
"Kamu berangkat siang? Tanya Dania
"Iya." Jawab Rangga, yang sudah duduk di kursi kerjanya.
"Mau aku buatin kopi?" Dania merapikan ranjangnya.
"Boleh."
Setelah selesai merapikan kasurnya, Dania turun ke bawah untuk membuatkan kopi Rangga.
Di meja makan masih ada Bella yang sedang makan dengan memainkan hanphonenya.
Bella begitu asik memainkan hanphone, sampai Ia tak sadar Dania datang.
"Hay." Sapa Dania, kemudian duduk di depan Bella.
"Iya." Bella kaget dan langsung meletakkan hanphonenya di meja.
"Chatan sama siapa sih, serius banget?" Tanya Dania
"Temen."
"Temen apa demen."
Bella menjadi salah tingkah, Dania hanya tersenyum melihat Bella pipinya memerah.
"Apaan sih mbak." Bella mengaduk-aduk nasi gorengnya.
Dania berdiri dan menuangkan air panas ke dalam cangkir yang sudah di beri bubuk kopi. Kemudian kembali lagi ke kamar dan meninggalkan Bella yang masih asik dengan hanphonenya.
Dania meletakkan satu cangkir kopi di atas meja kerjanya Rangga.
"Jangan diminum dulu ya, masih panas!" Ucap Dania
Rangga mengangguk.
"Ouh ya, aku udah ngambil Asisten rumah tangga dari yayasan. Dan nanti akan ke sini." Ucap Rangga
"Kok kamu nggak bilang-bilang aku sih!" Ketus Dania
"Ya aku liat, kamu itu kesepian di rumah. Makannya aku cari Art untuk bantu-bantu di rumah dan menjadi teman kamu."
30 menit kemudian Rangga berangkat ke kantornya, seperti biasa Dania selalu mengantar sampai depan pintu.
Dania melambaikan tangannya kepada Rangga, sampai mobil yang Rangga kendarai melaju jauh.
Saat Dania sedang mencuci pakaian di belakang, Ia mendengar seseorang menekan bel rumahnya dan mengetuk-ngetuk pintu.
Dania mencuci tangannya, kemudian berjalan menuju pintu depan.
"Assalammualaikum." Ucap seseorang dari balik pintu.
"Waalaikumsalam, sebentar!" Dania memutarkan anak kunci, kemudian membuka pintu.
Seorang wanita yang mungkin usiannya tak jauh berbeda dengan Dania, Ia membawa satu tas besar, mungkin berisi pakaiannya.
"Mbak Dania?" Tanya wanita tersebut.
__ADS_1
"Iya."
"Nama saya miss Kiki, saya dari yayasan ××× yang disuruh untuk bekerja disini."
"Ouh, ya udah ayo Kiki masuk!"
Dania menyuruh Kiki untuk duduk di ruang tamu, sedangkan dirinya membuat minuman.
Setelah selesai membuatkan minuman, Dania duduk di sebelah Kiki.
"Kamu umurnya berapa?"
"Saya 26 tahun."
"Ouh, udah menikah?"
"Udah. Tapi, suami saya udah meninggal 6 bulan yang lalu." Ucap Kiki
"Maaf saya nggak tau. Tadi kamu bilang nama kamu miss Kiki?" Dania mengangkat kedua alisnya.
"Ouh, maaf kalo soal itu, memang saya di kampung sering sekali di panggil miss Kiki sama anak-anak kecil di kampung saya."
Dania mengangguk tersenyum.
Kemudian ingin kembali lagi ke belakang untuk mencuci pakaiannya yang belum selesai, tetapi Kiki menawarkan dirinya untuk mencuci.
"Kamu istirahat dulu aja, kamu pasti capek kan?" Ucap Dania
"Nggak kok, saya nggak capek."
Setelah selesai mencuci Dania kembali ke kamarnya, sedangkan Kiki Ia menjemur pakaian yang sudah Ia cuci dengan Dania.
...****************...
Pukul 17:00 Dania dan Kiki masak berdua untuk makan malam nanti.
Seseorang mengetuk pintu kembali, kali ini Kiki yang membukakan pintu tersebut. Sedangkan Dania masih berada di dapur.
"Iya sebentar." Ucap Kiki
Saat pintu di buka, Bella menatap Kiki aneh. Ia menatap Kiki dari bawah sampai atas.
"Siapa kamu?" Tanya Bella
"Saya miss Kiki, asisten baru disini!" Jawab Kiki, dengan tersenyum. Kiki memang sering tersenyum, bahkan saat bicara saja Ia selalu melontarkan senyumannya.
"Miss? Asisten?" Ucap Bella lirih, kemudian menghampiri Dania di dapur.
"Mbak, siapa dia?" Tanya Bella
"Dia Kiki, asisten baru di sini. Dia diambil dari yayasan sama mas Rangga." Jawab Dania, sambil mencuci piring.
"Kok gitu sih orangnya?" Bella mengerutkan keningnya.
"Gitu gimana?"
"Masa dia bilang namanya miss Kiki, kan aneh?"
__ADS_1
Dania tersenyum tipis kepada Bella, wajah Bella masih kelihatan bingung.
"Ya katanya di kampungnya itu, dia sering di panggil miss Kiki. Udah kamu mandi sana!"
Bella membalikkan badannya, Ia kaget melihat Kiki sudah berada di belakangnya. Bella menarik nafas panjang.
"Hallo mbak." Sapa Kiki kepada Bella.
"Hallo." Jawab Bella, yang tersenyum miring kepada Kiki. Kemudian pergi ke kamarnya.
Kiki kembali membantu Dania.
"Dia itu Bella, orangnya memang gitu." Ucap Dania
Kiki mengangguk.
"Cantik ya."
"Iya, ya udah aku mandi dulu ya. Kamu kalo udah selesai boleh mandi juga."
"Iya mbak."
Keluar dari kamar mandi, Dania melihat Rangga yang sedang duduk dan melepas kaus kakinya.
"Kamu udah pulang dari tadi?" Tanya Dania, yang masih mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Baru aja. Gimana udah dateng?"
"Udah dari tadi, namanya Kiki atau biasa dipanggil miss Kiki. Ouh ya, dia orang asik tau." Ucap Dania
"Baguslah kalo kamu suka."
"Iya, makasih ya."
"Iya." Rangga mengusap rambut Dania yang masih basah.
"Kamu mau aku buatin kopi?"
"Boleh, tapi jangan manis-manis!"
"Iya udah tau."
Dania turun ke bawah menuju dapur, sedangkan Rangga Ia langsung mandi.
Di dapur sudah ada Kiki yang sedang menyiapkan makanan di meja.
"Mbak Dania, mau saya bikinin minum?"
"Nggak usah, biar saya sendiri."
"Ya udah, Kiki ke kamar dulu ya. Soalnya ini udah selesai." Ucap Kiki
"Iya."
Setelah membuat kopi, Dania kembali ke kamar. Rangga masih berada di dalam kamar mandi. Dania meletakkan minumannya di atas meja, kemudian Ia menyisir rambutnya yang tadi belum Ia sisir.
Rangga keluar dari kamar mandi, kemudian duduk di kursi yang ada di kamar sembari meminum kopi buatan Dania.
__ADS_1