Terjebak Cinta Didalam Perjodohan

Terjebak Cinta Didalam Perjodohan
Chapter 59


__ADS_3

Dania POV


Makan malam dimulai pukul 18:30, semua


sudah mengumpul dimeja makan, termasuk Aldo juga ada disini.


Seperti biasa setiap makan suasana sangat hening, semua orang fokus pada piring didepannya.


Malam ini Aldo menginap disini. Aku membuatkan minum untuk Rangga dan Aldo yang sedang berada di balkon atas.


Aku melihat pintu balkon terbuka, aku menghampiri Rangga dan Aldo dengan membawa nampan yang berisi 2 cangkir kopi.


"Makasih ya, Dania." ucap Aldo dengan sopan.


Aku membalasnya dengan senyuman. Lalu memutarkan badanku menjauhi mereka.


Baru satu langkah aku berjalan tanganku ditahan oleh Rangga, aku memutarkan kepalaku menoleh kearah Rangga yang sedang menatap wajahku.


"Makasih ya." ucap Rangga dengan tersenyum kepadaku.


"Iya." jawabku dengan melontarka senyuman tipis kepadanya, lalu kembali melanjutkan langkahku menuju dapur.


Setelah menaruh nampan didapur, aku pergi kekamar Bella. Mengetuk pintu pelan, tak lama Bella membuka pintunya, dengan kondisi rambut yang acak-acakan.


Bella mengajakku masuk kedalam kamarnya.


Pukul 21:15 aku kembali kekamar aku, tepatnya dikamar Rangga. Sebelum tidur aku mencuci muka dan menggosok gigi terlebih dahulu.


Setelah dari kamar mandi, aku langsung memposisikan posisi tidurku, meringkuk seperti bayi menarik selimut sampai atas dada.


Baru saja aku memejamkan mataku, aku mendengar suara pintu terbuka diikuti suara langkah kaki mendekati ranjang.


"Udah tidur kamu."


Aku tak membalas ucapan Rangga dan masih memejamkan mataku.


Aku membuka mataku saat mendengar Rangga membuka pintu kamar mandi. Rasa kantuk belum menghampiriku, aku sudah berusaha memejamkan mataku agar tidur, tetapi tak bisa.

__ADS_1


Aku mengambil novel yang ada diatas meja, lalu membacanya dengan duduk diatas kasur.


Tak lama aku membaca, Rangga mengambil novel yang aku bawa.


"Bukannya kamu udah tidur?" ucapnya sambil menaruh novel ku diatas meja kerjanya.


Aku tak menjawab Rangga.


"Tidur gih udah malam." Rangga menaiki ranjang.


"Belum ngantuk." Aku melihat jam di dindin masih menunjukkan pukul sepuluh.


"Ya udah aku temanin ya."


"Kamu tidur aja, besok kan kamu harus kerja?"


"Aku belum ngantuk. Dania, makasih ya untuk semuanya."


"Iya sama-sama."


"Aku mau tidur, lanjut besok aja ngobrolnya." jawabku dengan mengalihkan pembicaraan.


"Dania."


"Rangga ini udan malam, aku mohon jangan membicarakan masalah itu sekarang."


"Kenapa?" tanya Rangga penasaran.


Aku menarik nafasku, sebelum menjawab pertanyaan Rangga. "Saat kamu bicara kaya gitu, seakan kamu itu mengingatkan aku tentang kejadian beberapa waktu lalu."


"A-aku minta maaf."


Aku hanya tersenyum terpaksa kepada Rangga, lalu kembali membaringkan tubuhku.


Aku mencekram air mataku agar tidak terjatuh, lalu berusaha memejamkan mataku agar tertidur.


Sempatku rasakan tangan Rangga menyentuh tubuhku.

__ADS_1


...----------------...


Aku melihat Aldo sedang duduk diruang tengah sendirian, aku menghampirinya.


Disisi lain Rangga sedang mandi dan bersiap-siap untuk berangkat kerja.


"Aldo, boleh aku duduk disini?"


"Tentu dong."


"Makasih, aku mau nanya sama kamu boleh."


"Tentu boleh, mau nanya soal apa?"


"Kamu pasti tau apa yang dilakukan Rangga diklub waktu itu setelah aku pergi dari sana?"


Aldo terdiam dengan menatapku heran. "Aku nggak tau, kan setelah itu aku nganterin kamu pulang dan aku nggak kembali lagi kesana?"


"Tapi-'


"Mbak Dania?" sapa Bella, lalu duduk disebelahku, aku menghentikan ucapku kepada Aldo.


"Lagi ngapain disini? sama Aldo lagi."


"Kenapa kalo sama aku ya." jawab Aldo dengan nada sedikit tinggi.


"....."


"Udah-udah, kamu mau makan?"


"Iya mbak, ayo."


"Dasar makanan mulu diotak lu."


"Hih, terserah gue dong."


Semua orang sudah berkumpul dimeja makan, kecuali Rangga. Dia masih bersiap-siap, tak lama Rangga turun dengan membawa tas kerjanya, lalu duduk disebelahku.

__ADS_1


__ADS_2