
Setelah semua pergi, Dania membersihkan rumah.
Sebelum menyapu lantai bawah, Dania pergi ke kamarnya untuk membereskan kamar.
Hanphone Dania bergetar, saat Dania sedang merapikan ranjangnya.
"Ibu."
"Hallo Bu, bagaimana kabar Ibu di ruamh?" tanya Dania
'Baik Dania, gimana kamu. Oh ya, tadi Bella kesitu, dia nggak bikin masalah kan, Ibu takut soalnya?'
"Nggak bu, Jessica juga sudah pulang."
'Baguslah, ya udah Ibu mau ke caffe dulu ya.'
"Hati-hati dijalan ya, salam buat semua pegawai disana."
Ibu mematikan sambungan telfonya, Dania kembali merapikan kamar dan melanjudkan menyapu lantai bawah.
Saat melewati kamar almarhum Mama, Dania ingin rasanya membereskan kamarnya. Karna sejak meninggalnya mama, kamar itu belum pernah dibersihin ataupun dibuka.
Tetapi Dania tak mengetahui dimana kunci kamarnya, terakhir Rangga yang membuka dan mengunci kamar mama.
"Ya udah deh, nanti aja aku beresinnya. Saat Rangga sudah pulang." ucap Dania
...****************...
Selesai masak untuk makan malam, Dania langsung mandi dan menuju kamar.
Baru saja Ia sampai di tangga, Ia mendengar seseorang mengucapkan salam, Dania menurunkan lagi langkahnya.
"Bella? mbak kirain siapa?"
"Pasti mbak ngira aku mas Rangga ya?" ledek Bella
"Apaan sih, ya udah kamu langsung mandi ya!"
"Siap!"
Selesai mandi, Dania menyiapkan pakaian ganti buat Rangga nanti.
__ADS_1
Tin...tinn
Saat mendengar klakson mobil, Dania langsung turun.
"Assalammualaikum." Rangga mengucapkan salam, saat membuka pintu.
"Waalaikumsalam, kamu udah pulang? Gimana kerjannya? lancar?" tanya Dania, berturut-turut.
"Satu-satu, kalo tanya."
Dania tersenyum lebar, memperlihatkan giginya. Kemudian mengambil tas kerja Rangga.
"Semuanya lancar, meeting kali ini juga lancar. Semua juga berkat doa kamu." Rangga berjalan disamping Dania, kemudian mengusap rambut Dania.
"Udah ah, sakit tau rambut aku." Dania melepas tangan Rangga, kemudian membuka pintu kamar.
"Kamu mau aku buatin minum dulu apa mau mandi duluan?" tanya Dania
"Aku mandi dulu aja, udah gerah banget soalnya." jawab Rangga, sambil melepaskan sepatu.
"Ya udah, lagian kamu juga udah bau keringet. Aku juga udah siapin baju buat kamu."
Dania turun ke bawah, untuk menyiapkan makan malam.
Azan magrib berkumandang, Rangga mengajak Dania untuk sholat bersama, sedangkan Bella sedang berhalangan.
Setelah sholat, mereka berkumpul dimeja makan, untuk makan malam bersama.
Bella menatap kursi yang biasa Almarhum tantenya tempati.
"Bella." tegur Rangga, yang melihat Bella hanya memainkan nasinya.
"Ha, biasanya tante duduk disitu dan selalu tersenyum kepada aku sebelum makan." Bella menoleh kearah Rangga, kemudian kearah kursi yang kosong.
Dania menyenggol lengan Rangga, kemudian mengedipkan matanya, bertujuan agar Rangga tak melanjutkan bicarannya, karna itu akan membuat Bella teringat kembali dengan tante Yuli.
...****************...
Pukul delapan Rangga dan Dania sudah berada di kamar.
Dania berdiri di depan jendela, menghirup udara malam.
__ADS_1
"Kayaknya jendela ini, udah jadi tempat favorit kamu sekarang?" tanya Rangga, yang sudah berada disamping Dania.
"Nggak tau juga, tapi disini aku merasa nyaman dan tenang aja. Karna udaranya yang segar dan pemandangannya yang indah." jawab Dania, sambil menoleh ke arah Rangga.
"Ouh ya, tadi kan aku beres-beres rumah dan sekalian mau beresin kamar mama, kan kamar mama udah lama nggak dibuka apalagi diberesin. Tapi aku nggak tau kuncinya dimana? ada di kamu kan?"
"Iya sih kamar mama udah lama nggak di bersihin. Ya udah, besok kamu bersihin ya."
Dania mengangguk.
Pukul 10:30 Dania sudah tertidur, Rangga yang belum merasa ngantuk, akhirnya Rangga kembali membuka leptopnya.
Mata Rangga tertuju pada laci meja, Ia membukanya melihat ada selembar foto dirinya dengan mamanya.
Akhirnya Ia mengambil kunci kamar milik mama.
Lampu kamar Bella sudah mati, berarti Ia sudah tidur.
Rangga meneteskan air matanya saat membuka pintu kamar, Ia membayangkan ada sosok seorang Ibu di hadapannya saat ini.
Ia mengambil foto papa dan mamanya, kemudian duduk diatas ranjang.
"Maafin Rangga mah, pah. Rangga belum bisa menjadi Rangga yang mama dan Papa inginkan. Tapi Rangga janji akan memenuhi permintaan terakhir mama dan untuk papa makasih telah memperkenalkan aku dengan Dania." Rangga menghapus air matanya, kemudian menaruh kembali foto itu di atas nakas meja. Rangga dengan iseng membuka laci meja dan menemukan buku kecil, seperti buku diary.
Saat Rangga membuka buku itu, ada selembar kertas yang jatuh. Rangga langsung membuka lipatan kertas tersebut.
*Untuk anakku Rangga
Makasih sudah mau menemani mama sejauh ini, maafin mama yang sudah mendidik kamu dengan keras. Mama hanya nggak ingin kamu menjadi Rangga yang keras kepala atau bahkan sombong, atas harta yang sudah kamu miliki.
Maafin papa kamu juga yang sudah menjodohkan kamu tanpa kamu ketahui sebelumnya, mama dan papa hanya ingin kamu mendapatkan istri yang baik dan ternyata pilihan mama dan papa nggak salah, kamu mendapatkan istri yang baik dan sholeh.
Ingat mama dan papa dulu juga di jodohhin, tapi apa akhirnya mama sama papa bisa bertahan hingga maut memisahkan.
Satu pesan mama, jika kamu menyakiti wanita yang kamu cintai, berarti kamu juga menyakiti hati mama.
Love you*.
"Love you too, mah. Rangga sayang mama sama papa."
Rangga.
__ADS_1
Teriak Dania dari kejauhan.
Rangga dengan cepat menghapus air matanya dan menyimpan kertas tersebut. Kemudian keluar dari kamar mama.