Terjebak Cinta Didalam Perjodohan

Terjebak Cinta Didalam Perjodohan
Chapter 84


__ADS_3

Rangga masuk tanpa mengetuk pintu kamar, Dania tersenyum kepada Rangga. Rangga pergi ke kamar mandi, sedangkan Dania masih menyetrika baju untuk Rangga besok.


Dania mengambil hanphone miliknya di atas nakas. Melihat ada notifikasi dari Ibu, Dania langsung membukanya.


Ibu❤️


Dania besok pagi Ibu akan mengantar Jessica ke bandara. Apakah kamu mau ikut?


21:08


Dania menghela nafas, mendengar kabar dari Ibu. Di sisi lain Dania merasa lega karna Jessica tidak akan mengganggu rumah tangganya lagi, tetapi di sisi lain Ia juga merasa sedih karna Jessica akan pergi dalam jangka waktu yang cukup lama.


"Kenapa?"


"Ha?"


Dania langsung meletakkan hanphone di atas nakas kembali.


"Kok kamu wajahnya ditekuk gitu sih?"


"Nggak kok. Ouh ya, Ibu tanya kita mau ikut ngantar Jessica ke bandara nggak besok?"


"Jam berapa?" Tanya Rangga tanpa menoleh kearah Dania. Sebenarnya Rangga malas untuk membicarakan tentang Jessica apalagi untuk mengantarkannya.


"Nggak tau sih, aku belum tanya Ibu."


"Ya udah, aku ke bawah dulu ya!" Ucap Rangga


"Mau apa?" Tanya Dania, menoleh kearah Rangga.


"Buat minum."


"Aku aja! kamu mau minum apa?"


Dania menaruh kembali hanphone nya yang baru saja Ia ambil, untuk menanyakan jam berapa Jessica akan berangkat.


Kemudian, Dania melangkahkan kakinya untuk keluar. Tetapi tangannya di tahan oleh Rangga.


"Biar aku aja!" Ucap Rangga dengan melontarkan senyumab tipis.


"Aku aja, ini tugas aku!" Tolak Dania, kemudian melepaskan tangannya.


"Dania."


Dania menghentikan langkahnya tepat di depan pintu. Kemudia menoleh ke arah Rangga, Rangga berjalan mendekati Dania.


"Aku bantu."


Dania mengerutkan keningnya.


Dania menuangkan air panas dari dalam teko yang baru saja Ia masak. Sedangkan Rangga memberikan gula ke dalam cangkir.


Dania menyipitkan matanya, melihat yang di tuangkan Rangga itu garam bukan gula.

__ADS_1


Rangga tak menyadarinya, Ia masih saja memperhatikan Dania.


"Kenapa sih kamu." Rangga meniup kopi yang sudah Ia bikin.


Dania menggelengkan kepalanya dan menahan tawa.


Byur!


"Rasanya kok aneh ya?" Tanya Rangga, yang sedang menusap bibirnya.


"Asin ya?" Dania tersenyum miring.


Rangga mengangguk.


"Iya lah, yang kamu masukin itu garam bukan gula!"


"Kok kamu nggak bilang sih!" Wajah Rangga kelihatan sangat kesal.


"Sengaja aja gitu."


"Ouh, sengaja ya!"


Rangga memaksa Dania agar meminum kopi yang sudah Ia buat.


"Ih, apaan sih. Nggak mau ah! asin." Tolak Dania.


Bella yang dari tadi memperhatikan Dania dan Rangga sambari bersandar di tembok, tak tahan menahan tawanya. Rangga dan Dania menoleh secara bersama mendengar suara tawa dari belakang.


"Ups!" Bella menutup mulutnya


"Nggak papa, cuma mau ambil air aja." Ucap Bella mendekati Rangga dan Dania.


"Ouh, ya udah ayo kita ke atas." Rangga menarik tangan Dania.


Dania tersenyum kepada Bella sebelum pergi dengan Rangga. Wajah Bella kelihatan kesal.


"Ih aku datang kok malah pergi sih?" Bella menekuk wajahnya.


Dania dan Rangga sedang berada di balkon kamar. Mereka berdua mengamati bintang-bintang di langit.


Sesekali Dania juga memperhatikan Rangga yang berdiri di sampingnya.


Rangga melirikkan matanya kepada Dania, Dania pun tersenyum saat Rangga juga menatap dirinya.


"Why?" Ucap Rangga


Dania hanya menggelengkan kepalanya.


"Cerita dong, sama aku?" Desah Rangga, Rangga memegang tangan Dania.


"Makasih ya, nggak terasa sudah hampir 4 bulan kita menikah. Aku merasa beruntung bisa milikin kamu." Air mata Dania ingin sekali menetes, tetapi Dania menahanya.


"Aku yang harusnya makasih sama kamu, selama ini kamu sudah bertahan dengan sikap aku."

__ADS_1


Rangga refleks langsung memeluk Dania. Air matanya tumpah menetes di baju Dania.


"Jangan ngungkit masa lalu." Ucap Dania


Rangga melepaskan pelukannya.


"Aku udah nggak sabar ada seorang anak di antar kita."


"Kamu yang sabar ya."


Pukul 22:30 rasa kantuk belum menghampiri Rangga, sedangkan Dania sudah tertidur sejak 20 menit yang lalu.


Rangga mengambil hanphone di nakas sebelahnya. Ia melihat tanggal dalam hanphonenya.


Satu minggu lagi Dania ulang tahun, Rangga berniat akan membuat pesta kecil-kecilan hanya dua orang saja.


...****************...


Dania membuka notifikasi chat terbaru dari Ibu.


Ibu❤️


Pagi, habis subuh.


Kamu kalo nggak ikut juga ngga papa kok. Yang penting kamu sama Rangga baik-baik saja.


23:00


^^^DaniaRmd^^^


^^^*Maaf bu, aku baru sempat balas.^^^


^^^Jadinya aku nggak ikut, gimana apakah ibu sudah sampai*?^^^


^^^05:07^^^


Ibu❤️


Iya sayang nggak papa


sekarang Jessica sudah berada di dalam pesawat. Ini ibu mau pulang.


05:07


^^^DaniaRmd^^^


^^^Ya udah, hati-hati di jalan ya Bu❤️^^^


^^^05:08^^^


Keluar dari kamar mandi, Rangga sudah di buatkan minuman oleh Dania yang sudah Ia pesan sebelum Ia mandi.


"Gimana, kapan Jessica akan berangkat?" Tanya Rangga, sambil meminum kopi.

__ADS_1


"Sudah dari tadi, Ibu juga sudah dalam perjalanan untuk pulang. Kamu mau langsung makan atau gimana?" Ucap Dania, yang sedang melipat selimut.


"Nanti aja."


__ADS_2