Terjebak Cinta Didalam Perjodohan

Terjebak Cinta Didalam Perjodohan
Cahpter 74


__ADS_3

"Kamu senang?" tanya Rangga


Dania mengangguk, sembari mengusap wajahnya yang terkena air hujan.


Dania yang sudah merasa kedinginan, mengajak Rangga untuk meneduh dan mencari minuman hangat.


Sebelum menuju warung, Rangga kembali ke mobil untuk mengambil jaket.


Sesampainya di tempat mie ayam terdekat, Rangga memesan 2 mie ayam dan 2 teh hangat.


Rangga memasangkan jaket yang sudah Ia ambil kepundak Dania, Dania memegang tangan Rangga yang masih menempel dipundaknya, sambil menatap wajah Rangga.


"Makasih, tapi kamu?" ucap Dania


"Aku nggak papa kok, yang pentingkan kamu." jawab Rangga singkat, lalu duduk di depan Dania.


"Ini mas, mbak." ucap penjual mie ayam, sambil memberikan dua mangkuk mie.


"Makasih pak." jawab Dania, tersenyum.


'Aku senang ngeliat kamu perhatian lagi sama aku.'


Ucap Dania sambil memperhatikan Rangga yang sedang menyuapkan mie ke dalam mulutnya.


Rangga yang merasa diperhatikan, mengurungkan niatnya untuk menyuapkan suapan berikutnya.


"Kenapa sih?" tanya Rangga heran


Dania menggelengkan kepalannya, tersenyum tipis kepada Rangga.


...****************...


Pukul 20:15 angin bertiup cukup kencang, Dania menikmati itu semua di balkon kamarnya, sambil meminum kopi susu hangat yang sudah Ia bikin.


"Ehem." Rangga berdehem, Dania yang sedang menghirup kopi, menoleh ke belakang.


"Kamu mau minum?" tanya Dania

__ADS_1


Rangga menggelengkan kepalanya, kemudian berdiri di samping Dania.


"Kenapa kamu di sini, kan dingin?" tanya Rangga


"Hah, nggak papa kok, cuma mau cari udara segar aja. Kamu tidur gih, besok katanya mau ke kantor, biar nggak kesiangan." perintah Dania.


Rangga menatap Dania tajam.


"Kamu terlalu perhatian sama aku." ucap Rangga, kemudian jongkok didepan Dania dan memegang kedua tangannya.


"Maafin aku, aku tau selama ini kamu sakit hati sama aku, apa lagi perlakuan aku di klub waktu itu. Jujur aku ngelakuin itu karna aku cemburu dengan Andi, tapi asal kamu tau aku nggak ngelakuin apa-apa sama wanita di sana."


Dania menyuruh Rangga untuk berdiri.


"Aku tau, kamu nggak akan pernah ngelakuin hal yang bodoh seperti itu. Dan aku udah maafin kamu dari dulu." jawab Dania


"Makasih, mungkin waktu itu aku orang yang paling bodoh di dunia, karna telah menyia-nyiakan orang seperti kamu. Sekarang aku nggak akan mengulangi kesalahan itu untuk kedua kalinya lagi." Rangga memeluk Dania erat.


"Aku dengar tau waktu kamu bilang sayang sama aku, waktu aku di rumah sakit." bisik Rangga.


"Hah?" Dania melepaskan pelukan Rangga, wajahnya memerah, karna malu.


Dania mengalihkan pembicaraan, dengan menyuruh Rangga untuk tidur.


Kini Rangga dan Dania sudah berada di atas ranjang berdua, mata mereka saling bertatapan.


Wajah Dania berubah menjadi kesal, saat Rangga menatapnya aneh.


"Kenapa sih kamu?" tanya Rangga, dengan menaikkan kedua alisnya.


"Kamu kan aku suruh tidur, kenapa malah ngeliatin aku?" ucap Dania dengan kesal.


"Kan kamu duluan yang ngeliatin aku?"


Dania mengerutkan keningnya.


Rangga beranjak dari ranjang, kemudian membuka baju yang Ia pakai.

__ADS_1


Dania yang ingin membaringkan tubuhnya, kemudian meliat Rangga, matanya membulat.


"Kamu mau ngapain?" tanya Dania yang pikirannya sudah kemana-mana.


Dada yang membentuk otot, diselimuti bulu yang tipis.


"Gerah, makannya aku copot. Kamu jangan berfikir yang macam-macam!" Rangga membalikkan badannya dan berjalan kembali menuju Dania.


Dania menghembuskan nafas panjang.


"Lagian kalo aku mau melakukan sesuatuhkan nggak papa, karna kamu istri aku." ucap Rangga, dengan nada ngegombal.


Dania yang mendengar ucapan Rangga, merasa sedikit geli, kemudian Ia mengambil kembali baju milik Rangga yang berada di gantungan baju.


"Ini pakai lagi, nanti kamu masuk angin. Lagian kalo kamu gerah, kamu kan bisa nyalain AC." Dania memberikan baju yang sudah Ia ambil.


"Tapi kamu kan nggak tahan sama dinginya AC."


"Nggak aku, nggak papa kok." Dania menyalakan AC dalam kamarnya, kemudian memposisikan tidur.


Tak lama rasa dingin mengenai tubuh Dania terutama bagian tangan, memang dari dulu Dania tidak terlalu suka dengan dinginnya AC, Ia lebih suka udara yang masuk lewat jendela kamarnya.


Dania menarik selimutnya, hingga menutupi hampir seluruh badannya.


Rangga memperhatikan Dania, yang dari tadi gerak terus.


Rangga mengambil selimut kecil dari dalam lemari, kemudian menaruhnya diatas selimut yang sudah Dania pakai.


"Aku bilang apa, kamu kalo nggak kuat itu jangan di paksa." ucap Rangga, sembari mematikan AC.


Dania membalikkan tubuhnya, melihat kearah Rangga.


"Ya aku nggak mau kamu masuk angin aja, gara-gara nggak pakai baju." Dania kembali duduk.


"Terus kamu mau masuk angin gitu?" tanya Rangga balik kepada Dania.


Dania menggelengkan kepalannya, sambil menunduk.

__ADS_1


"Ya udah, sekarang kamu tidur, aku juga tidur dan nggak ada lagi yang akan masuk angin." Rangga memposisikan tubuhnya untuk tidur, begitu juga dengan Dania.


__ADS_2