
Rangga berjalan menghampiri Dania, sontak Dania langsung menutup novel yang ada di tangannya.
"Mau sampai kapan kamu baca itu ya?" Tanya Rangga
"Sampai selesai."
Rangga mengacak-ngacak rambut Dania.
"Dasar."
Rangga mengajak Dania untuk turun, sarapan. Dania meletakkan novelnya diatas nakas samping ranjang, kemudian turun berjalan sejajar dengan Rangga.
Bella yang dari tadi masih duduk di kursi, dengan menatap layar hanphonenya. Sedangkan Kiki, Ia menyiapkan makanan di meja makan.
Dania dan Rangga duduk bersebelahan dan berhadapan denga Bella.
"Eh, Hp-nya taruh!" Ucap Rangga
Bella menoleh kearah Rangga, Ia tak sadar sudah ada Rangga dan Dania di hadapannya.
"Udah dari tadi Mas di sini?" Tanya Bella, kemudian meletakkan hanphonenya di atas meja.
Rangga menaikkan bola matanya, menatap sinis Bella. Bella hanya terdiam ditatap Rangga, Ia sudah tau maksud darinya.
"Ini sudah siap sarapannya." Ucap Kiki, yang meletakkan mangkuk yang berisi sayur.
"Makasih ya Ki. Kamu ikut makan aja di sini!" Ucap Dania
"Nggak usah Mbak Dania, Kiki makan di dalam aja." Tolak Kiki
"Udah duduk!" Perintah Rangga
"Iya, tingga duduk aja apa susahnya!" Ketus Bella, sambil mengambil nasi.
Kiki duduk di samping Bella, Dania mengambilkan nasi untuk dirinya dan Rangga.
...****************...
...Dua bulan kemudian...
Saat bangun tidur Dania merasa sangat mual, Ia langsung berlari menuju kamar mandi. Rangga yang mendengar Dania mutah-mutah, Ia juga ikut bangun dan menyusul Dania di kamar mandi.
"Kamu baik-baik aja?" Tanya Rangga, yang membantu Dania memegang rambutnya.
"Nggak tahu, tiba-tiba aja perut aku terasa mual." Ucap Dania, mencuci mulut dan wajahnya.
"Nanti kita pergi ke dokter ya!"
__ADS_1
Dania mengangguk.
Setelah sarapan Rangga langsung membawa Dania pergi ke rumah sakit. Mereka berdua sudah berada diruangan pemeriksaan. Dokter menyuruh Dania berbaring diatas kasur yang sudah di sediakan.
Rangga dan Dania sudah duduk dihadapan dokter yang sedang membuka selembar kertas berwarna putih.
"Ada apa ya dengan Istri saya?" Tanya Rangga
"Nggak ada apa-apa kok. Hasil dari pemeriksaan, bahwa Mbak Dania positif hamil. Usia kandungannya sudah 4 minggu." Ucap Dokter
Rangga dan Dani menoleh secara bersama, kabar yang sudah dua bulan mereka nanti-nantikan. Dokter memberikan hasil pemeriksaannya dan menjelaskan tentang perihal kehamilan.
Setelah selesai Rangga dan Dania keluar dari ruangan. Didalam mobil Rangga merasa sangat senang, karna penantiannya selama ini tak sia-sia.
Bella yang tengah duduk di depan Tv, melihat Rangga dan Dania pulang dengan raut wajah yang bahagia.
"Gimana mbak, nggak ada apa-apa kan?" Tanya Bella
"Nggak ada apa-apa kok. Sebentar lagi kamu akan dapet ponakan." Ucap Rangga
"Ha? Maksudnya Mas Rangga, Mbak Dania hamil?" Bella berdiri dan melangkahkan kakinya lebih dekat dengan Rangga.
Dania hanya mengangguk tersenyum.
"Asik." Bella loncat-loncat karna senang.
"Iya." Jawab Rangga
"Wah, ini kabar bahagia. Kiki akan membuat nasi tumpeng untuk hari ini."
Rangga dan Dania mengerutkan keningnya. Kemudian mereka berdua berjalan menuju kamar. Dania mengambil hanphonenya di dalam tas, lalu mengabarkan berita baik ini kepada Ibunya.
Makan malam tiba, Dania turun kebawah. Ia melihat ada nasi tumpeng di atas meja makan.
"Kamu beneran bikin Ki?" Tanya Dania
"Iya lah mbak, Ini sebagai syukuran atas kehamilan pertama Mbak Dania. Kiki bikin juga dibantu sama Mbak Bella kok." Ucap Kiki
"Ouh ya. Bella dimana sekarang?"
"Ngangkat telfon tadi."
Dania mencari Bella hingga ke kolam berenang. Diluar baru saja hujan, banyak genangan air di lantai luar, tak sengaja Dania menginjaknya hingga terpleset. Rangga refleks langsung menangkap punggung Dania, menahannya agar tidak jatuh.
"Kamu mau kemana sih?" Tanya Rangga, yang masih memegang punggung Dania.
"Aku mau-
__ADS_1
"Kamu tau nggak tadi itu bahaya, kalo nggak ada aku nggak tau deh-"
"Aku minta maaf."
"Ada apa mbak?" Tanya Bella yang baru saja datang.
"Ayo makan!" Perintah Rangga, Ia tak mau memperpanjang masalah tadi. Yang penting Dania dan calon anaknya nggak kenapa-napa.
Semua orang sudah berada di meja makan. Kiki memotong nasi tumpeng dari atas dan membagikannya.
"Makasih ya Ki, kamu udah repot-repot buat ini." Ucap Rangga
"Iya Mas." Kiki mengangguk
"Aku juga ikut bikin lo Mas." Sindir Bella
"Iya-iya. Makasih adek Mas yang bawel." Ucap Rangga, kemudian mencubit hidung Bella.
Pukul 20:15 Dania menyusul Rangga di kamarnya, Rangga yang sedang menatap leptopnya diatas ranjang.
"Kamu marah ya sama aku?" Tanya Dania merasa bersalah soal tadi. "Maaf aku tadi nggak hati-hati."
"Aku nggak marah kok sama kamu, lagian kamu sama calon anak kita nggak papa kan?" Ucap Rangga memegang kedua pipi Dania.
Dania hanya mengangguk.
"Kamu tidur jangan banyak kecapean." Rangga menuntun Dania untuk berbaring, hingga menyelimuti tubuh Dania.
"Kamu juga tidur, jangan kerja terus!" Ketus Dania
"Iya baw-
"Bawel, apa kamu mau bilang aku bawel." Dania menaikkan kedua alisnya, Rangga membaringkan tubuhnya disamping Dania.
"Emang kamu bawel kan?" Ucap Rangga
Mereka berdua saling memainkan hidung satu sama lain. Hingga Dania tertidur pun Rangga masih memainkan hidung Dania, menatap hidung Dania yang tak terlalu mancung. Kemudian mengelus-elus perut Dania, Dania yang belum pulas dalam tidurnya, memegang tangan Rangga yang berada di perutnya.
"He, aku suruh kamu tidur bukan!" Ucap Dania lirih.
"Kamu belum tidur?"
Dania membuka matanya.
"Udah, tapi gara-gara kamu menggang perut aku, aku jadi bangun." Dania tersenyum tipis kepada Rangga.
"Maaf ya, aku nggak sabar dia lahir." Ucap Rangga, kembali mengelus-elus perut Dania.
__ADS_1
"Sabar ya. Sekarang kamu tidur besok kan harus ke kantor." Dania menepuk bantal pelan, menyuruh Rangga untuk membaringkan tubuhnya.