
...****************...
Ditengah perjalanan menuju rumah mertua, Rangga tak sengaja melihat Jessica yang sedang berdiri didepan taxi yang sedang berhenti.
Hati Rangga merasa ragu untuk menghampiri Jessica, tapi bagaimanapun Jessica adalah adik dari Dania. Akhirnya Ia menghentikan mobilnya tak jauh dari taxi yang berhenti.
Jessica yang melihat seseorang menghentikan mobil dihadapannya, langsung menyipitkan matanya untuk melihat pria yang baru saja turun dari mobil mewah berwarna hitam.
"Rangga? itu beneran Rangga?" ucap Jesdica lirih.
"Rangg." sapa Jessica saat Rangga sudah berada dihadapannya.
"Ngapain kamu disini?" jawab Rangga dengan nada ketus.
"Taxi yang aku tumpangi ban-nya bocor, makanya harus diganti dulu. Kamu mau kemana?" jelas Jessica
Rangga melihat kesisi kanan mobil, memang benar ada seseorang yang sedang mencopor ban belakang.
"Ouh, aku mau keruamah kamu. Kamu mau ikut sekalian?" Rangga menawarkan bantuan kepada Jessica, walau hatinya merasa sungkan atas apa yang dilakukannya pada saat perjodohan.
Jessica mengambil koper yang ada dibagasi taxi, Rangga berjalan menuju mobil, tanpa mengiraukan Jessica yang minta bantuan agar dibawakan kopernya.
"Kamu kok nggak bantuin aku sih, kan tadi berat." ucap Jessica yang sudah duduk di jok samping Rangga.
"Tapi lo bisa kan?" jawab Rangga yang sedang memasang sabuk pengaman.
Suasana didalam mobil hening seketika, mata Jessica selalu melirik kearah Rangga.
"Kamu masih marah ya sama aku?" tanya Jessica dengan PD-nya
"Marah? buat apa aku marah sama kamu?" Rangga menoleh kearah Jessica, lalu kembali fokus kearah jalan.
"Ya soal perjodohan itu, tapi kalo kamu mau, aku sekarang udah siap." ucap Jessica, dengan nada nge-gombal.
"Maksud kamu apa?" Rangga belum mengerti maksud dari ucapan Jessica barusan.
"Ya aku mau jadi istri ke-2 kamu."
"Istri kedua? jangan harap kamu." jawab Rangga dengan tersenyum miring.
__ADS_1
Wajah Jessica kelihatan sangat kesal, tetapi Jessica tak akan menyerah. Dia selalu berusaha sekuat tenagannya, untuk mendapat apa yang dia inginkan.
Dan sekarang Ia menginginkan Rangga kembali.
Memang salah dirinya sejak awal, seharusnya dia mau menerima Rangga. Tetapi pada saat itu Jessica belum siap untuk melepas masa mudanya.
"Aku nggak akan menyerah, seharusnya sekarang kamu sudah berada dipelukanku." ucap Jessica dalam hati.
"Dania?" ditengah jalan Rangga melihat Dania dari kejauhan.
Rangga menghentikan mobilnya tepat dihadapan Dania, lalu Ia turun dan menghampiri Dania.
Dania yang sedang menunggu angkot untuk pulang, dirinya juga membawa keranjang belanjaan yang sudah berisi sayuran.
"Dania, kamu kok ada disini? terus dimana Bella?" tanya Rangga
"Aku habis dari pasar, Bella ada dirumah sama Ibu. Kok kamu udah pulang dari kantor?"
"Aku pulang duluan, ya udah, pulang bareng aku aja." ajak Rangga
Dania yang ingin berbicara, tiba-tiba mulutnya membeku saat melihat Jessica, membuka jendela mobil bagian depan.
"Jessica-" ucapan Dania dipotong oleh Rangga
"Aaa, iya aku tadi nggak sengaja liat Jessica dijalan, taxi yang dia tumpangi ban-nya bocor." jelas Rangga kepada Dania.
"Iya mbak, ya udah mbak Dania duduk didepan, aku dibelakang." ucap Jessica
Hati Dania merasa tenang sekarang, awalnya dia takut jika Jessica kembali menggoda Rangga. Bahkan sekarang Dania juga tau, kalo Jessica masih menginginkan Rangga, apalagi didalam mobil, Dania melihat Jessica dari kaca Jessica yang selalu menatap Rangga dengan tatapan aneh.
...****************...
Dania meletakkan keranjang sayurannya di dapur, disana sudah ada Ibu dan juga Bella yang sedang mengupas kulit bawang.
Dania membuatkan minuman buat Rangga yang sedang berada dikamarnya.
Sebelum sampai dikamar Dania berpapasan dengan Jessica diruang makan, Jessica memberikan tatapan aneh kepada Dania.
"Ini diminum." ucap Dania
__ADS_1
"Makasih, kita mau pulang jam berapa?"
"Emm, nanti malam ya, soalnya Ibu lagi masak buat makan malam. Aku nggak enak kalo nggak ikut makan bareng Ibu." jawab Dania, yang sudah duduk disamping Rangga.
"Ya udah deh." ucap Rangga singkat.
...****************...
Dania membantu Ibu dan Bella yang sedang masak untuk nanti malam.
Sedangkan Jessica sibuk dengan hanphonenya diruang tengah.
Pukul 17:30 mereka bertiga selesai dengan urusan dapur, satu persatu dari mereka mandi dan sholat mahrib.
Bella pindah kekamar Ibu, untuk beristirahat sejenak, sembari menunggu giliran mandi. Karna dirumah Dania hanya ada satu kamar mandi saja.
...****************...
Pukul 17:40 semua orang sudah berada di meja makan.
Posisi Jessica tepat dihadapan Rangga, Jessica sengaja duduk dihadapan Rangga agar bisa melihat dengan jelas wajah Rangga.
Rangga yang mengerti maksud dari Jessica, Ia langsung meminta tukar posisi dengan Bella, yang duduk disebelah Dania.
"Emang kenapa mas?" tanya Bella dengan kesal.
"Udah, tukeran aja." jawab Rangga lirih.
"Sialan, tapi nggak papa deh." ketus Jessica dalam hati.
...****************...
Selesai makan dan sholat Isya, Rangga, Dania dan Bella, langsung izin berpamitan kepada Ibu untuk pulang.
"Hati-hati ya, tapi kalian nggak mau nginep aja, pulangnya besok pagi." ucap Ibu
"Emm, maaf Bu, tapi nggak bisa. Besok Rangga dan Bella harus kerja, nggak akan keburu kalo berangkat dari sini." jawab Dania
Setelah berjabat tangan dengan Ibu dan berpamitan dengan Jessica mereka bertiga langsung masuk kedalam mobil.
__ADS_1
Sebelum mobil milik Rangga hilang diujung jalan, Ibu sempat melambaikan tangannya, lalu masuk kembali kedalam rumah.