
Aku dan Rangga berjalan kaki dari tempat kita makan menuju pasar malam, yang jaraknya hanya sekitar 350 meter.
Sesampainya di tujuan, kita melihat sekeliling lapangan, yang sudah banyak orang.
Rangga menarik aku ke tempat permainan bianglala. "Naik itu yuk."
"Nggak ah, itu tinggi banget."
"Nggak papa ayok."
#
Saat kita sudah berada di atas, aku tak berani membuka mataku. Sampai akhirnya Rangga memaksa aku untuk membuka mata. Aku memang takut dengan ketinggian, karna dulu aku pernah jatoh dari pohon mangga waktu kecil.
"Coba buka matanya! liat tu pemandangannya bagus banget dari sini."
Aku mencoba membuka mataku, dan melihat ke bawah.
Bella dan Dimas
Sore tadi Dimas mengajak Bella untuk pergi ke pasar malam bersama, karna besok hari sabtu(hari libur).
Bella pun mengiyakan permintaan Dimas, tapi dengan satu syarat. Mereka akan bertemu di lokasi karna jika Dimas menjemput, pasti tidak di izinkan oleh Tante Yuli.
"Makasih mau memberi aku kesempatan lagi."
Bella hanya tersenyum, dan mengajak Dimas untuk membeli arumanis.
"Kamu tunggu sini aja, biar aku yang beli."
"Okey."
Selesai membayar 2 buah arumanis, Dimas kembali menemui Bella yang sedang duduk di kursi bawah lampu. "Ini yang pink buat kamu."
"Makasih." Belum sempat Bella membuka plastik arumanis, Ia melihat anak kecil sekitar 5 tahunan seorang diri melihat ke arahnya.
Bella berdiri dan menghampiri anak itu. "Adek sama siapa ke sini?"
"Sama mama."
"Lalu mamanya kemana?"
__ADS_1
Anak itu menunjuk ke arah seorang Ibu yang sedang menelfon. "Oh, kamu mau ini?"
Anak itu mengangguk, lalu Bella memberikan arumanisnya kepada anak itu.
Dimas menghampiri Bella.
"Makasih ya kak." Setelah anak itu menerima arumanis dari Bella, Ia pergi menemui Ibunnya. Lalu Ibu anak itu melihat ke arah kami, dan mengucapkan terimakasih sambil melontarkan senyumnya.
"Mau aku beliin lagi?" tanya Dimas sambil menepuk pundak Bella.
"Nggak usah, kita makan 1 arumanis ini berdua saja. Kamu mau?"
Dimas tersenyum. "Boleh."
Dimas memasukan arumanis yang ada ditangannya ke mulut Bella, sebaliknya Bella juga memberikan arumanis yang ada di tangannya ke mulut Dimas.
Mereka saling suap-suapan dan bercanda.
Selesai makan Dimas mengajak Bella untuk menaiki permainan Bianglala. Tetapi saat mereka berjalan Bella melihat Rangga dan Dania yang sedang turun dari permainan itu.
Bella langsung menarik tangan Dimas dan mengajak Dimas untuk mengumpat di antara baju-bajuan.
hutss!
Bella menutup mulut Dimas, dan menunjukan ke arah Rangga dan Dania.
Dimas mengangguk mengerti.
Rangga dan Dania
Rangga yang melihat sekilas ada sosok seperti Bella, mersa curiga jika Bella ada disini. "Ada apa Rangga?"
"Tadi aku kaya liat ada Bella di sana."
"Nggak ada kok, kamu salah liat kali." aku melihat arah yang di tunjuk Rangga tetapi taada apa-apa hanya ada Ibu-Ibu yang sedang memilih baju.
"Iya si, mungkin aku salah liat."
"Kamu kangen ya sama Bella, sampe kebayang ada dia disini?"
"Nggak tau si. Ya udah kita pulang yuk udah malam juga."
__ADS_1
Rangga dan Dania berjalan menuju mobil yang mereka parkirkan, di sepanjang jalan Rangga masih memikirkan Bella. "Kalo tadi beneran Bella, Bella sama siapa ya?"
"Emang kamu liat dia sama cowok atau cewek?"
"Cowok si kayaknya. Nggak jelas juga soalnya."
"Kalo beneran Bella, paling Bella sama temanya."
Bella dan Dimas
Bella menghela nafas panjang, melihat Rangga dan Dania sudah pergi. "Syukur lah, Mas Rangga sama Mbak Dania nggak liat kita."
Bella menengok ke arah Dimas yang mukanya kelihatan sangat tegang. Dimas pun menengok ke arah Bella yang membuat mereka saling menatap.
Mereka berdua tertawa melihat kejadian ini. "Jika Mas Rangga tadi ngeliat kita, mungkin ini hari terakhir aku ketemu kamu."
"Apaan si kamu." Bella menampar Dimas pelan lalu lari meninggalkan Dimas. Dimas mengejar Bella.
Setelah mereka bermain kejar-kejaran Dimas membeli dua air mineral.
"Pulang yuk?" ajak Bella sambil menahan tawanya.
"Kenapa si kamu?"
"Lucu aja tadi liat wajah kamu yang cemas, kaya di kejar sama anjing." Bella tak tahan menahan tawanya, akhirnya dia tertawa.
"Senang ya?"
"Senang?" Bella balik bertanya kepada Dimas.
"Aku senang bisa liat kamu tertawa lepas lagi kaya gini. Walaupun kamu nertawain aku sekalipun."
"Kita pulang yuk, sudah malam. Tadi aku izin sama Tante cuma sebentar doang soalnya."
"Ya udah, ayok"
Dalam perjalanan menuju parkiran mobil Bella masih saja tertawa kepada Dimas. Yang membuat Dimas geram dan mencubit pipi Bella. "Sakit tau."
"Biarin, males banget aku sama kamu dari tadi masak tertawain aku mulu si."
"Ya udah maaf. Aku pulang dulu ya. Daa." Bella melambaikan tangannya dan masuk kedalam mobil.
__ADS_1