Terjebak Cinta Didalam Perjodohan

Terjebak Cinta Didalam Perjodohan
Chpter 82


__ADS_3

"Dania." Rangga berusaha membangunkan Dania, tanganya mencoba mengeluarkan air di dalam mulutnya.


Mata Rangga melirik sinis ke arah Jessica yang masih berdiri ditempat semula.


Bella yang melihat ada keributan di luar, dirinya merasa curiga dan langsung berlari kecil menuju kolam berenang.


Ibu juga menyusul Bella di belakang.


Rangga berdiri menghampiri Jessica, ekspresi wajah Jessica berubah menjadi ketakutan.


"Maksud lo apa ya." nada Rangga meninggi


"Dania." teriak Ibu dari kejauhan, kemudian menghampiri Dania yang masih berbaring tak sadarkan diri.


"Ada apa mas." tanya Bella yang berada diantara Rangga dan Jessica.


Rangga melirikkan matanya tajam kepada Jessica, seperti ingin memangsa musuhnya.


Kemudian kembali lagi menghampiri Dania.


Rangga terus berusaha mengeluarkan air di dalam mulut Dania.


Uhuk! Uhuk!


Dania tersadar dan langsung memuntahkan air yang sudah Ia telan.


"Kamu nggak papa?" tanya Rangga, sembari mengusap wajah Dania.


Kepala Dania di topang oleh tangan Rangga, perlahan Dania membuka matanya.


Dania langsung memeluk Rangga, Ia menangis karna ketakutan.


"Sayang kenapa kamu bisa kaya gini." ucap Ibu khawatir.


Dania melepas pelukanya dan mengusap wajahnya, saat dirinya menyadari bahwa ada Ibu di sini.


Dania mengangguk.


"Lo apain mbak Dania?" tanya Bella kepada Jessica.


"Itu bukan salah gue." kekeh Jessica


"Eh, lo kalo salah ya ngaku salah. Nggak usah bohong!" nada Bella meninggi.


"Sudah, nggak usah berantem." Bentak Rangga. "Kita pulang ya." ucap Rangg kepada Dania.


"Iya, sebaiknya kamu pulang sama Rangga. Baju kamu basah kaya gitu." ucap Ibu khawatir


"Tapi Ibu?" tanya Dania


"Ibu bisa ikut sama kita." Rangga menoleh kepada Ibu.


"Ibu bisa pulang sama Jessica, yang penting kamu pulang duluan terus ganti baju." jawab Ibu


Rangga membantu Dania berdiri, kemudian menyuruh Bella untuk ikut pulang.


Saat mereka sudah pergi, Ibu berjalan menghampiri Jessica dan langsung menarik tangan Jessica, menyuruhnya untuk pulang.

__ADS_1


...****************...


Sesampainya di rumah, Rangga langsung menyuruh Dania untuk ganti pakaiannya. Sedangkan dirinya membuatkan minuman hangat untuk Dania, agar tubuhnya terasa hangat.


Beberapa menit kemudian Dania keluar dari kamar mandi dan sudah memakai piyama tidurnya.


"Ini kamu minum dulu." Rangga memberikan teh hangat untuk Dania.


Dania duduk diatas ranjang, sembari meminum teh buatan Rangga.


"Kenapa kamu bisa tercebur sih, siapa yang sudah melakukan ini?" tanya Rangga, walau sebenarnya dirinya sudah tau pasti Jessica yang mendorong Dania hingga jatuh dan tercebur.


"Aku nggak tau, tiba-tiba aja ada seseorang yang mendorong aku hingga aku tercebur masuk ke kolam berenang." Jelas Dania, dirinya sebenarnya juga curiga dengan Jessica.


"Ya udah, kamu istirahat dulu." ucap Rangga


Setelah menghabiskan setengah minumannya, Dania membaringkan tubuhnya.


...****************...


Selesai sholat subuh Dania membuka hanphonenya yang dari tadi malam Ia cas.


Dania membuka chat dari Ibu.


IbuY


Dania, bagaimana kabar kamu?


Ibu minta maaf, gara-gara Jessica kamu seperti itu.


^^^DaniaRmd^^^


^^^Alhamdulilah Bu.^^^


^^^Iya, Ibu nggak usah merasa bersalah.^^^


^^^05:10^^^


Rangga menghampiri Dania, saat selesai keluar dari kamar mandi.


Dania meletakkan hanphonenya di nakas samping kiri ranjang.


"Gimana kondisi kamu?" tanya Rangga


"Udah baikan kok." Dania tersenyum kepada Rangga.


"Baguslah." Rangga membalas dengan senyuman juga.


Dania membuatkan minuman kopi untuk Rangga.


Setelah selesai membuat kopi hangat, Dania memberiknya kepada Rangga, yang sedang duduk di kursi kerjanya.


"Kamu ikut aku ke kantor ya." Rangga meletakkan cangkir di atas meja.


"Buat apa?" tanya Dania


"Ya, aku takut aja Jessica lebih nekat dari tadi malam." ucap Rangga

__ADS_1


"Kamu begitu yakin kalo pelakunya Jessica."


"Ya siapa lagi, kalo bukan dia." ketus Rangga


Dania turun ke bawah, untuk menyiapkan sarapan.


Semua sudah berkumpul di meja makan, Dania mengambilkan nasi goreng untuk Rangga.


"Gimana kamu jadi ikut aku?" tanya Rangga


"Mau kemana?" Ucap Bella dengan kepo, setelah menyuapkan nasi kedalam mulutnya.


"Heem-


"Mas ajak Dania ikut ke kantor." Sambung Rangga, setelah ucapan Dania di potong olehnya.


"Yah, aku sendirian dong." Bella memanyunkan bibirnya.


"Kamu nggak kerja?" tanya Dania


"Aku libur hari ini." ucap Bella kesal


"Ya udah, aku di rumah aja ya. Kasian Bella sendirian di rumah sendirian." Dania menoleh kearah Rangga.


Setelah selesai sarapan Rangga dan Dania kembali ke kamar, Dania mengambil tas kerja Rangga di atas meja.


"Yakin kamu nggak ikut?" Rangga masih khawatir soal Dania.


"Aku yakin, lagian di rumah juga ada Bella kok." Dania merapikan kemeja Rangga.


"Ya udah, tapi kalo ada apa-apa kamu telfon aku ya." ucap Rangga


Dania mengantar Rangga sampai ke depan, kemudian melambaikan tangannya sampai mobil Rangga pergi menjauh.


Dania kembali masuk untuk membereskan rumah.


Di dalam mobil Rangga menelfon Aldo dan mengatakan bahwa dirinya akan masuk siang ke kantornya.


Setelah itu Rangga mengirimkan pesan kepada Jessica dan menyuruhnya untuk menemui dirinya di caffe ××× pagi ini juga.


Jessica membuka pesan dari Rangga.


Rangga


Temui aku sekarang juga di caffe ×××


07:10


^^^Jessica^^^


^^^*Okey.^^^


^^^07:11*^^^


Setelah menerima chat dari Rangga Jessica langsung berganti baju tanpa harus mandi.


Jessica tak peduli soal tadi malam, Ia menemui Rangga tanpa rasa bersalah karna telah menyelakai Istrinya.

__ADS_1


__ADS_2