Terjebak Cinta Didalam Perjodohan

Terjebak Cinta Didalam Perjodohan
28. Cemburu:-\


__ADS_3

Pukul 04.30 aku terbangun karna mendengar alaram. Aku menoleh ke sampingku, Rangga sudah tidak ada disini.


"Udah bangun." Rangga duduk di kursi yang biasanya, sambil memandang laptopnya.


"Kamu kok udah bangun?" Aku mengucek mataku dan bangun dari posisi tidurku. "Udah siang ya?" tanyaku lagi


"Belum kok, masih jam setengah lima."


"Udah lama kamu bangunya?"


"Sekitar tiga puluh menitan, kamu cuci muka, wudhu, lalu kita sholat."


Aku menganggu dan pergi ke kamar mandi. Selesai dari kamar mandi aku langsung mengambil mukenaku lalu berdiri di belakang Rangga.


#


Selesai sarapan, Rangga langsung pergi ke kantor. Seperti biasa juga aku mengantar Rangga sampai depan rumah, lalu masuk ke dalam rumah setelah mobil Rangga hilang di ujung jalan.


Hanphoneku bergetar, aku mengambil lalu membuka pesan dari Jessica.


 


Jangan lupa jam 8 ketemu di taman.


07.10


Hati aku merasa tak enak jika aku harus bertemu dengan Jessica. "Mau apa ya dia, semoga Ia tak minta macam-macam."

__ADS_1


 


Mau apa kamu? bicaralah sekarang.


 07.15


 


Cepat berangkat sekarang aku sudah di jalan.


 07.17


Tak ada pilihan selain aku harus menemuinnya, biar aku mengerti maksud perbuatannya.


Aku langsung mengikat rambutku asal, lalu memesan taxi onlane.


#


Setelah beberapa menit aku mencari akhirnya, aku menemukan Jessica di bawah pohon. Anehnya Jessica tak sendirian Ia bersama seorang laki-laki. Aku melihat lebih jelas lagi siapa laki-laki yang bersamannya.


Badanku seketika menjadi kaku saat melihat dengan jelas pria yang bersama Jessica. "Rangga." Seketika hati hancur melihat mereka berpegangan tangan. Walau aku tak mendengar apa yang mereka berdua katakan disana.


Aku ingin melangkahkan kakiku, tetapi rasannya berat sekali. Terpaksa aku harus melihat mereka dari sini, tetapi hatiku tak kuat. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi dari taman, di pinggir jalan aku langsung hentikan taxi.


Sepanjang jalan aku hanya menghadap ke jendela luar taxi. Membayangka apa yang telah Jessica lakukan bersama Rangga.


"Apakah ini tujuanmu mengajakku ke taman, agar aku melihat kebersamaanmu dengan Rangga."

__ADS_1


Sesampainya dirumah aku pergi ke kamar, lagi-lagi aku harus terbayang akan kejadian tadi. Aku berusaha tak memikirkannya tetapi, itu sangat sulit. "Apakah Rangga selama ini tak berubah? Ia masih menjadi Rangga yang dulu, menjadi Rangga yang tak pernah puas dengan satu wanita.''


Lagi-lagi air mata ku menetes, mengenai pipi lalu mengenai bantal. Suara azan duhur berkumandang, aku langsung mengambil air wudhu. Lalu melakukan sholat duhur.


#


Pukul 16.00 Rangga pulang, Ia melihat Dania yang tertidur masih menggunakan mukena. Rangga membangunkan Dania. "Dania, bangun udah sore."


Aku membuka mataku melihat wajah Rangga sudah berada di depan wajahku. "Ka-ka-kamu udah pulang." Ucapku terbatah-batah, rasanya aku ingin menanyakan jejadian tadi bahkan aku ingin sekali menjauhi lelaki di depanku ini. Tetapi tak seharusnya aku melakukan itu, karna bagai mana pun ia adalah suamiku sendiri. Aku akan menanyakan kejadian tadi saat waktunya sudah tepat.


"Kamu kenapa? sampai tertidur di sini?"


"Nggak papa kok, aku buatin kamu minum ya?"


Rangga mengangguk, aku melepaskkan mukena lalu pergi ke dapur.


"Mau makan malam pakai apa?" tanyaku sambil menyerahkan secangkir kopi.


"Kamu kenapa?"


"Kenapa apanya?"


"Sikap kam..." aku memotonf pembicaraan Rangga, karna aku tau apa yang ingin Ia katakan.


"Aku buatin makan malam dulu ya, kamu mandi sana. Nanti aku siapin pakaian kamu di kasur."


Tanganku ditahan oleh Rangga, saat aku ingin keluar dari kamar. "Kenapa si kamu?"

__ADS_1


"Kamu belum sholat juga kan, keburu waktunnya habis." Aku melepaska genggaman tangan Rangga, lalu pergi ke dapur untuk memasak


__ADS_2