
Pagi ini aku bangun karna suara hanphoneku yang terus berbunyi dari tadi. Jam masih menunjukkan pukul 3 dini hari, aku membuka mataku mengambil hanphone yang berada di meja. Kemudian mengangkat tanpa melihat siapa nama pemanggilnya.
"Hallo, siapa ini?" ucapku dengan nada berat.
"Maaf, aku mengganggumu."
Aku membuka mataku lebar-lebar melihat nama pemanggil. "Rangga"
"Iya, turun dan buka pintumu."
"Ha?"
Kali ini aku mengangkat tubuhku yang tadinya masih berbaring di kasur.
"Aku didepan rumahmu."
Aku melihat ke arah luar dari jendela kamar, dan benar ternyata ada mobilnya yang sudah berparkir di depan pintu.
"Cepat, keluar atau aku rusak pintunya sekarang."
"Iya sebentar." Aku mematikan telfonnya lalu keluar dari kamar dan membuka kunci pintu.
Rangga yang sudah berada di depan pintu, langsung masuk kedalam tanpa permisi.
"Kenapa kamu kesini sepagi ini?"
"Aku terbangun dari tidurku sekitar 2 jam yang lalu."
"Terus?"
"Aku memutuskan untuk menjemputmu pagi ini."
"Gila ya kamu itu, Thania masih tidur. Nggak tega aku banguninnya. Sekarang kamu pulang saja nanti jam 7 kamu kesini lagi."
"Nggak, aku tidur disini aja."
Aku mengerutkat dahiku memandang Rangga yang sudah membaringkan tubuhnya di sofa.
Aku kembali ke kamar untuk mengambilkan bantal dan selimut untuknya.
"Ini, buat kamu."
Tanpa berkata Rangga mengambil bantal dan selimut yang aku bawa.
__ADS_1
Aku menawarkan minum untuk Rangga.
"Tak usah, kamu lanjut tidur saja."
Tanpa kata-kata lagi aku kembali ke kamar, memposisikan posisi tidur, hampir 30 menit rasa kantuk tak menghampiri aku. Aku sudah berusaha untuk memejamkan mataku tetapi tak bisa, kali ini aku merasa haus.
Saat berada di tangga aku melihat Rangga yang sedang duduk dengan memandang leptopnya yang mungkin sengaja dia bawa kesini.
Setelah mengambil air aku menghampirinya.
"Kenapa belum tidur?"
"Belum ngantuk."
"Mau aku buatin minum?"
"Nggak usah, temani aku disini. Jika kau juga tidak bisa tidur."
Aku kembali ke dapur membuatkan Rangga minuman teh hangat dengan sedikit gula.
"Ini minum."
"Makasih."
"Ada masalah?" tanyaku
Aku mengangguk, karna sekarang rasa kantuk sudah menghampiriku dan dari tadi aku sudah menguap.
Tak lama aku tertidur disofa.
Setelah aku tertidur pulas Rangga membenarkan posisiku, sekarang tubuhku lurus yang tadinya kepalaku menyender di punggung sofa kini berada di pangkuan Rangga. Selimut yang aku bawa tadi, dia taruh diatas tubuhku.
Waktu sudah menunjukkan pukul lima. Thania yang terbangun melihatku sudah tak ada lagi sisinya, langsung keluar dan menuruni anak tangga. Melihatku tertidur dipangkuan Rangga langsung mengurungkan niatnya untuk turun, kemudian pergi ke kamar mandi (kamar mandi berada di dekat kamar lantai 2)
Tak lama aku pun terbangun karna ada jari yang mengenai hidungku, aku memegang tangannya. Kemudian tersadar bahwa aku tertidur di sofa, melihat selimut yang sudah berada ditubuhku dan aku tertidur dipangkuan Rangga.
Aku mengangkat tubuhku, kini selimut yang tadi aku pakai sekarang aku pakai untuk menutupi tubuh Rangga.
Kemudian kembali kekamar, melihat Thania yang sedang menyopot mukenanya. "Sudah bangun kamu?"
"Iya lah, Rangga disini sejak kapan?"
"Tadi malam."
__ADS_1
"Owh-" ucap Thania singkat dengan senyumannya.
"Kenapa kamu?"
"Lucu aja liat kalia tidur berduaan tadi, rasanya aku juga ingin cepat-cepat menikah."
"Ha, kamu tadi liat aku dibawah."
Thania mengangguk dengan melepas senyumnya. Kemudian aku pergi kekamar mandi dan mengambil air wudhu.
Setelah sholat, aku memberitahu Andi bahwa hari ini aku tak masuk kerja karna ada urusan mendadak, mungkin dua atau tiga hari lagi aku masuk kembali.
Selesai memberikan pesan kepada Andi aku turun, untuk membangunkan Rangga.
Rasanya ingin menyentuh wajahnya dan hidungnya yang mancung.
"Rangga bangun, udah pagi."
Tanganya menyentuh tanganku yang sedang mengambil selimut dibagian dadanya.
"Jam berapa ini?"
"Jam lima lebih, kamu sholat ya."
Rangga mengangguk lalu melepaskan tanganya yang menggenggam tanganku.
Aku menunjukkan kamar mandinya, dan menyuruh Thania untuk keluar sebentar dari kamar. Karna untuk sholat Rangga.
Aku kembali ke bawah disulul dengan Thania, Thania membuat minuman, sedangkan aku membereskan selimut yang tadi malam aku pakain. Kemudian memberitahu Thania bahwa pagi ini aku akan pergi kerumah mama mertuanya bersama Rangga.
"Yah, lu kok dadakan gitu si. Kalo kaya ginikan gue sendirian lagi."
"Cuma dua atau tiga hari doang kok."
Aku menaruh selimut dan bantalnya kedalam kamar, melihat Rangga yang sedang menghampiriku.
Tatapanya yang tajam membuat hatiku berdebar kencang.
"Cepat mandi aku tunggu kamu di mobil. Tau usah bawa baju, di rumah mama kamu masih ada baju."
"Udah aku buatin minum dibawah, diminum."
Rangga masih menatapku tajam dengan wajah yang datar. Kemudian meninggalkanku pergi keluar kamar, setelah Rangga keluar Thania masuk. "Aneh ya Rangga."
__ADS_1
"Yah, gitu lah dia. Ya udah, aku mandi dulu ya."
Setelah selesai mandi aku mengucir rambutku, kemudian mengambil tasku dan berpamitan kepada Thania yang sedang mandi. Lalu kembali menghampiri Rangga yang sudah siap didalam mobilnya.