Rangga mengambil hanphone yang bergetar di dalam saku celananya, ada panggilan telfon dari Aldo.


Rangga mengangkat telfonnya di depan kolam berenang.


"Gimana lo udah ketemu ama dia?" tanya Rangga lirih

__ADS_1


"Belum, gue udah nyari info ke teman-temannya, tapi nggak ada yang tau." ucap Aldo


"Ya udah, lo tetap cari tau ya!" Rangga langsung mematikan sambungan telfon dari Aldo.


"Siapa yang telfon?" tanya Dania yang sudah berada di belakang Rangga.


"Hemm-


"Kok gerogi gitu sih,"


"Nggak, ini Aldo kok yang telfon." ucap Rangga, Rangga harap Dania tak mendengar obrolannya dengan Aldo, yang akan membuat Dania penasaran nantinya.


"Ouh, ya udah kita kembali lagi yuk kesana."


Rangga mengangguk, kemudian berjalan merangkul Dania.


...****************...


Setelah makan malam bersama, Ibu langsung pamit pulang. Rangga sudah memesankan taxi online buat mengantar Ibu sampai depan rumahnya.


Dania dan Bella memeluk Ibu sebelum Ibu pulang, sedangkan Rangga Ia hanya mencium tangan kanan Ibu mertuanya.


Rangga merangkul pundak Dania saat berjalan masuk kedalam rumah.


"Uhuk-uhuk, ada orang ya di belakang. Nggak usah pamer ke uwuh uwuhan." ucap Bella sinis, Ia memutarkan bola matanya malas.


"Mbak Bella sama Kiki aja mau." Kiki sudah merenggangkan kedua tangannya, berniat memeluk Bella.


"Iyuh, ogah banget gue ama Lu!" kekeh Bella, lalu melangkahkan kakinya dengan keras menuju kamarnya.


"Udah Ki, Bella nya udah pergi. Kamu kembali aja ke belakang!" ucap Dania, yang masih menahan tawa.


"Maaf Mbak Dania, Kiki ke belakang dulu ya." ucap Kiki lalu pergi.


Rangga dan Dania juga pergi ke kamarnya. Sekarang Dania sudah mengganti bajunya dengan piama tidur. Kemudian mereka berdua membaringkan tubuhnya diatas ranjang.


Tak butuh waktu lama Dania pun terlelap dalam tidurnya.


...****************...


Setelah selesai sholat perut Dania terasa begitu mual, Dania yang masih memakai mukena langsung pergi ke kamar mandi.


Hoek! Hoek!


Rangga dengan panik langsung menyusul Dania ke kamar mandi. Dania mencuci mukanya dan berkumur-kumur setelah rasa mualnya hilang.


"Kamu pusing ya?" tanya Rangga penuh khawatir.


"Sedikit, tapi nggak papa kok." Dania memegang keningnya, Ia merasa sedikit pusing.

__ADS_1


"Ya udah, kamu istirahat aja," Rangga menuntun Dania hingga Ia membaringkan tubuhnya diatas ranjang. Dania melepas mukenanya, kemudian menyerahkan kepada Rangga. "Aku buatin teh hangat ya buat kamu!"


Dania mengangguk.


"Ki-KiKi," teriak Rangga dari dapur, kemudian Kiki datang dari arah belakang Rangga.


"Iya ada apa Mas Rangga?" tanya Kiki


"Kamu buatin Dania teh hangat ya, kemudian bawa ke atas!" perintah Rangga


"Emangnya Mbak Dania kenapa?"


"Dia habis mual-mual," ucap Rangga


Dengan sergap Kiki langsung membuatkan minuman hangat buat Dania. Dan langsung membawanya ke kamar Dania, Rangga sudah duluan pergi atas.


Tok! tok! tok!


Kiki langsung membuka pintu kamar Dania dan Rangga.


"Ini minumnya Mbak Dania,"


"Makasih ya Ki," Rangga menerima secangkir teh dari tangan Kiki.


Kiki keluar dari kamar mereka dan melanjutkan kerjannya.


"Aku panggil dokter ya." Ucap Rangga


"Nggak usah, aku udah mendingan kok." jawab Dania


"Beneran?" Rangga memastikan bahwa Dania tak berbohong.


"Iya. Masa aku bohong sih, kalo bohong nanti hidung aku panjang lo." Dania tersenyum karna leluconnya sendiri.


Rangga tersenyum miring kepada Dania, kemudian mencubit hidung Dania.


"Hih, biar mancung!"


"Sakit tauk," Dania melepaskan tangan Rangga dari hidungnya."Liat ini papa kamu usil banget." Dania mengelus perutnya sendiri.


"Mama kamu duluan yang mulai ya. Kamu yang sehat ya di dalam sini." Rangga ikut mengelus perut Dania, kemudian mencium perut Dania.


"Iya papa," jawab Dania lirih.


Rangga menoleh ke wajah Dania, Ia tersenyum kepadanya.


"Kamu juga harus jaga kesehatan ya!"


Danai mengangguk dan tersenyum kepada Rangga.

__ADS_1


__ADS_2