
Dania menutup pintu kamar, kemudian mengerutkan keningnya kepada Rangga.
"Ada-ada aja ya mereka." Ucap Dania yang berjalan menuju ranjang.
Rangga hanya tersenyum, lalu menyuruh Dania untuk naik keatas rajang. Berbaring bersamanya.
Tetapi Dania, memilih untuk ke kamar mandi terlebih dahulu, untuk mencuci mukanya.
Sembari menunggu Dania keluar dari kamar mandi, Rangga mengecek hanphonenya.
Ia mengirim pesan kepada Aldo, untuk menghandle perusahaannya.
...****************...
Bella dan Kiki berjalan sejajar sampai lantai bawah. Bella selalu menyalahkan Kiki, karna Ia mereka jadi ketahuan oleh Rangga.
Mereka berdua berpisah di depan kamar Bella.
Didalam kamar, Bella mengambil hanphonenya yang dari tadi bergetar. Ia mendapat beberapa notifikasi chat dari Dimas, Bella membuka room chat Dimas.
Dimas
Bella, besok kita ketemuan di caffe biasa ya.
21:45
Dimas
Bella, kamu kemana?
Kenapa chat dari nggak di bales?
21:50
Dimas
Kamu udah tidur ya?
22:00
Dan masih banyak lagi chat yang dikirim Dimas untuk Bella. Memang dari tadi Bella mengecas hanphonenya karna lowbet.
"Se-khawatir itu kamu Dim?"
Bella senyum-senyum sendiri, membuka dan membaca chat dari Dimas. Ia mengambil guling lalu, membaringkan tubuhnya secara tengkurap di atas ranjang.
^^^Bella^^^
^^^Maaf hanphone aku baru saja di cas, tadi lowbet.^^^
^^^22:14^^^
Tak terasa satu jam lebih Bella mengobrol melalui chat dengan Dimas. Saat sedang asik-asik nya mencari topik, ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya.
"Mbak Bella." Ucap Kiki dari balik pintu.
Bella membuka pintu kamarnya dengan mendengus kesal.
"Iya, ada apa?" Ketus Bella, sambil memutar anak kunci.
__ADS_1
"Ada apa sih. Ngganggu aja kamu tuh!" Bella membalikkan badannya, setelah membuka pintu. Kiki masuk mengikuti Bella.
"Mbak Bella punya pembalut? Soalnya punya Kiki habis, lupa nggak beli tadi. Mau beli udah malam!" Ucap Kiki.
"Ada tuh, diatas meja. Ambil aja!" Ketus Bella.
Bella duduk di atas ranjang, kemudian mengambil hanphonenya yang Ia letakkan diatas nakas samping ranjang.
"Ehem." Kiki duduk di sebelah Bella, sobtak Bella langsung memudarkan senyumnya.
"Apa lagi sih!" Bella membulatkan matanya kepada Kiki. "Udah kan? Keluar sana gih!" Bella mendorong pelan Kiki hingga depan pintu kamarnya.
"Makasih ya."
Bella menutup pintu, lalu menguncinya dari dalam.
"Ganggu aja sih Kiki!" Ketua Bella yang masih menyenderkan badannya di pintu.
Bella membuka room chat dengan Dimas, sudah ada beberapa pesan lagi yang Dimas kirimkan.
^^^Bella^^^
^^^Maaf. Tadi ada Kiki, asisten baru dirumah.^^^
^^^23:10^^^
Dimas
Ya udah, kamu tidur gih!
Udah malam.
23:11
^^^Bella^^^
^^^Makasih ya:)^^^
^^^22:11^^^
Bella meletakkan hanphonenya di bawah batal, yang Ia gunakan. Ia sempat membayangkan kejadian-kejadian yang sudah Ia lakukan bersama Dimas, sebelum Ia tidur. Bella senyum-senyum sendiri, saat kembali membuka room chat nya dengan Dimas tadi.
Bella keluar dari room chat Dimas, saat melihat ada notifikasi chat dari Rangga.
"Ada apa sih, mas Rangga?"
Mas Rangga
Tidur udah malam!
22:30
"Apaan sih! Sendirinya aja belum tidur, udah nyuruh-nyuruh aku buat tidur." Kekeh Bella
^^^Bella^^^
^^^Y.^^^
^^^22:32^^^
__ADS_1
...****************...
Kiki sudah berada di dapur untuk membuat sarapan, Sedangkan Dania masih berada di dalam kamar bersama Rangga.
Bella pergi ke dapur untuk mengambil air putih.
"Pagi Mbak Bella." Sapa Kiki
"Pagi." Bella tersenyum miring kepada Kiki.
"Makasih ya pembalutnya, mau Kiki ganti nggak?"
"Nggak usah. Mbak Dania belum turun?" Tanya Bella, kemudian menegukkan air kemulutnya.
"Belum. Dari tadi Kiki nggak liat mbak Dania ataupun Mas Rangga, turun." Jawab Kiki
Disisi lain, Dania dan Rangga sedang menikmati udara pagi didepan jendela kamar, yang mungkin sekarang sudah menjadi tempat favorit Dania dan juga Rangga.
"Kamu mau aku buatin minum?" Tanya Danai menoleh ke wajah Rangga.
"Boleh." Rangga tersenyum kepada Dania.
Dania melepaskan tangan Rangga, yang ada di pinggangnya. Kemudian keluar menuju dapur.
Di dapur masih ada Bella dan Kiki yang sedang mengobrol.
"Pagi Ki. Gimana tidurnya nyenyak?" Sapa Dania kepada Kiki.
"Iya, nyenyak banget. Kasurnya empuk nyaman." Ucap Kiki
"Apaan sih." Ketus Bella, sembari mebatap layar hanphonenya.
"Kenapa dia?" Bisik Dania
"Mungkin masih kesal, gara-gara tadi malam Kiki ganggu saat sedang asik chat-an."
"Chat-an sama siapa?"
"Nggak tau. Liat tu, masa senyum-senyum sendiri."
Bella melirikan matanya, saat Kiki membicarakan tentang dirinya.
"Aku dengar ya. Kaya nggak pernah muda aja sih!" Ketus Bella
Dania berjalan menghampiri Bella, sambil membawa satu cangkir kopi hangat.
"Chatan sama siapa? Dimas?" Tanya Dania yang sudah berdiri di sambing Bella.
Bella langsung mematikan hanphonenya, saat Dania sudah berada di sisi kanannya.
"Hehehe. Mbak Dania bikin kopi buat mas Rangga?" Ucap Bella mengalihkan pembicaraan.
"Iya, kamu mau juga?"
"Nggak deh, nanti aku buat sendiri aja."
Dania mengangguk, tersenyum kepada Bella. Lalu kembali lagi ke kamarnya. Ia melihat Rangga sudah tak berada di dalam kamar, mungkin sedang berada di kamar mandi.
Dania mengambil novel romanca, yang sudah lama Ia tak baca. Ia membuka halaman terkhir yang Ia baca.
__ADS_1
Tak lama Rangga keluar dari kamar mandi, Ia tersenyum saat melihat Dania sedang duduk membaca.