
...****************...
Rangga terbangun saat seseorang mengusap keningnya, Ia menggapai tangan Dania lalu membuka matanya. Mendapatkan Dania di sampingnya, Dania tersenyum menatap Rangga.
"Kamu udah bangun dari tadi?" Tanya Rangga, kemudian meletakkan tangan Dania di dadanya.
Dania menggelengkan kepalanya.
"Sholat yuk." Ajak Dania, Rangga langsung beranjak dari tidurnya. Kemudian berjalan ke kamar mandi.
Dania sudah memakai mukenanya dan menyiapkan sajadah. Rangga datang lalu memakai sarung dan pecinya. Kemudian mereka melakukan sholat subuh secara bejamaah.
Setelah selesai berdoa, Dania menyalimkan tangan Rangga. Sedangkan Rangga menyium kening Dania.
Seperti biasa setiap pagi Dania selalu membuatkan kopi hangat buat Rangga, Ia turun ke bawah. Kiki belum ada di dapur mungkin masih di dalam kamarnya. Setelah selesai membuat kopi, Dania melihat Kiki sedang berjalan menghampirinya.
"Baru bangun?" tanya Dania, yang sudah membawa secangkir kopi.
"Nggak kok, baru bangunin Mbak Bella." Jawab Kiki
Dania mengangguk.
"Udah bangun sekarang?"
"Belum."
"Astaga! Ya udah kamu beres-beres aja. Biar saya yang bangunin!" Ucap Dania, lalu pergi.
Dania mengetuk pintu kamar Bella dan memanggil namanya, tetapi Bella tak kunjung bangun.
Hingga akhirnya Bella membuka pintu dengan raut wajah yang kusut dan rambut acak-acakan.
"Iya Mbak, ini kan hari sabtu!" ucap Bella lemas
"Ya. Kamu sholat dulu habis itu tidur lagi nggak papa." Dania memegang pundak Bella.
"Iya Mbak." Bella menutup pelan pintu kamarnya, saat Dania sudah pergi dari hadapanya.
Dania membuka pintu kamarnya, melihat Rangga sedang berdiri di depan jendela. Ia meletakkan cangkir yang Ia bawa diatas nakas. Kemudian menyusul Rangga.
"Maaf. Aku baru saja bangunin Bella." Ucap Dania tersenyum kepada Rangga.
"Terus sekarang udah bangun?"
"Udah kok."
__ADS_1
Rangga membalikkan badannya, kemudian mengambil kopi yang telah Dania buat diatas nakas. Sedangkan Dania masih berdiri di depan jendela, menatap langit yang menundung. Suasana pagi ini terasa dingin ditambah dengan gerimis.
"Dingin, pakai ini!" Rangga menutup jendela kamarnya dan memberikan jaket kepada Dania.
Dania tersenyum, kemudian memakai jaket yang Rangga sudah beri.
"Tadi Ibu kamu telfon, katanya dia mau kesini kalo nggak hujan." Ucap Rangga
...****************...
Rangga dan Dania sudah berada dimeja makan, sedangkan Kiki masih menyiapkan sarapannya.
"Bella kok belum kesini?" tanya Rangga
"Bella kayaknya tidur lagi deh." Jawab Dania
"Mau Kiki panggilin?" Ucap Kiki, sambil meletakkan nasi diatas meja.
"Boleh sana Ki." Ketus Rangga
Tak lama Kiki kembali lagi ke meja makan, tetapi tak bersama Bella. Balla kembali tidur lagi setelah sholat, semalam Ia begadang demi menonton drakor kesukaannya.
Di meja makan hanya ada Dania dan Rangga, Kiki memang jarang ikut sarapan bersama, Ia lebih sering ikut makan malam.
Setelah sarapan Dania menyetrika baju yang akan di pakai Rangga, sedangkan Rangga mandi karna Ia harus berangkat ke kantor pagi.
"Nggak papa, lagian kasian Kiki dia udah masak beres-beres rumah. Dedeknya juga nggak papa katanya." Ucap Dania sambil mengelus perutnya sendiri.
"Ya udah, tapi jangan sampai kecapean ya!" Rangga mendekati Dania dan ikut mengelus-elus perutnya.
"Iya. Kamu mau ganti baju sekarang atau nanti?"
"Sekarang, habis ini aku langsung berangkat kerja ya."
Dania mengangguk.
Rangga memang ada meeting dadakan dengan klien kerjanya. Seharusnya di adakan lusa, tetapi dimajukan.
Setelah selesai ganti baju dan memakai jas, kini Rangga memakai sepatunya.
Dania mengantarkan Rangga hingga ke depan pintu, mencium tangannya kemudian melambaikan tangan hingga mobil Rangga berjalan jauh.
"Astaufirullah Kiki, kamu ini ngagetin saya aja." Dania terkejut saat Kiki tiba-tiba sudah berada di belakangnya, dengan membawa sapu.
"Maaf mbak Dania, Kiki cuma mau nyapu sini doang kok." Ucap Kiki nyengir.
__ADS_1
"Ya udah yang bersih ya!"
"Siap." Kiki memberikan hormat kepada Dania, Dania hanya tersenyum melihat Kiki, kemudian Ia kembali kedalam.
"Udah bangun kamu?" Tanya Dania kepada Bella, yang sudah berada di meja makan.
"Udah Mbak, aku laper makanya bangun. Mas Rangga kemana?" Bella balik bertanya kepada Dania.
"Ke kantor." Dania menuangkan air putih di dalam teko ke gelas yang sudah Ia ambil.
"Kok ke kantor sih, ini kan hari libur?" Ucap Bella sambil mengunyah makanan di mulutnya.
"Iya, katanya ada meeting dadakan."
Dania duduk di depan Bella, Bella mengangguk kemudian melanjutkan makannya.
...****************...
Rangga sengaja pergi pagi-pagi, sebenarnya meeting akan diadakan siang sekitar jam 9. Tetapi Ia ingin pergi ke makan orang tuanya terlebih dahulu. Sesampainya dimakan, Rangga meletakkan buket bunga yang sudah Ia beli didepan makam.
Ia mengusap batu nisan bertilis Mamanya, kemudian mencabut rumput yang ada diatas makam.
"Mah, bentar lagi Rangga akan jadi seorang Ayah. Cucu yang selama ini Mama impikan, sedang dalam kandungan Dania. Mama juga nggak usah khawatir soal Bella, Rangga akan menjaga Bella sama seperti Mama menjaga Rangga dulu."
"...."
Setelah selesai mendoakan almarhum Mama dan Papanya, Rangga kembali ke mobil.
Saat di tengah jalan, hamphone Rangga berbunyi. "Aldo"
"Lo dimana sih, ini klien-nya bentar lagi sampai." Ucap Aldo dari balik telfon
"Iya, ini gue udah di jalan kok. Bentar lagi nyampe."
"Ke Caffe biasa ya!"
"Nggak di kantor?"
"Nggak, udah cepetan!"
Aldo menutup sambungan telfonnya.
...****************...
Setelah makan Bella kembali ke kamarnya, menatap leptop untuk meneruskan film drama yang belum selesai Ia tonton.
__ADS_1
Disisi lain Dania sedang menelfon Thania, sudah lama Ia tak bertukar kabar dengannya. Thania mengabarkan bahwa dirinya akan menikah minggu depan. Dania ikut bahagia setelah sekia lama penantian dan keinginan sahabatnya itu terkabul, Ia juga mengucapkan selamat kepada Thania.