Terjebak Cinta Didalam Perjodohan

Terjebak Cinta Didalam Perjodohan
Chapter 66


__ADS_3

Dania sudah mandi terlebih dahulu, sebelum Rangga. Setelah Rangga keluar dari kamar mandi, Dania memberikan pakaian ganti yang sudah dirinya siapkan.


Rangga kembali masuk kedalam kamar mandi untuk ganti baju.


Sedangkan Dania merasa sangat lelah atas hari ini, dia memilih untuk membaringkan tubuhnya sembari menunggu Rangga.


Tetapi Dania terlalu cepat terlelap dalam tidurnya, saat Rangga keluar dari kamar mandi, Ia melihat Dania sudah tertidur pulas.


Rangga melangkahkan kakinya dan menaiki ranjang, tubuhnya berbaring dihadapan Dania, kepalanya bertumpu pada telapak tangan.


Rangga menggeserkan rambut Dania yang mengenai mata dengan tangan satunya.


...----------------...


Pagi seperti biasa Dania selalu menyiapkan sarapan untuk Rangga sebelum Ia pergi kerja, dibantu dengan Bella.


"Makasih ya mbak, tadi malamnya." ucap Bella, sembari mencuci piring.


"Iya, sama-sama." Dania melangkahkan kakinya dengan membawa mangkuk yang berisi sayur.


"Kamu udah siap." sapa Dania, yang sedang membereskan meja makan.


"Udah, aku makan dikantor aja ya. Soalnya ada meeting mendadak." ucap Rangga, sambil meminum minuman yang sudah Dania siapkan.


"Ih, nggak ngehargain banget si lu mas, aku sama mbak Dania sudah masak juga." ketus Bella


"Udah nggak papa. Tapi kamu makan ya nanti." Dania mendekati Rangga


"Iya. Ya udah aku pergi dulu ya."


Dania menjabat tangannya kepada Rangga, sebelum Rangga pergi, Ia sempat melambaiakn tangannya kepada Dania.


Setelah makan Dania mengajak Bella untuk pergi kerumah Ibunya, karna dari mereka hanya duduk-duduk santai saja sambil menonton TV.

__ADS_1


"Boleh tu mbak, tapi gimana mas Rangga?"


"Mbak udah bilang sama mas Rangga kok dan nanti mas Rangga yang akan jemput."


"Ya udah aku siap-siap dulu ya."


30 menit lebih, sekarang mereka sudah siap untuk pergi. Mereka menunggu taxi yang sudah Dania pesan, untuk mengantar kerumah Ibu.


Perjalanan menuju rumah Ibu tak terlalu macat, mereka hanya membutuhkam waktu 1 jam untuk sampai dirumah Ibu.


Ibu sangat terkejut saat Dania datang, memang Dania tadi tak memberi tahu Ibu terlebih dahulu jika dirinya akan datang hari ini. Bella memberikan bingkisan yang berisi kue, yang tadi mereka beli di pertengahan jalan.


"Makasih ya, kamu adiknya Rangga kan?" sapa Ibu sambil memberikan senyumah kepada Bella.


"Iya tante, aku Bella."


"Panggil Ibu aja ya."


Dania mengajak Bella untuk pergi ke kamarnya.


"Maaf ya, kamar mbak kecil." ucap Dania sambil membuka pintu.


"Nggak papa kok mbak."


Bella duduk dipojokan kasur, lalu menarik nafas panjang.


"Enak ya disini, nggak terlalu panas kaya dirumah." ucap Bella yang sudah membaringkan tubuhnya.


"Iya, soalnya disini masih banyak pepohonan. Makanya udaranya masih sejuk." jawab Dania sambil membuka jendela kamar.


Tok....tok...tok


'Dania Ibu masuk ya.' ucap ibu dari balik pintu

__ADS_1


"Iya bu masuk aja."


Bella langsung duduk, tepat sat Ibu sudah membuka pintu.


"Nanti Jessica pulang dari Bandung, makanya Ibu mau masak, tapi bahan didapur tinggal sedikit. Makanya Ibu mau pergi ke pasar dulu ya." ucap Ibu


"Aku aja Bu, yang pergi ke pasar. Ibu dirumah aja." tawar Dania


"Beneran nih nggak papa, kamu kan baru saja datang." tolak Ibu


"Bener Bu."


"Ya udah ini keranjangnya dan ini uangnya, disitu sudah ada daftar belanjaannya juga. Hati-hati ya." Ibu memberikan keranjang yang Ia bawa.


"Iya bu, Bella kamu di sini aja ya."


"Iya mbak."


"Daa, semuanya." Dania melambaikan tanganya lalu pergi menjauhi Ibu dan Bella.


Ibu mengajak Bella pergi kebelakang rumah.


Disana banyak bunga yang Ibu tanam dan rawat, Bella hanya melihat Ibu yang sedang memberikan pupuk ke salah-satu tanamannya.


"Bella kamu kenapa?" tegur Ibu


"Aku ke inget almarhumah mama aku, mama aku juga sering mengoleksi bunga dirumah dulu." Bella berusaha mencengkram air matanya agar tidak menetes dihadapan Ibu.


"Maafin Ibu ya, Ibu nggak bermaksud ngingetin kamu sama Almarhum Mama kamu." Ibu Ira mendekati Bella, lalu merangkul pundaknya.


"Iya nggak papa Bu, aku mau dong diajarin nanem dan ngerawat bunga."


"Boleh, ayuk." ajak Ira kepada Bella

__ADS_1


__ADS_2