Terjebak Cinta Didalam Perjodohan

Terjebak Cinta Didalam Perjodohan
Chapter 70


__ADS_3

...****************...


Sesampainya dirumah Rangga mendapat kabar bahwa mamanya akan pulang malam ini, mendengar kabar itu Rangga langsung memberitahu Dania.


"Ouh ya, ya udah besok aku akan masak masakan kesukaan mama." ucap Dania dengan gembira.


"Makasih ya." Rangga tersenyum kepada Dania.


Diatas ranjang Dania sudah membaringkan tubuhnya menghadap Rangga, begitu juga dengan Rangga.


Tangan Rangga mengusap pelan kening Dania, Dania menatap wajah Rangga tulus.


...****************...


Mungkin pukul tujuh pagi mama akan sampai dirumah.


Dania bangun bukan karna alaram, tetapi karna ada seseorang yang sengaja membangunkan dirinya.


Dania membuka matanya secara perlahan, melihat Rangga sudah berpakaian rapi dengan koko nya berwarna putih.


"Jam berapa ini?" tanya Dania, lalu duduk.


"Jam empat lewat, kita sholat subuh bareng lagi yuk." ajak Rangga, dengan menjulurkan tangannya, membantu Dania berdiri.


...****************...


Selesai sholat Dania pergi ke dapur, Dania kepikiran untuk membuat kue saat melihat ada bahan-bahannya di dalam kulkas.


Saat Dania sedang mengambil tepung, Rangga datang, lalu mengambil air minum.


"Kamu mau bikin apa?" tanya Rangga


"Aku mau bikin kue." jawab Dania


"Kamu bisa?" tanya Rangga, dengan meledek Dania.


"Aku kurang tau si, tapi aku pernah diajarin Ibu dulu." ucap Dania dengan sedikit ragu.


"Ya udah aku bantuin."


Saat Dania sedang memasukkan tepung sedikit demi sedikit, Rangga malah iseng, Rangga sengaja memasukkan jari telunjukka kedalam adonan, lalu mencolekkan jarinya ke pipi Dania, sehingga meninggalkan bekas tepung dipipi Dania.


"Rangga." ucap Dania, sambil mengusap pipinya, "Awas kamu ya." Dania membalas Rangga dengan tepung yang masih kering ditangannya.

__ADS_1


Rangga merebut tepung yang Dania bawa, lalu membalas Dania, hingga muka mereka putih dibaluti tepung.


"Mas-mas-mas Rangga." terika Bella, dari kejauhan.


Mukanya yang tadi kelihatan panik kini berubah, Bella tertawa lepas saat melihat Rangga dan Dania.


"Mas Rangga sama mbak Dania habis ngapain?" tanya Bella yang belum bisa menghentikan tawanya.


"Nggak, kita nggak ngapain-ngapain." jawab Rangga.


Bella menghentika tawanya.


"Ouh ya, tante Yuli udah pulang." ucap Bella dengan panik.


Rangga dan Dania saling bertatapan, kemudian tersenyum.


"Belum, kamu kenapa panik gitu?" jawab Dania


"Enggak papa kok, aku kirain udah pulang." sambung Bella


"Takut dimarahin ya, karna jam segini baru bangun?" ledek Rangga, "Ya udah mandi sana, bentar lagi mama sampai."


...****************...


"Kamu tunggu sini aja ya, jangan sampai kue-nya gosong! aku mau mandi." ucap Dania


"Okey."


20 menit kemudian Dania kembali, matanya membulat saat melihat Rangga sedang telvon.


"Ya udah, nanti gue kabarin lagi ya." Rangga mengakhiri sambungan telfonya, saat melihat Dania sudah selesai mandi.


"Kue udah diangkat?" tanya Dania


"Kue? astaga aku lupa." ucap Rangga panik, lalu mengangkat kue dari dalam oven.


Sayangnya Rangga terlambat, kue-nya sudah gosong dibagian bawahnya.


"Maafin aku, aku lupa." ucap Rangga, melihat kearah Dania.


"Ih, aku kan udah bilang, kamu tungguin kue-nya, malah ditinggal telvonan sih." Dania kesal karna Rangga yang lalai.


"Bau apaan ini?" tanya Bella, sambil mengenduskan hidungnya, "Kok jadi gini sih?"

__ADS_1


"Tau tuh, Rangga." jawab Dania kesal


Tin...tinn....tinnn


"Tante udah sampai tuh." ucap Bella


"Ya udah kamu samperin mama dulu sana! aku beresin ini dulu." Dania mengambil loyang yang dibawa Rangga.


...****************...


Rangga membantu supir membawakan barang-barang mama kedalam.


Sedangkan Bella, berjalan mendampingi tantenya.


"Dania dimana?" tanya mama yang menyadari bahwa Dania tak menyambutnya datang diluar.


"Ouh, mbak Dania di dapur, lagi beresin kue yang gosong." ketus Bella


"Goson?"


"Eh mama." Dania datang dan menyapa mama, lalu menjabat tangan kanannya. "Iya mah tadi gara-gara Rangga tuh." sambung Dania.


"Kok aku lagi sih." sambung Rangga


"Udah-udah, mama bawa kue kok, nanti kita makan bareng."


...****************...


Pukul sembilan, Rangga sudah siap berangkat ke kantor. Dania membantu Rangga memakaikan dasi.


"Tadi mama ngajak makan malem bareng diluar, kamu ikut ya?" ucap Dania yang sudah selesai memasangkan dasi.


"Boleh, kamu juga ikut kan?" tanya Rangga, sambil memakai jam tangan.


"Iya, tapi nanti kamu langsung pergi ke caffe-nya aja, biar nggak bolak-balik. Aku berangkat sama Bella sama mama.


Dania mengantar Rangga sampai depan pintu, sebelum Rangga masuk ke dalam mobil Dania mencium tangan Rangga, sebaliknya Rangga mencium kening Dania.


"Ya udah, aku berangkat dulu ya."


"Hati-hati ya."


Dania mengangguk dan tersenyum, kemudian melambaikan tangannya.

__ADS_1


__ADS_2