
...****************...
Satu minggu kemudian
Setelah pergi ke dokter Aliya dan semua hasilnya bagus. Rangga mengajak Dania untuk pergi makan siang di luar setelah itu Dania juga di ajak pergi ke salon yang dulu pernah Ia kunjungi dengan Rangga, sebelum acara ulang tahun Bella.
Pukul 19:30 mereka sampai di rumah, Dania yang sudah kelihatan sangat cantik, memakai gaun berwarna biru tua dan Rangga memakai jas yang warnanya sama dengan Dania.
Rangga menutup mata Dania dengan kain yang sudah Ia sediakan, kemudian Rangga menggandeng tangan Dania menuju balkon kamarnya.
Dania duduk dikursi, dengan mata yang masih ditutup oleh kain.
"Bentar ya jangan di buka dulu!" Perintah Rangga, sebelum Ia turun ke bawah.
"Ada apa sih?" Tanya Dania heran.
Rangga sudah menyuruh Bella untuk menyiapkan suprise ulang tahun Dania di kamarnya.
Hanya ada meja bundar dan tiga kursi, di lengkapi lilin dan beberapa makanan dan minuman.
Rangga kembali ke kamarnya dengan membawa kue berbentuk hati.
Kemudian Ia letakkan di atas meja, Rangga membuka ikatan kain di mata Dania.
Tetapi dalam hitungan ketiga barulah Dania boleh membuka matanya.
Satu!
Dua!
Tiga!
"happy 24th birthday!"
Dania terkejut dengan suprise yang Rangga berikan, bahkan dirinya sendiri lupa bahwa hari ini Ia ulang tahun.
"Makasih."
"Kamu suka?" Tanya Rangga
"Banget, kok kamu bisa tau sih. Kalo hari ini ulang tahun aku?"
"Iya dong, sekarang kamu make wish dulu ya!"
"....."
Dania meniup lilin berangka dua dan empat. Kemudian Ia memotong kue dan menyuapkan potongan kue pertamannya untuk Rangga, kemudian Rangga juga menyuapkan kue ke dalam mulut Dania.
Setelah itu, mereka berdua makan, makanan yang sudah di siapkan di atas meja.
"Kamu yang udah nyiapin ini?" Tanya Dania, sembari menyuapkan makanan ke mulutnya.
"Bella, aku nyuruh Bella untuk menyiapkan ini. Dan aku udah nyiapin kado juga buat kamu!" Ucap Rangga, kemudian mengambil sesuatuh di saku celanannya.
"Ouh ya." Dania tersenyum, saat Rangga memberikan kotak berwarna merah kepada Dania.
__ADS_1
Dania membuka kotak tersebut, di dalam kotak terdapat satu kalung dengan bandul yang berbentuk hati.
Dania mengangkat rambutnya, kemudian Rangga memasangkan kalung tersebut.
"Makasih ya, mungkin ini adalah ulang tahun terindah aku." Dania melontarkan senyumnya.
"Aku sengaja memilih memilih kalung yang berbentuk hati, karna itu melambangkan kalo aku sudah mencintai kamu. Mungkin aku bukan yang terbaik untuk kamu, tapi aku berusaha menjadi yang lebih baik untuk ke depannya." Rangga memegang kedua tagan Dania.
Dania mengangguk.
"Ehemm!"
Rangga dan Dania menoleh ke sumber suara. Bella yang tengah berdiri dan bersandar di pintu, dengan tangan yang dilipat di dada.
"Susah-susah aku buat ini sendirian, tau-taunya nggak di ajak makan!" Ketus Bella
"Apaan sih, ganggu aja kamu itu. Pergi aja sana!" Ucap Rangga
"Udah-udah, ya udah kamu duduk di sisi!" Dania menyuruh Bella untuk duduk di kursi yang masih kosong.
Bella menjulurkan lidahnya kepada Rangga.
"Kamu mau apa? Kue nya?" Tanya Dania
"Boleh mbak." Jawab Bella
"Udah biar ambil sendiri, manja banget sih!" Rangga menoleh kepada Dania, kemudian melirikkan matanya kepada Bella.
"Apaan sih, Mas Rangga iri ya sama aku."
"Apanya yang iri."
Selesai acara makan malam, Bella kembali ke kamarnya. Sedangkan Dania, Ia pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih, setelah Dania keluar sekarang gantian Rangga.
Merka berdua sekarang sudah berada di atas ranjang dan saling berhadapan.
Rangga memegang tangan Dania, kemudian Ia terlelap dalam tidurnya.
Sedangkan Dania Ia masih memperhatikan wajah Rangga.
"Mungkin besok pagi aku kasih kejutan buat Rangga."
...****************...
Pagi ini Dania sudah membuatkan nasi goreng udang kesukaan Rangga dan jus wortel.
Dania meletakkan nampan yang Ia bawa di atas meja. Kemudian Dania membangunkan Rangga yang masih tertidur.
Rangga mencium bau makanan kesukaannya, perlahan Ia membuka matanya.
"Bangun aku udah siapin makanan kesukaan kamu!" Ucap Dania
Rangga duduk diatas ranjang.
"Makasih ya."
__ADS_1
"Iya, tapi sekarang kamu cuci muka terus sholat dulu. Habis itu makan!" Dania menarik tangan Rangga.
Dania meletakkan nasi goreng udang dan jus wortel di atas meja makan lipat.
Setelah selesai sholat, Rangga langsung menghampiri Dania diatas ranjangnya.
Mereka duduk berhadapan.
"Kok cuma satu sih?" Tanya Rangga
"Ini memang buat kamu doang, tapi di bawah masih ada kok."
"Ya udah kita makan berdua aja ya." Ucap Rangga.
Rangga menyuapkan nasi goreng ke mulut Dania.
Setelah selesai makan, Rangga pergi mandi. Sedangkan Dania turun kebawah untuk menyiapkan makan di atas meja makan.
Dania kembali lagi ke kamar, untuk mengecek Rangga. Rangga masih berada di kamar mandi, Dania membuka jendela kamar dan berdiri di depan jendela, sembari menikmati udara pagi yang masih sejuk.
Rangga memeluk Dania dari belakang, sontak Dania menoleh kearah Rangga. Rangga tersenyum kepada Dania, begitu juga Dania.
"Ngapain sih disini?" Tanya Rangga
"Nggak papa, tadi niatnya cuma mau buka jendela aja."
"Terus?"
"Terus, kamu datang ngagetin aku!" Ucap Dania sambil tersenyum tipis.
Rangga melepaskan pelukannya terhadap Dania, kemudian berdiri disampingnya.
Rangga memejamkan matanya, menghirup udara.
"Ini yang kamu lakukan?" Tanya Rangga
Dania hanya tersenyum.
'Mbak Dania!'
Teriak Bella.
Danai langsung keluar dari kamarnya, melihat Bella yang baru saja menaiki tangga.
"Ada apa?"
"Ayo makan, aku udah laper." Ucap Bella
"Kita udah makan. Kamu makan sendiri ya!" Ucap Rangga yang sudah berdiri di belakang Dania.
"Yah, ngeselin banget sih!" Bella memanyunkan bibirnya.
"Atau mau mbak temenin?"
"Nggak usah deh aku sendirian aja."
__ADS_1
Bella turun kebawah.
Rangga dan Dania kembali masuk kedalam kamarnya.