
Ditengah perjalanan, Rangga menghentikan mobilnya, tepat didepan masjid. Ia mengajak aku untuk sholat terlebih dahulu.
Selesai sholat kita melanjutkan perjalanan menuju rumah mama, yang jaraknya sekitar 2 km lagi.
Sesampainya dirumah aku langsung masuk kedalam kamar, karna tak melihat mama, mungkin sedang berada dikamar.
Selesai mencuci muka dan berganti baju aku turun untuk mengambil air didapur. Sedangkan Rangga kembali memperhatikan leptopnya.
Aku melihat bibi berada didapur sedang memasak, aku berniat membantunya. Tetapi mama melarang aku dan menyuruh aku untuk membantu mama berberes pakaiannya.
Didalam kamar mama, aku melihat sekeliling ruangannya yang sangat rapi dan bersih.
"Dania kamu tolong ambilin koper mama dong, itu diatas mama nggak nyampe. Pake ini." mama memberikan kuris kepadaku.
Aku menaiki kursi yang sudah mama berikan, saat aku ingin mengambil koper yang berada diatas lemari mama kaki aku terglincir, aku terjatuh dari kursi. Tetapi badan aku ditahan oleh seseorang, aku membuka mataku melihat wajah seorang lelaki yang nampak sempurnya dihadapanku.
"Kamu cantik, baik, kenapa aku tak mencintai kamu?" ucap Rangga dalam hati
Ehemmm.
Suara seseorang dari luar kamar, aku langsung melepaskan tangan Rangga yang menahanku. Aku menelan ludah, mungkin wajahku sekarang memerah karna malu.
"Apaan si, dari mana aja kamu? jam segini baru pulang?"
"Udah, Rangga jangan mancing keributan lagi. Bella kamu mandi sana."
"Siap tante."
Bella pergi setelah perintah dari mama. "Tadi kenapa kamu, sampe majat kursi segala."
"Tadi aku mau_" ucap aku terpotong oleh mama
"Mama menyuruh Dania untuk ngambilin koper, karna mama nggak nyampe."
__ADS_1
Tanpa sepatah kata, Rangga langsung menaiki kursi dan mengambil koper diatas lemari. "Ini mah, mamakan bisa nyuruh Rangga, kenapa nyuruh Dania si. Kan kalo tadi jatoh gimana?"
"Aku nggak papa kok."
"Ya, tadi mama mau minta bantuan Dania untuk bantui beres-beres, sekalian aja mama nyuruh Dania untuk ngambilil koper kirain mama Dania nyampe. Maafin mama ya Dania."
"Iya nggak papa mah, tadi juga salah aku juga kok nggak hati-hati."
"Ya udah, Rangga mau kembali ke kamar lagi ya."
"Ya udah mah, aku bantui lagi ya."
Aku membantu mama membereskan baju. Tak lama Bella datang, sudah berganti baju dan rambutnya yang basah.
"Hallo tante, mbak Dania. Aku bantui ya."
"Sini sayang." ucap mama
"Tante disana berapa lama?"
"Aku kayaknya, mau pindah aja deh?"
"Kenapa? gara-gara tante ya? atau gara-gara perlakuan Rangga kemaren."
"Nggak tante, biar aku dekat aja sama tempat kerja aku."
"Ya, terserah kamu aja si kalo itu. Tapi kamu juga harus sering-sering main kesini lo."
Pukul 18:30 semua orang sudah berada dimeja makan. "Dania, Rangga, mama mau minta sama kalian. Selama mama dan Bella pergi, kalian ya yang tinggal disini!"
Aku menghentikan suapanku yang berikutnya, kemudian menoleh kearah Rangga, Sebaliknya Rangga juga menoleh kearah aku.
"Bella emang mau pergi kemana?"
__ADS_1
"Dia, mau pindah kekosan sama temanya. Biar lebih dekat katanya, sama tempat kerja dia."
"Iya mas, biar irit juga biayanya."
"Owh."
"Kalian mau kan tinggal disini?"
Aku terdiam, biarkan Rangga aja yang bicara. "Iya mah." aku menoleh kearah Rangga setelah Rangga mengatakan kalimat singkat itu.
...----------------...
Pukul 5 pagi, Rangga mengantar mama kebandara, aku dan Bella berada dirumah. Mama menyuruh aku membantu Bella membereskan pakaian dan barang-barangnya.
Setelah mama dan Rangga pergi, aku dan Bella masuk kedalam Rumah. Kita pergi kekamar Bella, mulai membereskan pakaiannya.
"Mbak."
"Iya, ada apa Bella?"
"Nanti Dimas yang jemput aku, mbak jangan bilang mas Rangga ya. Aku mohon!"
"Iya, mbak nggak akan bilang Rangga kok. Asalkan kamu juga janji ke mbak, kalo kamu harus bisa jaga diri kamu baik-baik ya disana."
"Itu mah, pasti mbak. Aku janji akan jaga diri aku baik-baik juga harga diri aku."
"Ya udah. Mana lagi ini?"
"Udah, mbak. Bentar lagi Dimas dateng aku mandi dulu ya."
Setelah selesai membereskan pakaian dan barang-barang Bella, aku kembali kekamar aku, untuk mandi. Karna masa cuti kerja aku udah selesai.
Pukul 06:15 Bella sudah siap untuk pergi, begitu juga Dimas sudah berada didepan rumah. Mereka pergi menggunakan mobil milik Bella.
__ADS_1
Setelah Bella pergi aku masuk kedalam kamar untuk mengambil tas, kemudian menemui bibi yang berada di dapur dan berpamitan kepada bibi.
Didalam taxi aku memberi pesan kepada Rangga, bahwa aku akan mulai bekerja dan Bella sudah berangkat ke kosan barunya.