
...****************...
Akhir bulan tiba, Dania mengajak Rangga untuk belanja bulanan, kebetulan ini juga hari minggu Rangga tidak masuk kantor.
Sedangkan Bella Ia pergi bersama teman-temanya dan juga Dimas untuk menghabiskan akhir pekan.
Pukul sembilan Dania dan Rangga sudah untuk pergi belanja, kali ini Rangga mengajak Dania belanja di sebuah mini market di sebuah mall.
Sesampainya di mall, Rangga mengambil troli, kemudian menyusul Dania yang sedang memilih barang yang sudah Ia catat di rumah.
"Gula, udah?" tanya Dania
"Udah." jawab Rangga sambil mengecek barang-barang yang sudah di ambil.
"Obat-obatan?"
"Udah. Aku cari sesuatuh dulu ya."
"Ya udah, aku ke kasir dulu ya. Biar nggak kelamaan ngantrinya." jawan Dania sambil membawa troli yang ada di hadapan Rangga.
Satu persatu barang yang Dania beli di masukan kedalam kantung plastik.
Sedangkan Rangga masih mencari barang yang Ia inginkan, Dania memainkan tanganya bermaksud untuk meminta uang kepada Rangga.
Tetapi Rangga malah salah paham, Ia pikir jari Dania melambangkan cinta.
"I love you too." jawab Rangga lirih, sambil tersenyum kepada Dania.
Dania yang tak mengerti, Ia mengerutkan keningnya.
"Uang, bukan cinta." ucap Dania, sambil memegang keningnya.
Pegawai kasir tersenyum melihat Rangga dan Dania.
"Ouh, bentar."
Dania mengangguk.
Tak lama Rangga menyusul Dania di depan kasir, dengan membawa lipstik dan parfum.
"Buat apa?" tanya Dania lirih, bahkan tak ada suaranya.
"Buat kamu lah." jawab Rangga, tersenyum dan mengangkat kedua alisnya. "Berapa mbak." tanya Rangga kepada penjaga kasir.
__ADS_1
"Lima ratus tuju puluh dua ribu." jawab penjaga kasir sambil memberikan 3 buah kantung pelastik besar.
Keluar dari minimarket Rangga mengajak Dania untuk membeli baju di lantai 3, tetapi Dania menolak, karna menurutnya masih banyak baju yang Ia pakai dan masih banyak kebutuhan yang lebih penting dari itu.
Rangga tak peduli omongan Dania, Ia menarik tangan Dania dengan paksa.
"Baju apa sih, aku kan masih banyak baju di rumah." kekeh Dania
"Apa aja, kamu udah lama kan nggak beli baju?"
Dania mengangguk.
"Ya udah ayo masuk."
Rangga memilihkan baju untuk Dania, sedangkan Dania merasa bingung, karna baju-baju disini bagus-bagus semua dan harganya mahal.
"Ini bagus buat kamu." Rangga mengambil gaun yang panjangnya hanya di atas lutut saja dan berwarna merah.
"Aku kan udah punya gaun, yang kamu beliin buat pesta ulang tahun Bella waktu itu." jawab Dania
"Ya, itu kan udah lama. Ini mau kan kamu?" tanya Rangga kembali.
"Ya udah deh." Dania tersenyum
"Boleh."
Setelah memilih baju dan sepatu, Rangga mengajak Dania untuk makan siang sekalian di sini.
...****************...
Pukul 12:10 mereka sampai di rumah, siang ini mereka berencana pergi ke rumah Ibu, buat memberikan baju yang sudah Rangga beliin khusus buat Ibu mertuanya.
Sebelum pergi Dania memberikan pesan kepada Bella terlebih dahulu.
Perjalanan menuju rumah Ibu memang cukup jauh, apalagi ini hari libur jalanan sangat macet.
"Mungkin, sore kita sampainya. Macet kaya gini." ucap Rangga, mengeluh.
"Udah lama kamu di sini, masih aja ngeluh soal kaya gini." Dania menatap Rangga, "Asal kamu tau, jika kamu marah atau pun mengeluh, itu nggak akan membuat semuanya baik-baik saja." sambung Dania
Rangga menatap Dania.
****
__ADS_1
Pukul lima sore mereka sampai di rumah Ibu, rumah Ibu sepertinya baru saja ada hajatan.
Dania mengetuk pintu yang sudah terbuka, tanpa ada yang menjawab Dania dan Rangga masuk.
Dania melihat Ibunya sedang berbicara dengan orang lain di ruang tamu.
"Ibu." sapa Dania
Ibu menoleh ke arah Dania, kemudian menghampirinya.
"Sayang, kamu kesini kenapa nggak ngasih tau ibu dulu sih?" ucap Ibu
"Maaf bu, aku ke sini mau ngasih ini sama Ibu." Dania memberikan paper bag berwarna coklat kepada Ibu, "Dari Rangga." sambung Dania, sembari menoleh kearah Rangga.
"Makasih ya." Ibu menoleh kearah Rangg, Rangga membalas Ibu dengan senyuman dan anggukan.
"Ya udah ayo duduk dulu." Ibu mengajak Dania dan Rangga untuk duduk di ruang tamu.
Seseorang yang tadi bicara dengan Ibu, kini berpamitan untuk pulang.
"Habis ada hajatan ya Bu?" tanya Dania.
"Iya, biasa habis pengajian. Sekarangkan giliran Ibu, sekaligus mau minta doa kalo adik kamu itu di tawarin pemotretan di luar negri." jelas Ibu kepada Dania
"Ouh ya, dimana dia sekarang?" Dania terkejut sekaligus bahagia mendengar kabar itu.
"Maaf bu, aku izin ke kamar mandi dulu." ucap Rangga
Setelah keluar dari kamar mandi, Rangga melihat Jessica sudah ada di hadapannya.
"Sejak kapan kamu disini?" tanya Rangga
"Sejak kamu masuk kedalam." jawab Rangga
"Ouh." ucap Rangga, lalu pergi tanpa sepatah kata lagi.
Langkah Rangga terhenti saat tangannya di tahan oleh Jessica.
"Aku harap nanti saat aku sudah kembali, kamu sudah berubah pikiran. Dan mau kembali lagi sama aku." ucap Jessica
Rangga tak peduli apa yang Jessica katakan, Ia langsung melepaskan tanganya, kemudian pergi meninggalka Jessica sendiri di depan kamar mandi.
Rangga menyusul Dania di kamar, setelah Ia bertemu Ibu dan Ibu memberitahu keberadaan Dania.
__ADS_1