
Thania terdiam dengan menatap Rangga dengan tatapan aneh. "Ada apa ya sama Dania? dia baik-baik aja kan?"
Rangga mengangguk. "Iya dia baik-baik aja kok. Aku mau tanya sama kamu soal hubungan Dania dengan Andi? pasti kamu tau kan?"
"Maksud kamu, kamu nuduh Dania menjalin hubungan dengan Andi?"
"Ng-nggak, nggak kaya gitu."
"Asal kamu tau ya, Andi itu keliatanya memang suka sama Dania, tetapi Dania selalu menjaga perasaannya untuk kamu. Satu lagi Dania menganggap Andi itu cuma sebagai sahabat dari kecilnya aja. Maaf Pak, saya masih ada kerjaan. Permisi."
Thania pergi dengan raut wajah yang cukup kesal dengan perilaku Rangga.
Aku memutuska untuk pulang kerumah, karna entah mengapa hari ini aku sangat tidak konsentrasi dalam bekerja.
Baru saja aku berdiri dari kursi aku melihat pintu terbuka secara pelan.
Aku melihat Aldo berdiri didepan pintu, dengan membawa map berwarna coklat.
"Mau kemana lo?"
"Pulang, nggak konsen banget gue hari ini. Semuanya lo ya, yang hendel."
"Tenang kalo itu mah, tapi lo mau pulang naik apa? lo kan tadi berangkat sama gue."
Aku melirikkan mataku mengarah kearah Amel yang sedang duduk dikursi kerjanya dengan tersenyum kepadaku.
Aldo memutarkan kepalanya, menoleh kearah Amel yang masih menlontarkan senyumnya.
"Mau pulang sama tuh cewek?" ucap Aldo dengan mengerutkan dahinya.
"Hih, nggak lah. Ngapain juga aku pulang sama dia, jika masih banyak taxi onlain diluar sana."
"Ya udah. Lo pulang pasti gara-gara mikirin Dania ya, makanya nggak konsen."
__ADS_1
"Udah lo diam aja."
Aku meninggalkan Aldo diruanganku sendiri, berjalan melewati Amel yang masih memperhatikan aku dari tadi dengan senyumanya yang aneh menurutku.
Setelah lift terbuka aku langsung masuk kedalam, lift berhenti tepat di lantai paling bawah.
"Rangga."
Aku menghentikan langkahku, saat aku mendengar seseorang memanggil namaku. Aku menoleh kearah belakang, melihat Thania berjalan menghampiri aku.
"Mau pulang ya?" tanya Thania yang sudah berdiri disampingku.
"Iya ada apa?"
"Aku cuma mau nitip salam aja buat Dania. Dan...aku mau ngingetin kamu kalo Dania itu sudah menjadi istri sah kamu, jadi aku harap kamu bisa memperlakukan Dania dan menghargai dia layaknya seorang istri."
Aku hanya tersenyum terpaksa kepada Thania, karna aku bingung harus menjawab apa.
"Iya sante aja. Ya udah aku pergi dulu."
Sesampainya dirumah aku langsung masuk kedalam kamar, aku tak melihat Dania dikamar. Apa mungkin dia sudah kembali kerumah kontrakannya?
Aku melepas dasi dan jasku, lalu melangkahkan kaki menuju kamar madi.
Dugg....dugg
Jantungku berdebar sangat kencang, saat melihat Dania berdiri dihadapanku. Saat aku ingin membuka pintu, ternyata Dania sedang berada didalam kamar mandi. Aku menatap wajahnya sangat jelas.
...Mungkin yang kalian tau...
...tentang cinta yaitu saat jantung kalian berdebar sangat kencang....
...Saat berada disampingnya atau dihadapanya....
__ADS_1
"Ehem...maaf aku kira kamu nggak lagi dikamar mandi." ucapku dengan mengatur nafas dan detak jantungku.
"Iya nggak papa kok, kamu mau kekamar mandi?"
"Iya. Kamu udah selesai kan?"
Dania mengangguk.
Saat aku melangkahkan kakiku kekiri Dania melangkahkan kakinya kekanan, dan sebaliknya.
"Permisi." ucapku denga tersenyum kepada Dania.
Dania membalasku dengan senyuman tipis dan manis.
"Kenapa jantung aku tadi berdetak sangat kencang ya saat berada didekat Dania?" ucapku sampil mencuci muka, lalu menatap bayanganku sendiri cermin.
Aku membuka pintu kamar mandi lalu keluar. Melihat Dania sedang duduk di kursi yang menghadap kejendela luar.
Aku mendekati Dania, yang sedang membaca novel. Aku memegang pundaknya, lalu Dania menoleh kearahku.
"Ada apa? kamu mau makan?"
"Nggak kok, kenapa kamu selalu menghabiskan waktu kamu dengan membaca buku setebal itu?"
"Ya karna aku suka aja."
"Sudah berapa buku yang kamu habis kan?" ucapku lalu duduk diatas kasur.
"Nggak tau."
"Dasar, cewek kutu buku."
Dania tak menjawabku apalagi memoleh kearahku. Dia lebih sibuk dengan urusan bukunya.
__ADS_1