
Waktu sudah menunjukkan pukul 9, selesai membereskan kamar, aku turun menuju dapur.
Aku melihat mama yang sedang bertelfonan dengan seseorang dipinggiran kolam. Saat aku ingin pergi dari dapur, aku melihat mama sudah selesai dengan telfonnya. Aku menghampiri mama.
Raut wajah mama kelihatan sangat senang setelah menutup telfonnya. "Mah."
"Eh, Dania. Ngagetin aja kamu."
"Maaf mah, mama kenapa senang banget kayaknya?"
"Mama baru saja mendapat telfon dari rekan kerja mama dan besok mama harus pergi ke Jepang."
"Tante mau pergi ke Jepang?" Bella datang dari arah belakang mama.
Aku dan mama menoleh kearah sumber suara.
"Iya, Bel. Maafin tante ya."
"Yah, nggak asik banget si tante ini."
"Apaan si Bella ini, kaya anak kecil aja." ucapku meledek Bella yang mukanya sudah ditekuk.
"Kamu mau kemana, rapi kaya gini?" mama
"Aku mau izin keluar ya tante, boleh kan?"
"Iya, ya udah hati-hati dijalan."
Sebelum Bella pergi Ia mencium tangan mama dan tanganku, sambil memeluknya.
Aku kembali ke kamarku, begitu juga dengan mama pergi ke kamarnya.
Dirumah hanya ada aku dan mama, bibi pergi kepasar diantar oleh pak supir.
Aku sangat bosan didalam kamar, aku hanya menghabiskan waktuku dengan membaca novel. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke makam orang tuaku.
Setengah jam kemudian aku sudah siap untuk pergi, tinggal meminta izin kepada mama.
__ADS_1
Aku mengetuk pintu kamar mama. Tak lama mama keluar dari kamarnya, melihatku dari ujung atas sampai ujung bawah. "Mau kemana kamu Dania?"
"Aku mau pergi kemakam orang tua aku mah, boleh?"
Mama terdiam sejenak. "Boleh, tapi tunggu dulu ya sebentar mama juga mau ikut."
"Mama mau ke makam orang tua aku?"
"Mama mau pergi ke makam papanya Rangga. Tunggu ya."
"Iya mah, aku tunggu didepan ya."
10 menit kemudian, mama keluar dari rumah. Menghampiri aku yang sedang duduk dikursi depan menunggu taxi yang sudah aku pesan sekitar 7 menit yang lalu.
Tak lama taxi yang kita tunggu datang, aku dan mama langsung masuk kedalam taxi.
Perjalanan menuju makam menempuh waktu kurang lebih 30 menit. Pukul 10:45 aku dan mama sampai didepan makam.
Sebelum memasuki makam aku dan mama membeli bunga terlebih dahulu.
"Dania, mama kesana ya." jari mama menunjukkan kearah selatan.
Mama mengangguk lalu pergi meninggalkan aku. Kemudian aku pun pergi menuju makam orang tuaku.
20 menit kemudian aku selesai membersihkan makam dan men-do'a kan orang tuaku. Aku memutuskan untuk kembali kedepan gerbang pemakaman, sesampainya di gerbang aku belum menemukan mama. Mungkin mama masih melepas kerinduannya.
Aku duduk dibawah pepohonan, sambil memainkah hanphone. Mataku mengalihkan pandangan, tiba-tiba ada seseorang yang memberikan aku air minum. Aku menoleh kearahnya, dahiku mengerut melihat seseorang lelaki berada dihadapanku. "Rangga, ngapain kamu kesini?"
"Tadi aku pulang tetapi tidak orang dan mama memberikan aku pesan kalo mama akan pergi kemakam papa."
"Ini minum." Rangga memberikan botol yang berisi air mineral kepadaku.
Aku menerima botol itu dan langsung meminumnya, memang dari tadi aku sangat haus sekali karna cuaca hari ini sangat panas.
Rangga duduk disebelahku. "Kamu nggak mau pergi kemakam papa kamu?"
"Rangga kamu udah sampai?" mama datang
__ADS_1
"Iya, mah." Rangga berdiri kemudian mencium tangan kanan mamanya.
"Ya udah, kamu mau pergi kemakam papa juga?"
"Iya mah, mama pulang sendiri nggak papa kan. Aku sama Dania mau kemakam papa duluan. Aku udah pesenin taxi kok, sebentar lagi dateng."
"Iya, nggak papa."
Setelah taxi yang dipesan Rangga untuk mama datang, aku dan Rangga langsung masuk kedalam, aku mengikuti Rangga dari belakang.
Sesampainya dimakam aku dan Rangga berdoa untuk almarhum papanya, karna makam sudah dibersihkan oleh mama.
Selesai ber-do'a, tangan Rangga memegang batu nisa. "Pah, aku kesini bersama istri aku. Yang papa pilihkan buat aku, papa disana baik-baik ya, aku akan selalu do'ain papa disini."
Air mata Rangga menetes satu persatu. Aku yang sudah berdiri kembali berjongkok dan mendekati Rangga. Tanganku memegang pundak kanan Rangga, Rangga menoleh kepadaku.
"Udah ya, jangan nangis. Nggak baik lo ngangis didepan orang yang sudah meninggal." aku mengusap air mata Rangga yang jatuh mengenai pipi dan mulutnya.
"Dania, maafin aku ya." Rangga memegang pundakku dan berdiri diikuti aku.
"Ma-maaf buat apa ya?" ucapku terbatah-batah
"Aku tau selama ini kamu menderita hidup bersamaku. Tetapi kamu berusaha bersikap baik-baik saja dihadapan mama aku. Maka dari itu aku mau memberikan kamu kebebasan."
"Maksud kamu apa si, aku nggak tau?"
"Aku sudah berusaha untuk mencintai kamu dan melupakan semuanya, tetapi aku belum bisa. Jadi jika kamu mau kita_"
huts
Aku menghentikan ucapan Rangga, dengan jari telunjukku, karna aku tau apa yang akan laki-laki ini ucapkan.
"Aku nggak papa kok, kita pulang aja yok."
"Aku belum selesai ngomongnya."
"Ya lanjutin entar aja ngomongnya, nggak enak didepan makam papa kamu."
__ADS_1
Rangga mengangguk kemudian mencium nisa milik papanya. Kita pergi dari tempat ini menggunakan mobil milik Rangga.