
...****************...
Rangga menatap Jessica tanpa ada ekspresi, sedangkan Jessica Ia merasa senang bisa berduaan dengan Rangga.
"Mau lo apa?" Tanya Rangga tanpa basa-basi.
"Maksud kamu apa?"
"Jangan belagu nggak tau, aku tahu kamu kan yang mendorong Dania hingga Ia jatuh. Karna kamu tau Dania nggak bisa berenang?"
"Emang iya, karna aku nggak suka melihat mbak Dania bahagia diatas penderitaan aku." ucap Jessica.
Rangga berusaha bersabar menghadapi Jessica karna Ia tau ini tempat umum. Kalo nggak udah Ia tampar mulutnya.
"Bahagia diatas penderitaan kamu? maksudnya?" Rangga sedikit heran dan bingun oleh perempuan di hadapannya ini.
"Ya karna aku suka sama kamu dan mbak Dania juga tau. Tapi dia nggak mau mengalah buat aku." Mata Jessica berkaca-kaca, wajahnya seperti anak kecil yang sedang meminta permen kepada Ibu nya.
"Kamu kira aku bahan mainan yang bisa kamu rebut kapan saja kamu mau! aku sama Dania itu suami istri sah, satu lagi jika kamu menyakiti Dania aku nggak akan tinggal diam!"
Rangga berdiri dan keluar dari caffe itu, wajahnya sangat kesal.
"Tenang aja aku nggak akan ngganggu mbak Dania lagi, aku akan pergi ke luar negri!"
Rangga berhenti sejenak untuk mendengarkan ucapan Jessica, tanpa menoleh kearahnya. Kemudian Ia melanjutkan langkahnya menuju mobil.
Jessica masih berada di dalam caffe, Ia tersenyum miring melihat punggung Rangga menjauh.
"Tenang untuk beberapa waktu ini aku nggak akan ngganggu hubungan kalian! tapi tunggu ke datangan aku kembali!"
...****************...
Sesampainya di kantor, Rangga melihat Aldo di ruangannya sedang duduk di sofa.
"Eh lo dari mana aja sih! gue tunggu lo dari tadi, katanya sebentar!" Ucap Aldo kesal
"Ada urusan penting."
"Sepenting apa sih, yang gue tau di hidup lo itu yang paling penting adalah urusan kantor! Oh gue tau, lo habis ngapain aja sama Dania?"
Mata Rangga membulat saat mendengar kalinat terakhir dari Aldo. Udah gila ya dia, pikirannya ke mana-mana.
"Apaan sih, gue habis ke temu sama Jessica. Adeknya Dania!" Kekeh Rangga
"Ngapain lo, lo selingkuh sama adek dari istri lo sendiri?" Tanya Aldo begitu cepat.
...****************...
Rangga sudah membuat janji kepada salah satu dokter yang menangani tentang konsultasi kehamilan tanpa harus meminta persetujuan Dania terlebih dahulu.
Siang ini Rangga dan Dania sudah berada di ruangan dokter.
__ADS_1
Dokter Aliya panggilnya, menyuruh Dania untuk membaringkan tubuhnya, kemudian dokter mulai meng-USG perut Dania.
Dokter bilang rahim Dania bersih dan subur, dokter mencatat siklus haid Dania dan mereka berdua mengobrol cukup lama.
Dokter memberikan resep kesuburan untuk Rangga dan Dania.
Setelah menerima resep, mereka berdua di suruh kembali lagi dalam waktu 7 hari kedepan.
Di dalam mobil wajah Rangga sangat senang karna rahimnya dan Dania sama-sama subur, itu membuat mereka lebih cepat memiliki anak.
Sebenarnya mereka sangat mudah untuk memiliki anak selama ini, tetapi karna Rangga selama ini sibuk dengan kerjanya, itu membuat Rangga kecapean selama di rumah.
...****************...
Malam ini Rangga mengajak Dania untuk makan somay di pinggir jalan.
Mereka sudah membawa piring yang berisi somay di tangannya masing-masing. Mereka berdua duduk di kursi bawah lampu taman.
"Kamu mau nyobain punya aku nggak? Tawar Dania, yang sudah menyodorkan garpu..
"Ha?" Rangga tau punya Dania sangat pedas, karna tadi Ia melihat penjual somay memberikan banyak sambal di atas somay milik Dania.
Tapi Rangga merasa gengsi kalo tidak menerima tawaran Dania, nanti pikir Dania dirinya tak suka pedas. Tapi memang benar kan?
Rangga mengangguk.
Dania menyuapkan garpu yang berisi somay ke mulut Rangga.
"Kamu kenapa?" Tanya Dania
Rangga mengambil air minum dan langsung meneguk air tersebut.
"Nggak papa kok."
"Kamu nggak suka pedas ya?"
Rangga mengangguk.
"Kenapa kamu nggak bilang sama aku! aku minta maaf ya." Dania memberikan minumannya kepada Rangga, saat melihat minuman Rangga telah habis.
"Maafin aku ya!" Ucap Dania merasa bersalah.
"Kenpa kamu yang minta maaf?" Rangga menoleh kepada Dania. "Ini salah aku, harusnya aku tadi menolak. Sekarangkan kamu jadi khawatir kaya gitu!"
"Tapi aku mau ketawa juga." Dania menggigit bibir bawahnya.
"Kenapa?" Tanya Rangga heran.
"Ya karna, ekspresi wajah kamu lucu banget tadi." Dania tersenyum tipis.
Rangga menatap Dania kesal.
__ADS_1
"Dasar ya kamu!" Rangga mencubit hidung Dania.
Dania memegang hidungnya, karna sakit.
"Apa?"
Dania menyodorkan somay nya kembali ke depan mulut Rangga, menyuruhnya untuk memakan kembali. Rangga membuang jauh-jauh somay nya dari hadapannya.
"Aku baru tau kamu nggak suka pedas."
Dania menyuapkan kembali somay ke dalam mulutnya.
"Dari kecil aku paling nggak suka sama yang namanya makanan pedas. Bang minumnya satu lagi ya!" Rangga menoleh kearah Dania, kemudian ke arah Abang somay.
...****************...
Dania memberikan satu kantung plastik yang berisi somay kepada Bella yang sedang menonton TV.
Pukul 19:15 mereka bertiga berkumpul di depan Tv, dengan menghadap cemilan untuk menemaninya.
"Gimana tadi?" Tanya Bella
"Alhamdulilah, semuanya baik." Jawab Dania
"Cie, berarti aku bentar lagi punya ponakan!" Ucap Bella gembira.
Rangga tersenyum kepada Dania.
"Gimana hubungan kamu sama Dimas?" Tanya Rangga, kemudian merangkul Dania.
"Gitu lah!" Ketus Bella
"Kok jawabnya males gitu sih?" Dania mengerutkan keningnya.
"Ya tadi aku berantem sama dia." Bella memanyunkan bibirnya.
Rangga pergi untuk mengangkat telfon dari Aldo.
"Dalam hubungan itu kalo marah berantem itu wajar. Intinya kita itu harus bersifat dewasa untuk mengatasi semuanya." Dania memegang paha Bella.
Bella mengangguk.
"Tapi mbak-
"Kamu mau kehilangan dia lagi? kesempatan itu nggak datang berkali-kali, jadi kamu harus memanfaatin kesempatan kali ini. Sekarang kamu telfon dia dan minta maaf!"
Bella tersenyum kemudian mengeluarkan hanphone didalam sakunya, kemudian mencari kontak milik Dimas.
Dania kembali ke kamar untuk merapikan tempat tidurnya sebelum Ia tempatin.
Kemudian menyetrika baju yang akan Rangga pakai besok untuk berangkat kerja.
__ADS_1