Terjebak Cinta Didalam Perjodohan

Terjebak Cinta Didalam Perjodohan
Chapter 68


__ADS_3

...****************...


Sesampainya dirumah, Rangga dan Dania langsung masuk kedalam kamar, begitu juga dengan Bella.


Rangga menyuruh Dania untuk mandi terlebih dahulu.


Drut...drutt...drut****


Hanphone Dania bergetar, Rangga yang sedang duduk diatas ranjang, berdiri dan melihat siapa yang menelfon, karna dari tadi hanphone Dania terus bergetar.


'Jessica'


Belum sempat Rangga mengangkat, sambungan telfonnya sudah mati. Tak lama Jessica mengirimkan pesan dihanphone Dania.


📩 : Mbak bagaimana sudah sampai


📩 : Dan gimana juga kabarnya Mas Rangga?


Rangga membuka pesan yang dikirim Jessica.


'Buat apa dia nanya kabar aku, sama Dania lagi' ucap Rangga dalam hati


Rangga langsung meletakkan hanphone milik Dania saat dia mendengar suara pintu kamar mandi terbuka.


"Tadi siapa yang telfon?" tanya Dania sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


"Jessica, sudah seberapa sering Jessica menanyakan kabar aku kepada kamu?" ucap Rangga.


Dania hanya terdiam ditempatnya, dia belum mengerti apa yang dimaksud dengan Rangga.


"Maksud kamu apa?" Dania balik bertanya kepada Rangga.


"Aku liat tadi chat kamu sama Jessica, kenapa sampai Jessica ngancem kamu segala."


Memang Jessica pernah memberi ancaman kepada Dania, jika Dania tidak akan bercerai dengan Rangga, maka Jessica akan membuat Dania menderita.


"Ouh, nggak itu nggak papa kok. Kamu mau mandi kan?" Dania berusana mengalihkan pembicaraan.


...****************...

__ADS_1


Dania memberikan minuman hangat kepada Rangga yang sudah Ia bikin saat Rangga sedang mandi.


"Aku tidur dulu ya." ucap Dania yang sudah membaringkan tubuhnya.


"Dania, aku mau kita nyelesain masalah sebelum kita tidur." ucap Rangga


"Masalah apa sih?" jawab Dania, lalu menoleh kearah Rangga, yang ternyata Rangga sudah menatap Dania terlebih dahulu.


"Masalah Jessica, sejak kapan dia kaya gitu?" tanya Rangga dengan tatapan tajam kepada Dania.


Dania duduk disamping Rangga, lalu menarik nafas panjang.


"Okey, sejak kita pulang dari rumah Ibu, pertama kalinya." singkat Dania


"Terus kamu diem aja, liat suami kamu ingin diambil orang lain, apalagi itu adik kamu sendiri?"


Dania terdiam saat mendengar jawaban dari Rangga, belum pernah Dania melihat Rangga seserius ini saat bicara. Tapi memang benar ini salah Dania sejak awal, seharusnya Ia bisa tegas kepada Jessica, walau selama ini Jessica tak pernah menunjukkan hal yang macam-macan kepada Rangga.


"Kenapa kamu diam!" ucap Rangga


"Aku memang salah, dari dulu aku memang selalu kalah dan harus mengalah buat Jessica. Termasuk soal perjodohan itu, aku harus menggantikan posisi Jessica, karna dia belum siap untuk menikah muda pada saat itu. Tapi malah sekarang dia menginginkan kamu." jawab Dania sambil menunduk.


"Udah kamu tenang aja ya, mulai hari ini aku nggak akan biarin Jessica atau orang lain nyakitin kamu." Rangga meletakkan kedua telapak tangannya dipipi Dania, sehingga Dania menatap Rangga.


Rangga mengangguk, sambil tersenyum.


Dania melepaskan tangan Rangga, lalu keluar dari kamar.


Tak lama Dania kembali lagi dengan membawa satu Es-Krim cornetto rasa strawberry vanilla.


"Ini, kamu harus makan ini jika kamu udah maafin aku." ucap Dania sambil memberikan Es-Krim yang ada ditangannya.


Rangga tersenyum.


"Ada-ada aja sih kamu, ya udah, tapi kamu juga makan." Rangga memberikan Es-Krim nya yang sudah Ia makan.


"Ih, nggak mau. Bekas kamu itu." Dania menggelengkan kepalanya.


Tetapi Rangga memaksa Dania, hingga akhirnya Dania mau makan satu Es-Krim berdua dengan Rangga.

__ADS_1


...----------------...


Pagi ini rintikan hujan turun secara perlahan, disertai petir. Dania membuka jendela kamarnya. Memejamkan matanya, menikmati udara yang menyapu wajahnya.


Kilatan dilangit tidak terlalu terang, Dania kembali menutup jendela, saat Rangga memanggilnya.


"Hari ini aku nggak ke kantor." ucap Rangga, yang sudah berada dihadapan Dania.


"Kenapa kamu sakit?" tanya Dania dengan panik.


"Nggak, nanti aku akan antar kamu untuk ngambil baju di rumah kontrakannya Thania." jawab Rangga sambil tersenyum.


Dania mengerutkan dahinya, mendengar apa yang Rangga ucapkan, sejak kapan Dania bilang mau ngambil bajunya?


"Ngambil baju?" tanya Dania


"Iya, mulai sekarang dan seterusnya kamu akan tinggal disini lagi dan rumah yang kita beli waktu itu, akan aku sewain, boleh kan?"


"Hemm, boleh sih."


...****************...


Rangga, Dania dan Bella, sudah berada meja makan. Mereka sarapan dengan bubur ayam yang sudah Bella pesan.


Setelah selesai sarapan Bella, langsung berangkat kerja.


"Masih hujan lo, nggak nunggu reda dulu." ucap Dania


"Udah biarin." jawab Rangga singkat


Tak lama ada seseorang yang mengucapkan salam, semua orang menoleh pada sumber suara.


"Dimas?" ucap Bella, kaget karna melihat Dimas suda berada diruang makan.


"Iya, tadi Mas Rangga yang nyuruh aku kesini, buat nganterin kamu." jawab Dimas


"Beneran mas?" Dania memastikan ucapan Dimas itu benar.


"Iya, masa mas tega si ngeliat kamu pergi kerja sendirian, hujan lagi." jelas Rangga

__ADS_1


"Ya udah sana berangkat!" tambah Dania


Setelah Bella dan Dimas pergi, Rangga dan Dania melanjutkan sarapannya. Selesai sarapan Dania membereskan rumah, dibantu dengan Rangga.


__ADS_2