
"Maaf mas, mbak Ibu Yuli tidak bisa kami selamatkan lagi." Dokter menatap Rangga, kemudian menatap Bella yang sedang menangis sembari memeluk tantenya.
"Inalilahi waninalirahirojiun." ucap Dania, menutup mulutnya, karna shok atas apa yang dokter katakan.
"Nggak dok, Mama saya orangnya kuat. Nggak mungkin ini terjadi." Rangga mendorong pundak dokter.
Dania memeluk Rangga dan berusaha meyakinkan Rangga bahwa mamanya memang sudah tidak ada, Dokter menyuruh mereka untuk keluar karna almarhum mama Yuli akan di otopsi terlebih dahulu.
Rangga memukul tembok rumah sakit, lalu menyenderkan tubuhnya ditembok tersebut.
Sedangkan Dania berada disamping Bella, memeluk pundak Bella, disini Dania berusaha tegar untuk Bella dan Rangga.
Dania melepaskan pelukannya saat melihat Rangga.
"Rangga, kamu yang kuat ya." Dania memegang pundak Rangga.
Rangga menyandarkan kepalanya ditangan.
"Ini salah aku, harusnya aku lebih hati-hati lagi waktu itu. Seandainya aku nggak lewat jalan sesepi itu dan harusnya aku yang berada di posisi mama saat ini." ucap Rangga dengan penuh penyesalan.
"Ini bukan sepenuhnya salah kamu, mungkin Tuhan lebih sayang sama mama, makanya Tuhan mengambil mama lebih dulu."
Dimas dan Aldo datang secara bersamaan, Dania yang tadi sudah mengabari mereka, agar datang ke rumah sakit untuk mengurus jenazah mama Yuli, karna sangat tidak mungkin jika Rangga yang mengurus.
"Dimas?" Bella langsung memeluk Dimas erat, menangis sepuasnya dalam pelukan Dimas.
"Bro, gue turut berduka cita ya." ucap Aldo kepada Rangga.
Rangga mengangguk.
"Makasih ya." ucap Rangga lemas.
Tak lama dokter datang dan mengatakan bahwa jenazah mama Yuli sudah boleh dibawa pulang.
...****************...
Sesampainya dirumah jenaza sudah disambut oleh banyak orang, Dania yang menyuruh Ibunya untuk menghendel dirumah sebelum jenazah mama Yuli sampai dirumah.
__ADS_1
Jenazah akan di makamkan siang pagi ini juga. Rangga juga ikut ke tempat peristirahatan terakhir mamanya.
Satu persatu orang mulai pulang saat prosesi pemakaman selesai.
Bella yang masih duduk, sambil memeluk nisan yang bertulisan Yuli.
"Bella, udah ya, ayo pulang." ajak Rangga, karna Ia tau kalo dirinya atau orang lain menangis dihadapan makam orang yang Ia cintai, orang tersebut akan jauh merasa sedih dari pada kita.
"Mas." Bella memeluk Rangga, sembari mengeluarkan air matanya.
'Mah maafin Rangga, Rangga akan menebus kesalahan Rangga dengan melaksanakan permintaan terakhir mama.'
Rangga mengusap tanah yang masih basah dihadapannya.
"Udah jangan nangis, mama pasti sedih ngeliat kamu kaya gini."
'Aku tau hati kamu masih sangat berat menerima kenyataan ini, tetapi kamu berusaha kuat demi Bella.' Dania menghampiri Bella dan Rangga.
"Bener kata Rangga, sekarang kita pulang ya." ucap Dania mengajak Bella berdiri.
...****************...
Tak lain adalah foto almarhum Mamanya.
"Dania." Ibu memanggil Dania yang masih berdiri di depan pintu kamar.
"Iya bu, ada apa?" tanya Dania, sambil menutuo pintu kembali.
"Kamu ajak Rangga makan gih, Ibu liat dari tadi Rangga belum makan."
"Iya ini aku mau nyamperin Rangga, tapi gimana dengan Bella?"
"Bella, tadi Ibu sudah menyuruhnya makan dan sekarang Ia sedang makan di temanin Dimas." jawab Ibu, sambil memegang pundak Dania.
Dania pergi ke dapur untuk mengambil makanan buat Rangga.
Saat Dania ingin kembali ke kamar Ia mendengar Aldo memanggilnya.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Dania
"Aku pulang dulu, karna besok ada meeting dengan Klien." ucap Aldo, tanpa basa-basi.
"Iya, aku minta sama kamu buat ngurus dan menghendel perusahaan Rangga untuk sementara ini."
"Iya, tenang aja. Ya udah aku pulang dulu ya."
...****************...
Dania memaksa Rangga untuk makan, karna sejak kejadian nakas tersebut Rangga belum menyuapkan nasi kedalam perutnya sama sekali.
"Aku suapin deh." bujuk Dania
"Apaan sih, aku bisa makan sendiri kok." jawab Rangga, dengan tersenyum tipis.
"Ya kamu, makan aja harus dibujuk, kaya anak kecil." ledek Dania
"Ya udah aku akan makan, tapi sama kamu, kamu pasti juga belum makan?"
Setelah makan Rangga keluar dari kamar, sedangkan Dania sholat isya karna tadi Ia belum sholat, karna banyak tamu yang ngelayat.
"Mas Rangga?" sapa Dimas
"Kamu mau kemana?" tanya Rangga
"Dimas mau pulang mas." sambung Bella
"Ya udah hati-hati ya di jalan."
Dimas mengangguk.
"Aku anter Dimas kedepan dulu ya mas."
"Iya."
Rangga meletakkan piringnya di wastafel, Rangga yang melihat Ibu sedang merapikan gelas, Ia menyuruh Ibu untuk istrirahat karna sudah malam. Tetapi ibu menolak, Ia akan istirahat setelah mencuci piring.
__ADS_1
Ibu orangnya memang bekerja keras.