
Malam tiba Bella dan Dimas sudah berada di restaurat yang Dania bilang, sedangkan Rangga dan Dania masih berada dijalan menuju lokasi.
Sesampainya ditempat Rangga dan Dania menuju lantai 2 dimana meja yang sudah Bella tempati.
"Selamat malam." sapa Dania
"Malam." jawab Bella dan Dimas secara bersama.
Rangga dan Dania duduk bersebrangan.
"To the point aja." ucap Rangga dengan cuek
"Mas jangan jutek-jutek gitu dong." jawab Bella, bersamaan dengan pelayan yang datang memberikan pesanan.
Dania menoleh kearah Rangga dengan tatapan tajam, lalu menyenggol tangan Rangga dengan sikutnya.
"Apaan sih." bisik Rangga, sambil menaikan satu alisnya.
"Ouh ya, katanya kalian ada yang mau dibicarain tadi?" Dania melontarkan senyum kepada Bella dan Dimas yang berada didepannya.
"Iya mbak." jawab Bella
"Mas Rangga, aku mau minta izin sama mas Rangga dan mbak Dania, karna sekarang tante Yuli nggak ada disini," Dimas menarik nafas sebelum melanjutkan ucapannya. "Aku mau serius sama Bella." Setelah mengucapkan kalimat terakhir Dimas langsung menundukkan kepalanya kebawah.
"Nggak, saya memang mengizinkan kalian untuk dekat. Tetapi, bukan berarti saya mengizinkan untuk menikah!" jawab Rangga dengan nada cukup tinggi.
"Tapi mas-" Bella menghentikan pembicaraanya saat melihat Rangga berdiri dan berjalan meninggalkan meja.
"Kamu tenang aja ya, biar mbak yang ngomong sama Mas Rangga." ucab Dania, lalu menyusul Rangga.
Dimas berusaha meyakinkan Bella.
"Kamu tenang aja ya, aku nggak akan menyerah kok." ucap Dimas yang sudah merangkul Bella.
Disisi lain Dania masih mengejar Rangga.
"Rangga, berhenti!" Dania berhasil menggapai tangan Rangga, hingga Rangga berhenti.
__ADS_1
"Ada apa lagi? kamu mau membujuk aku untuk menerima permintaan Dimas?" ucap Rangga, sambil menatap Dania.
"Iya." jawab Dania dengan polos
"Kok kamu sekarang belain Dimas sih."
"Ya karna, niat Dimas itu baik."
Rangga tak menjawan ucapan Dania.
"Okey, tapi aku mohon sekarang kamu kembali lagi keatas. Kita lanjutin makan malamnya, aku masih laper." ucap Dania, sambil nyengir.
"Ih, ya udah ayok." Rangga memegang tangan Dania dan berjalan kembali keatas, untuk menemui Bella kembali.
Rangga dan Dania kembali duduk di posisi semula, Rangga masih menggunakan wajah yang cuek dan datar saat makan.
Selesai makan mereka berempat turun menuju tempat parkir.
"Mas aku pulang sama Dimas ya, kan tadi aku berangkatnya bareng, boleh kan?" ucap Bella
"Iya, boleh." Dania menatap Rangga, lalu menginjak kaki Rangga.
Bella dan Dimas berpamitan kepada Rangga dan Dania, kemudian pergi menuju mobil yang Ia parkirkan.
"Yaelah, malem-malem gini kok macet sih." Rangga menekan klakson mobilnya berulang-ulang kali.
"Udah apa diem, nggak ngaruh juga kalo kamu klaksonin."
Rangga berhenti menekan klakson mobilnya, kemudian membuka kaca mobil dan bertanya kepada orang yang berjalan.
"Ini ada apa ya, mas?"
"Didepan ada orang kecelakaan." jawab orang tersebut
"Ouh, makasih ya."
Rangga kembali menutup kaca mobilnya, lalu menyalakan musik secara pelan.
__ADS_1
Dania yang sedang memainkan hanphonenya, tiba-tiba hanphonenya jatuh karna tangannya kesenggol tangan Rangga.
Rangga dan Dania mengambil hanphone milik Dania secara bersama, hingga tangannya bertumpuan dan wajah mereka saling bertatapan secara dekat.
Dag...dig...duk.
Jantung Rangga berdebar sangat kencang, saat menatap wajah Rangga secara dekat dan jelas.
Tin...tin...tin
Suara klakson dari mobil belakang, membuat mereka tersadar, lalu secara cepat mereka memalingkan wajahnya masing-masing.
Tin...tin...tinnn
Suara klakson mobil dibelakang masih berbunyi, Rangga melihat didepan sudah kosong.
Rangga kembali menancapkan gas mobil, sesekali Rangga melirikan matanya kearah Dania. Dania yang merasa resah karna selalu diliatin langsung menegur Rangga.
"Kamu ngapain sih, liatin aku terus sih." Dania
"Siapa yang liatin kamu, PD banget sih jadi orang."
"Jelas-jelas lo ngeliatin gue dari tadi nggak mau ngaku lagi." ucap Dania dalam hati, lalu tersenyum miring kepada Rangga.
15 menit kemudian mereka sampai didepan rumah, bersamaan dengan Bella yang baru saja membuka pintu.
"Bella kamu baru saja sampai?" tanya Dania yang baru saja turun dari mobil.
"Iya mbak, ini baru saja masuk."
"Ya udah ayo masuk." ajak Dania yang sudah berdiri disamping Bella.
Disusul Rangga dari belakang.
"Mbak naik ya." Dania
Bella hanya mengangguk dan tersenyum sebelum masuk kedalam kamarnya.
__ADS_1