Terjebak Cinta Didalam Perjodohan

Terjebak Cinta Didalam Perjodohan
Chapter 75


__ADS_3

...****************...


Saat Dania sedang berada di kamar mandi, Rangga mendengar seseorang mengetuk pintu rumahnya.


Ia yang sedang berada di dapur, langsung membukakan pintu.


Mata Rangga terpacu pada wanita di hadapannya.


Sedangkan Jessica, menatap Rangga dan tersenyum kepadanya.


"Mau ngapain kamu kesini?" tanya Rangga, tanpa ekspresi.


"Aku cuma mau melayat aja, karna kemarin aku baru saja ada pemotretan di luar negri, makanya aku nggak sempat kesini. Oh ya, mbak Dania mana?" tanya Jessica


"Dia sedang di kamar mandi, masuk aja."


"Kamu masih mempertahankan dia?" tanya Jessica lirih, Rangga menghentikan langkahnya, kemudian menatap Jessica dengan tajam. Tetapi Ia tak menjawabnya, karna menurut Rangga, Itu tidak penting, lagian Ia sudah berjanji kepada almarhum Mamanya, kalo Ia tak akan membuat Dania tersakiti lagi.


Rangga melangkahkan kakinya menuju kamar, sedangkan Jessica berada di ruang tamu.


Bella yang baru saja keluar dari kamar, melihat seseorang duduk di sofa, langsung menghampirunya.


"Siapa kamu?"


Jessica menoleh ke arah Bella, Bella yang mengingat wajah dan mengenalinya, langsung tak acuh kepada Jessica.


Karna Ia tau bahwa Jessica itu memiliki maksud yang tidak baik.


Disisi lain, Dania yang sudah keluar dari kamar mandi dan melihat wajah Rangga kesal.


"Kamu kenapa?" tanya Dania


"Hemm, nggak papa kok. Di bawah ada adik kamu."


Dug.


Jessica, apa Rangga kesal gara-gara ulah Jessica, atau bahkan Jessica sudah menggoda Rangga? ah, Dania tau sifat Jessica, Ia bisa ngelakukan hal nekat demi sesuatuh.


"Ya udah aku temuin dulu ya." ucap Dania, lalu turun kebawah.


Di bawah Dania melihat Jessica sudah dengan Bella.


"Jessica." sapa Dania


"Iya mbak." jawab Jessica


"Ya udah mbak, aku ke kamar dulu ya, mau siap-siap ke kantor." Bella menatap Dania, kemudian menatap Jessica dengan tatapan sinis.

__ADS_1


Dania mengangguk, kemudian duduk disebelah Jessica.


"Gimana pemotretanya?" tanya Dania


"Lancar." jawab Jessica simpel


Dania tak melanjutkan ucapanya, karna sepertinya Jessica nggan berbicara dengannya.


Jessica melirikkan matanya ke seluruh sudut, berharap Rangga menemukan Rangga.


"Ya udah aku buatin minum dulu ya." Dania pergi ke dapur, tanpa jawaban dari Jessica.


Setelah membuatkan minum, Dania memberikannya kepada Jessica.


"Makasih, Rangga dimana mbak?" tanya Jessica tanpa merasa malu sedikitpun.


"Rang...Rangga ada di kamar." jawab Dania dengan gugub.


"Dania." sapa Rangga


Dania menoleh ke arah sumber suara, Rangga yang masih berdiri di tangga, menyuruh untuk menghampirinya.


"Bentar ya."


Dania melangkahkan kakinya menuju tangga.


"Ada apa?" Dania


"Emang kenpa?"


"Aku mau, berangkat kerja. Tapi aku takut kamu di apa-apain sama dia, kalo aku tinggalin kamu sendiri disini." ucap Rangga khawatir.


"Aku nggak papa kok, dia kan adik aku. Jadi, dia nggak mungkin berani macam-macam atau bahkan ngelakukan hal yang-


huts!


"Kamu itu jadi wanita jangan polos-polos, walaupun dia adik kamu, dia itu beda jauh sifatnya sama kamu, dia itu orangnya nekat."


Jessica yang melihat Dania dan Rangga tatap menatap, membuatnya merasa panas.


Sialan, mereka malah asik berduaan. Tenang Jes, gue harus bersikap santai.


Dania kembali menghampiri Jessica, sedangkan Rangga kembali ke kamar.


"Aku ngurusin Rangga dulu ya. Kamu mau istirahat di kamar?"


"Nggak mbak, aku di sini aja."

__ADS_1


Dania membuka pintu kamar, melihat Rangga sedang memakai jas.


Dania mengambil dasi di gantungan baju, kemudian memberikannya kepada Rangga.


"Kamu kenapa nggak mau ketemu sama Jessica?" tanya Dania, sambil membatu Rangga memakaikan dasi.


"Ya, aku masih kesal aja sama perlakuan dia ke kamu, udah ya jangan bahas itu lagi."


"Dia kesini juga kan mau melayat, harus kamu temuin walaupun sebentar. Plise!"


"Iya, iya."


Dania turun bersama dengan Rangga, Jessica yang tengah duduk, kini berdiri menatap Rangga.


"Makasih ya udah mau kesini." ucap Rangga tanpa basa-basi.


"Iya sama-sama, aku turut berduka ya atas ke pergian mama kamu, oh ya, kamu mau ke kantor?" tanya Jessica.


Dania melihat Rangga terdiam saja.


"Iya, Rangga mau ke kantor." sambung Dania


"Ouh."


"Ya udah, aku berangkat dulu ya." Dania menjulurkan tangannya kepada Rangga.


"Bella, mau sekalian sama mas Rangga?" tanya Rangga sebelum Ia keluar.


"Nggak mas, aku di jemput Dimas kok." jawab Bella, yang berjalan menghampiri Dania.


Jessica menatap punggung Rangga, sampai Rangga sampai di depan pintu rumah.


Bella yang melihat kelakuan Jessica merasa sangat muak.


"Nggak usah kaya gitu ngeliatinya." sindir Bella


Jessica langsung menatap Bella sinis.


"Ya udah, aku pulang dulu ya." Jessica pergi tanpa bersalaman atau mengucap kata-kata sedikit pun.


Setelah Jessica keluar dan pergia.


Bella duduk di sofa, menaroh tasnya disampingnya dengan kasar.


"Ih aku kesel banget lo, sama dia. Mbak kok bisa-bisanya diem gitu sih, saat dia natap mas Rangga dalem banget." ucap Bella dengan kesal.


"Ya mbak juga kesal, tapi mbak tau kalo dia itu orangnya kaya apa, makanya mbak memilih untuk diam, lagian mbak sekarang percaya sama Rangga. Satu lagi, mbak tau kapan harus ngadepin Jessica, karna dia itu orangnya nekat." jelas Dania

__ADS_1


"Ya udah, deh. Tapi aku masih nggak suka cara dia yang kaya gitu, nggak sopan. Ya udah, aku berangkat dulu, Dimas sudah di depan." Bella memasukkan bibir atasnya kedalam, karna kesal kepada Dania.


Dania hanya tersenyum melihat tingkah Bella, saat ngambek. .


__ADS_2