Terjebak Cinta Didalam Perjodohan

Terjebak Cinta Didalam Perjodohan
24. Pergi ke rumah Ibu


__ADS_3

Setelah dua hari Aku dan Rangga pindah ke rumah baru. Ibu menyuruh Aku dan Rangga untuk pergi ke rumahnya.


Perjalanan menuju rumah Ibu memerlukan waktu kurang lebih 2 jam. Sesampainnya di depan pintu Ibu menyambut Aku dengan hangat dan dengan senyumanya. Aku langsung menghampiri Ibu dan memeluknya, melepas semua kerinduan dalam hatiku.


Sedangkan Rangga mengambil koper di bagasi.


Aku mengajak Rangga untuk pergi ke kamarku dulu, sebelum akhirnya Aku menikah dengannya.


"Maaf kamarnya kecil."


"Tak masalah, ini kamu ya?" Rangga menunjuk foto yang sengaja Aku pasang di dinding.


"Iya, ini Aku dan ini Jessica. Jessica memang cantik dari kecil, memiliki kulit yang putih, berwajah cantik dan body yang sexy." Aku menjelaskan tentang Jessica


"Aku nggak menanyakan tentang Dia."


"Aku hanya menjelaskan saja. Sekarang Aku mau turun bantuin Ibu masak, sebaiknya kamu mandi sana." Aku mengalihkan pembicaraanku.


Rangga menganggu dan tersenyum. Sedangkan Aku langsung keluar dan menghampiri Ibu yang sedang memasak.


"Sayang, Ibu harap kamu bahagia dengan Rangga."


"Aku bahagi kok Bu, walau Aku belum tau nantinnya akan baik-baik saja atau tidak. Ibu kenapa bertannya seperti itu." Tanyaku heran kepada Ibu.


Ibu menghela nafas panjang sebelum menjelaskan kepadaku. "Kemarin Thania pergi ke Caffe kita, la mengetahui kalo kamu sudah menikah dengan Rangga. Dan Ia bercerita banyak tentang Rangga."


"Bercerita apa Bu?"

__ADS_1


"Kalo sebenarnnya Rangga dulu Itu....Ibu mengehela nafas lagi....Rangga suka mainin perasaan perempuan."


"Aku udah tau kok Bu, sebelum Aku menikah dengannya Aku pernah mencari tau tentang dirinnya terlebih dahulu. Kok Thania bisa tau semuannya si."


"Lalu mengapa kamu masih mau menerima Rangga. Katannya si Thania kerja di perusahaan milik Rangga."


"Aku yakin Rangga akan berubah suatu saat nanti. Ya udah bu Aku pergi panggil Rangga dulu ya."


*****


Saat Aku masuk kamar, Rangga masih di dalam kamar mandi. Sambil menunggu Rangga Aku duduk di kasur dan menghadap ke arah jendela.


Aku terlelap dalam lamunanku dan memikirkan kehidupanku dengan Rangga, Aku berharap Rangga tidak akan kembali seperti dulu lagi.


Seseorang menepuk pundakku, dan membuyarkan lamunanku. "Dania."


"Harusnya Aku yang bertannya, kamu kenapa."


"Aku nggak papa kok."


"Jangan berbohong kepadaku."


Tetnyata Rangga tidak mudah untuk aku bohongi. "Aku nggak bohong, Ibu menyuruh Kita untuk makan malam."


*****


Di meja makan, sudah ada banyak lauk yang Aku dan Ibu siapi dari tadi. Seperti biasa Aku mengambilkan nasi dan lauk untuk Rangga.

__ADS_1


"Ibu jadi ingat dulu kalo liat kalian kaya gitu."


Aku menatap ke arah Rangga, ternyata Rangga juga menatapku. Ini membuat Aku dan Rangga saling bertatap muka.


"Ehemmm....Udah dong jangan pandang-pandangan."


Aku langsung memalingkan wajahku menghadap piring di depanku.


"Oh, ya. Ibu lupa ngasih tau kalian, kalo besok pagi Jessica pulang."


"Oh ya. Bu Aku sangat merindukan dia, sudah hampir empat tahun aku tak melihatnnya.


"Ibu juga senang."


Selesai makan Aku membereskan tempat tidur, sedangkan Rangga kembali menghadap ke leptopnya.


Aku melihat Rangga menguap akhirnya Aku keluar dan pergi ke dapur untuk membuatkannya kopi yang tak terlalu manis.


"Ini minum, biar nggak ngantuk lagi."


"Makasih. Kamu kalo udah ngantuk tidur aja, Aku masih lama."


"Iya, Aku tidur dulu ya." Aku langsung membaringkan tubuhku, menarik selimut dan mencari posisi yang nyaman. Tak lama Aku langsung terlelap dalam mimpiku.


Rangga yang sudah selesai dengan leptopnya, melangkah menghampiri Dania yang sedang tidur. Meletakkan tangannya di atas dahi Dania dan turun mengenai hidung, lalu turun lagi mengenai bibir Dania.


Rangga tersenyum sendiri saat memandang wajah Dania. Ia meletakkan tangan Dania di pipinya dan mulai tertidur.

__ADS_1


__ADS_2