
Rangga memberikan semangkuk bubur ayam, untuk Dania.
Dania menerima dan melontarkan senyumnya.
Setelah selesai makan, Rangga menyisihkan mangkuknya di bawah. Sambil menunggu Dania yang belum selesai makan.
"Ouh ya, kita kan belum pesan buat Bella yang di bungkus." ucap Dania
"Entar aja lah, saat kita ingin pulang. Paling sebentar bikinya."
Dania mengangguk, Rangga mengusap bubur yang ada di bibir Dania dengan jarinya.
Dania melirikkan matanya ke tangan Rangga kemudian ke arah wajah Rangga.
"Ehem, makasih ya." ucap Dania, yang kemudian mengalihkan pandangannya ke pohon.
"Makannya kalo makan itu pelan-pelan." Rangga masih menatap Dania
"Ya udah, kita pulang yuk. Kasian Bella pasti udah nunggu di rumah." ajak Dania, yang sudah berdiri.
Rangga memberikan dua mangkuk yang sudah kosong di tangannya, kepada penjual bubur ayam. Kemudian, memesan satu bubur lagi yang di bungkus buat Bella.
"Yah, maaf mas, buburnya sudah habis. Barusaja di beli sama orang itu." jawab si penjual.
"Yah, gimana dong?" tanya Dania kepada Rangga.
"Ya udah, nggak jadi berarti." jawab Rangga singkat.
"Ya gitu dong, kasian Bella nanti. Apa kita beli makanan yang lain aja buat dia?"
"Udah nggak papa. Ya udah bang nggak jadi, ini uangnya." Rangga memberikan dua kembar uang sepuluh ribu kepada penjual.
Bella sudah siap untuk pergi ke kantornya. Tinggal menunggu sarapan saja, yang sudah Ia pesan kepada Rangga.
Perutnya sudah berbunyi dari tadi, Ia tak sabar menunggu Rangga dan Dania pulang dengan membawa bubur ayam ke sukaannya.
__ADS_1
Namun harapan itu musnah, saat Rangga pulang tak membawa apa-apa. Bella begitu kesal kepada Rangga.
"Hih, gimana sih mas, kalo aku tau dari tadi mas Rangga pulang nggak bawa apa-apa. Aku udah berangkat dari tadi." ucap Bella dengan kesal, kemudian mengambil tasnya yang berada di kursi, lalu pergi. "Ya udah, aku berangkat dulu. Assalammualaikum."
Dania menyenggol tangan Rangga, dengan sikutnya. Kemudian, saat Rangga sudah menoleh ke arahnya, Dania menatap Rangga tajam.
"Tukan, Bella marah." ucap Dania, Ia juga kesal kepada Rangga, karna Rangga tak mendengarkan saran darinya, untuk membeli makanan yang lain buat Bella.
"Udah nggak papa, yang penting sekarang kamu jangan ikutan marah dong sama aku." Rangga mencubit pipi kanan Dania.
"Ih apaan sih kamu." Dania melepaskan tangan Rangga dengan kasar.
"Makanya senyum dong." wajah Rangga mendekati wajah Dania, sekarang jarak wajah mereka hanya satu jengkal saja. "Kamu kalo marah, apalagi cemberut kaya gitu, jadi jelek tauk." ledek Rangga
Dania refleks menampar Rangga, karna kesal.
"Sakit tauk." Rangga memegang pipinya karna merasa panas.
"Sakit, bodoamat. Siapa suruh kaya gitu." Dania menjukurkan lidahnya, untuk meledek Rangga. Kemudian, pergi ke kamarnya.
"Masih marah." tanya Rangga, sambil meniringkan kepalanya.
Dania hanya melirikkan matanya kepada Rangga.
"Ini buat kamu." Rangga memberikan Es Krim rasa coklat vanilla, kepada Dania.
"Buat apa?" tanya Dania
"Ya kamu pernah memberikan aku Es krim saat aku marah sama kamu, sekarang aku yang memberikan Es Krim ini buat kamu, biar kamu nggak marah lagi sama aku."
Dania mengambil Es-Krim yang ada di tangan Rangga. Kemudian duduk di atas ranjang.
"Berarti kamu udah maafin aku dong?" tanya Rangga, yang sudah duduk di hadapan Dania.
"Kata siapa?"
__ADS_1
"Kan kamu udah makan Es Krimnya, itu tandanya kamu udah maafin aku."
"Okey, aku akan maafin kamu, asal kamu...Ini." Dania menyuapkan satu sendok Es Krim mulut Rangga.
"Ha?"
"Kamu harus makan ini."
"Ouh." Rangga mengangguk, kemudian membuka mulutnya.
Setelah selesai menghabiskan satu cup Es Krim Dania menyuruh Rangga untuk mandi.
Sedangkan dirinya menyiapkan baju yang akan Rangga pakai buat kerja hari ini.
Rangga sudah rapi, tinggal memakai sepatu saja. Dania yang sudah membuatkan kopi buat Rangga sebelum Rangga pergi.
"Kamu mau ikut aku?" tanya Rangga, setelah meminum kopi dari Dania.
"Nggak."
"Kenapa? takut ketemu sama Amel?"
"Nggak, ouh ya, aku boleh kerja lagi nggak?"
"Nggak, nggak boleh. Apalagi kalo sampai berurusan sama Andi." jawab Rangga ketus.
"Kenapa? kamu cemburu?" Dania menaikkan kedua alisnya.
"Apaan sih, ya udah aku berangkat dulu ya." Rangga menyodorkan tangannya kepada Dania.
Dania mencium tangan kanan Rangga, kemudian mengantar Rangga sampai ke depan rumah.
Dania melambaikan tangannya kepada Rangga, saat mobil Rangga sudah pergi menjauh, Dania kembali ke dalam rumah.
Dania mulai membereskan rumah, terutama kamar mama, yang dari kemarin Ia ingin bereskan.
__ADS_1
Dania membuka kunci kamar dengan perlahan, Ia melihat debu di mana-mana. Dania membuka jendela kamar agar ada cahaya matahari yang masuk ke dalam kamar.