Terjebak Cinta Didalam Perjodohan

Terjebak Cinta Didalam Perjodohan
Chapter 62


__ADS_3

Mulut Rangga sudah menguap, Ia melihat kearah jam di dinding sudah menunjukkan pukul 01:05.


Disisi lain Dania terbangun karna haus, Ia melihat Rangga sudah tak ada disampingnya lagi. Dania mencoba membuka matanya, melihat sekeliling ruangan mencari Rangga.


Dania bangkit dari tidurnya, keluar kamar untuk memcari Rangga dan mengambil minum didapur.


Setelah mengambil air minum Dania kembali lagi ke kamar, meletakkan secangkir gelas dimeja.


Ia melihat korden pintu menuju balkon berkibar-kibar.


"Apa tadi belum aku tutup ya?" ucap Dania sambil berjalan mendekati pintu.


Saat Dania ingin menutup pintu, Ia melihat ada Rangga sedang duduk dikursi. Dania menghampiri Rangga yang sedang duduk, sambil melamun.


"Rangga, ngapain kamu disini?" sapa Dania lalu duduk dikursi yang satunya lagi.


"Heem, kamu ngapain bangun?" ucap Rangga sambil menoleh kearah Dania.


"Aku haus tadi, ya kamu sendiri ngapain disini?"


"Aku belum ngantuk. Kamu masuk sana dingin diluar!" ucap Rangga


"Kamu tau diluar dingin, terus ngapain kamu masih disini?" tanya Dania.


Rangga tak menjawab Dania, Ia hanya menoleh kearah Dania seketika lalu menatap kearah langit yang gelap, mendung, tak ada bintang ataupun bulan.


"Kamu masih marah sama aku?" tanya Dania kembali.


"Marah soal apa?"

__ADS_1


"Ya karna aku belain Bella?"


"Setelah aku pikir-pikir mungkin kamu benar juga, aku harus beri Dimas satu kesempatan lagi. Aku juga nggak bisa ngelarang-ngelarang Bella untuk menjauhi orang yang dia suka." jelas Rangga.


"Aku suka cara kamu berfikir yang dewasa." jawab Dania sambil tersenyum kepada Rangga.


"Tapi kamu bantuin aku ya, bantui aku ngomong sama Bella. Mungkin sekarang Bella marah banget sama aku bahkan dia nggak mau ngomong sama aku."


"Iya aku bantu."


"Ya udah kamu sekarang masuk sana!" perintah Rangga


"Aku mau masuk, asal kamu juga masuk kedalam."


Rangga menoleh kearah Dania, menatap Dania cukup lama. Kemudian berdiri dan menghadap diharapan Dania yang masih duduk.


"Ayo." Rangga menjulurkan tangan kanannya, tepat dihadapan Dania.


"Ayo masuk, bentar lagi hujan." ajak Rangga.


"Aku bisa sendiri." Dania memukul tangan Rangga pelan lalu berdiri dan masuk kedalam kamar.


"Dasar." ucap Rangga secara pelan, kemudian mengikuti Dania masuk kedalam.


Setelah Rangga dan Dania masuk rintikan hujan mulai turun, Dania menutup pintu balkon dan menarik kordennya.


Dania melihat jendela kamarnya juga terbuka, sebelum Dania menutup jendela, Ia menjulurkan tangannya keluar jendela menikmati rintikan hujan yang turun perlahan.


"Ngapain kamu malah disini?" sapa Rangga yang sudah berada disamping Dania.

__ADS_1


Dania hanya tersenyum, menoleh kearah Rangga. Rangga juga ikutan menjulurkan tangannya keluar.


"Ngapain kamu disini sih, ayo tidur udah malam."


Dania mengambil nafas panjang. "Kamu nikmatin aja setiap rintikan hujan yang mengenai tangan kamu, bayangkan semua masalah yang ada didalam pikiran kamu, sambil merem tapi. Setelah itu masalah itu akan hilang, hanyut terbawa air yang mengalir."


"Ouh ya?" tanya Rangga yang masih ragu, lalu Ia mencoba apa yang Dania katakan.


Dania juga menutup matanya, tak lama Rangga membuka matanya terlebih dahulu. "Terdengar aneh, tapi itu memang nyata." ucap Rangga dalam hati dan menoleh kearah Dania.


"Gimana?" tanya Dania


"Lumayan lah.....ya udah ayo tidur." Rangga menarik tangan Dania.


"Bentar, aku tutup jendelanya dulu."


Rangga berjalan menuju kasur terlebih dahulu, Ia menyenderkan punggungnya.


Dania menyusul Rangga yang sudah berada diatas kasur, Dania menarik selimut sebelum berbaring.


"Katanya mau tidur?" tanya Dania, sambil menatap Rangga.


"Iya sebentar lagi." jawan Rangga yang sedang memainkan hanphonenya.


Dania mengambil hanphone ditangan Rangga secara paksa, lalu menarohnya diatas meja dekat dirinya.


"Lah kok-"


"Udah tidur, udah malam." perintah Dania, lalu Ia membaringkan tubuhnya membelakangi Rangga. "Besok kamu harus kerja, jangan begadang terlalu malam." perintah Dania sekali lagi.

__ADS_1


"Iya." jawab Rangga lirih.


__ADS_2