Terjebak Cinta Didalam Perjodohan

Terjebak Cinta Didalam Perjodohan
Chapter 53


__ADS_3

...----------------...


Siang ini aku sudah janjian dengan Andi ditaman biasa, sekitar jam 2 aku sampai didepan taman.


Melihat sekekiling taman mencari Andi, melangkahkan kakiku menyelusuri taman. Tak lama aku melihat Andi sedang duduk dikursi yang menghadap kearah danau.


Aku menyapa Andi dengan menepuk pundak Andi pelan, kemudian Andi menoleh kearahku dengan melontarkan senyuman. Aku membalas senyuman Andi, lalu duduk disebelahnya.


"Kenapa kamu menyuruhku datang kesini?"


"Tidak ada apa-apa, aku hanya bosen saja duduk dirumah. Aku disinikan nggak banyak teman, aku cuma punya teman dekat yaitu kamu. Makanya aku ajak kamu kesini."


"Ouh, aku kirain ada hal penting yang ingin kamu bicarain sama aku."


"Ini." Andi menyodongkan dua kotak es krim rasa vanilla coklat. Aku mengambil satu kotak es krim yang Andi bawa.


"Kita lakukan challenge Es-Krim gimana? seperti dulu." ucap Andi


Dari dulu setiap akhir pekan aku dan Andi selalu melakulan challenge Es-Krim, siapa yang menghabiskan satu cap es krim terlebih dahulu dia-lah pemenangnya.


Dan yang menang berhak memberikan tantangan kepada yang kalah.


Dan kali ini kita membuat kesepakatan, siapa yang kalah harus menghibur yang menang.


*Satu...


Dua...


Tiga*...


Tepat setelah Andi menyelesaikan hitungan ketiga, aku dan Andi mulai menyendokkan es krim dengan cepat. Hanya butuh waktu kurang dari 5 menit aku menghabiskan satu cap es krim.


"Yeh, aku menang dan kamu kalah, siap menerima tantangannya?" ucapku dengan penuh kegembiraan.

__ADS_1


"Iya deh aku selalu kalah sama kamu."


Dari dulu Andi memang selalu kalah jika kita melakukan challenge Es-Krim ini, dan dia harus membelikan aku es krim setiap minggunya sebagai akhir dari tantangan.


"Okey, aku kasih kamu tebak-tebakan aja ya, seperti dulu. Gimana?"


"Boleh tuh, aku selalu tak bisa menjawab tebakan dari kamu."


"Okey, kamu tau nggak kenapa dalam satu hari itu ada dua puluh empat jam?"


"Kenapa?" tanyaku penasaran


"Masa langsung nyerah sih, payah kamu." ucap Andi dengan sinis.


"Aku nggak tau, apa jawabannya?"


"Karna kalo empat puluh dua jam kebanyakan. Hahaha." Andi tertawa keras layaknya sedang menonton film komedi, aku ikut tertawa karna tingkah konyolnya itu.


"Tebak-tebakan macam apa itu, nggak masuk akal sama sekali."


"Iya sih." jawabku sinis kepada Andi.


Setelah menyelesaikan tantangan, Andi bercerita tentang hidupnya. Terkadang aku juga yang bercerita, aku juga tertawa karna tingkah konyolnya.


Pukul 16:25 aku sampai didepan rumah, aku pulang diantar dengan Andi.


Saat aku sudah menaiki tangga, aku mendengar ketukan pintu yang ketas berulang-ulang kali.


"Siapa sih, keras banget ngetuk pintunya. Iya sebentar."


"Siapa sih?" ucapku sambil membuka pintu. Melihat dari bawah sampai atas, seseorang dihadapanku.


Jantungku seakan berdetak dengan kencang. Melihat Rangga sudah ada dihadapanku, mataku menuji kearah wajahnya.

__ADS_1


Aku berusaha mengembalika detak jantungku seperti biasa. Kemudian mulai berbicara kepada Rangga.


"Mau apa kamu kesini?"


Rangga mendekatiku, aku mundur satu langkah, tangan Rangga mengenai dinding pintu. Jarak antara wajah aku dan Rangga hanya sedikit.


Aku masih mengontrol detak jantungku.


"Sudah berapa kali aku peringatkan kamu agar tidak jalan dengan pria itu." ucap Rangga dengan santai. "Apa lagi sampai berduaan dengannya ditaman."


Aku berfikir sejenak, setelah aku menyadari siapa orang yang dia maksud. "Aku tak berduaan dengannya banyak orang ditaman itu. Bentar kok kamu tau, apa jangan-jangan kamu ngikutin aku ya dari tadi?"


"Iya. Kenapa emang?" Rangga menarik tangannya, kemudian melipat tanganya didada. "Temui aku nanti, akan aku kirim alamatnya nanti malam."


"Kemana?" tanyaku penasaran.


"Liat aja nanti, kamu akan tau akibatnya karna sudah melanggar perintahku."


Rangga pergi tanpa berpamitan, aku masih terdiam ditempatku, menatap Rangga dari belakang. "Apa yang mau dia lakukan?"


Aku berusaha berfikir positif.


Aku masuk kembali kedalam, lagi-lagi aku medengar suara pintu diketuk, tetapi kali ini suara ketukan itu pelan. Saat aku ingin membuka pintu kamar. "Siapa sih, apa jangan-jangan Rangga kembali lagi. Hih, mau apa lagi sih dia?"


Aku membuka pintu dengan kesal. "Mau apa lagi kamu kesini?"


"Siapa yang kamu maksud?"


Aku membuak mataku, melihat Thania dihadapanku. Thania menatapku aneh.


"Siapa yang kau maksud?"


"Aku kira kamu Rangga. Ya udah ayo masuk."

__ADS_1


ucapku dengan sedikit rasa malu.


Ternyata yang datang Thania, dia baru pulang kerja. Aku kira Rangga datang kembali.


__ADS_2